Bayangkan Anda baru saja mendirikan restoran ayam premium di Jakarta. Produknya istimewa: ayam yang dimatangkan dengan teknik pengasapan tradisional, tanpa MSG, menggunakan bumbu rempah racikan sendiri. Brand ambassador-nya Vina Panduwinata. Tapi ada satu masalah besar: restoran belum buka, akun Instagram masih kosong, dan pandemi PPKM sedang membatasi mobilitas calon pelanggan di seluruh Jabodetabek.
Itulah situasi yang dihadapi Ayam Asap Djuwara ketika pertama kali menghubungi Creativism pada Juli 2021. Mereka membutuhkan tim social media management yang bisa membangun kehadiran digital dari nol sekaligus mempersiapkan grand launching di tengah situasi yang serba tidak pasti.
Dalam studi kasus ini, tim Creativism akan memaparkan secara detail bagaimana kami merancang strategi konten Instagram untuk peluncuran brand kuliner premium. Mulai dari pembuatan content plan dua bulan, desain visual yang konsisten, hingga koordinasi dengan empat stakeholder sekaligus. Kolaborasi selama Juli hingga September 2021 menghasilkan 20+ konten berkualitas tinggi yang berhasil membangun anticipation dan identitas visual brand dari nol.
Feed Instagram @ayamasap_djuwara yang dikelola Creativism selama fase launching brand
Daftar Isi
ToggleTentang Ayam Asap Djuwara: Kuliner Premium dengan Brand Ambassador Vina Panduwinata
Ayam Asap Djuwara adalah restoran ayam asap premium yang mengusung tagline “Juaranya Ayam Asap”. Brand ini didirikan oleh keluarga Panduwinata di Jakarta, dengan dukungan langsung dari Vina Panduwinata sebagai brand ambassador. Konsep bisnisnya sederhana tetapi ambisius: menghadirkan ayam asap berkualitas tinggi dengan cita rasa tradisional yang autentik, tanpa bahan pengawet dan MSG.
Menu yang ditawarkan cukup beragam untuk sebuah brand yang baru diluncurkan. Lini utamanya adalah Nasi Ayam Asap dengan tiga pilihan penyajian: Panggang, Goreng, dan Geprek. Selain itu, ada lini Bakmie Herbs Oil yang menggunakan minyak rempah sehat dengan beberapa varian unik: Shiitake, Iga, Lidah, dan Cakalang. Produk pelengkap berupa Sambal Original, Sambal Rempah, serta lini frozen food untuk konsumen yang ingin menikmati produk di rumah.
| Informasi Klien | Detail |
|---|---|
| Nama Brand | Ayam Asap Djuwara |
| Tagline | Juaranya Ayam Asap |
| @ayamasap_djuwara | |
| Industri | Food and Beverage (Kuliner Premium) |
| Brand Ambassador | Vina Panduwinata |
| Lokasi | Jakarta (PIM1, Area 51) |
| Rencana Ekspansi | Food Truck dan Food Stall |
| Layanan Creativism | Social Media Management (Instagram) |
| Periode Kerja Sama | Juli – September 2021 |
Tim di balik Ayam Asap Djuwara terdiri dari empat orang yang masing-masing memegang peran strategis. Pak Jani Panduwinata bertindak sebagai koordinator utama dan decision maker untuk semua keputusan brand. Bu Amel bertanggung jawab di bidang marketing dan memberikan brief kreatif kepada tim Creativism. Bu Anna membantu dari sisi koordinasi operasional, sedangkan Pak Gerry menangani hal-hal teknis termasuk setup Facebook Page dan Instagram Business.
Branding Ayam Asap Djuwara menggunakan nuansa warna merah, orange, dan kuning yang mencerminkan kehangatan makanan asap dan energi brand. Identitas visual ini menjadi fondasi penting dalam seluruh konten yang kami produksi nantinya.
Tantangan: Meluncurkan Brand Kuliner di Tengah PPKM
Proyek ini bukan sekadar membuat konten Instagram biasa. Ada tiga tantangan fundamental yang harus kami pecahkan sebelum bahkan satu post pun bisa tayang di feed.
Pertama, timing yang sangat sulit. Grand launching direncanakan di tengah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang membatasi mobilitas calon pelanggan. Restoran baru yang mengandalkan pengalaman dine-in harus bersaing dengan keterbatasan konsumen untuk keluar rumah. Artinya, strategi digital harus bekerja dua kali lebih keras dibanding kondisi normal. Semua awareness dan anticipation harus dibangun secara online terlebih dahulu.
Kedua, identitas visual yang harus dibangun dari nol. Tidak ada template, tidak ada style guide, dan tidak ada satu pun konten yang pernah tayang sebelumnya. Tim desain harus merancang seluruh identitas visual, mulai dari pemilihan color palette, tipografi, hingga layout feed. Dan semua ini harus selesai dalam hitungan minggu, bukan bulan.
Ketiga, tiga lini produk sekaligus. Ayam asap, bakmie herbs oil, dan frozen food masing-masing memiliki selling point yang berbeda. Tantangannya adalah menyampaikan pesan yang jelas untuk setiap lini tanpa membuat audiens kebingungan tentang apa sebenarnya yang dijual oleh Ayam Asap Djuwara.
Selain itu, ada tantangan teknis yang tidak kalah rumit: timeline yang terus berubah. Tanggal soft opening dan grand opening bergeser beberapa kali karena situasi pandemi yang dinamis. Tim harus fleksibel menyesuaikan content plan setiap kali ada perubahan jadwal. Foto produk high-res juga masih dalam proses produksi, sehingga tim harus bekerja dengan aset yang tersedia sambil menunggu foto final siap.
Post pertama yang tayang: Konten Greeting HUT RI ke-76 pada 17 Agustus 2021
Strategi Social Media Management yang Kami Rancang
Untuk menjawab tantangan di atas, tim jasa konten Instagram Creativism menyusun strategi yang terbagi dalam beberapa komponen utama. Pendekatan kami bukan sekadar membuat konten yang bagus secara visual, tetapi membangun narasi yang terstruktur untuk mengantar audiens dari fase “belum tahu” menuju “ingin mencoba”.
Strategi Teaser H-5 Sebelum Grand Launching
Pak Jani sudah memiliki gambaran jelas tentang tahapan konten yang diinginkan. Di bulan pertama, fokus utama adalah teaser produk, soft opening, grand opening, perkenalan menu, promo launching, dan repost review dari artis serta influencer. Bulan kedua baru masuk ke program kemitraan, termasuk konsep Mobile Kitchen (Food Truck) dan Food Stall.
Tim Creativism menerjemahkan arahan ini menjadi strategi teaser H-5 yang intensif. Lima hari sebelum launching, kami menjadwalkan konten harian yang dimulai dari Coming Soon, dilanjutkan dengan edukasi tentang teknik pengasapan, hingga perkenalan produk satu per satu. Setiap konten dirancang untuk membangun curiosity tanpa mengungkapkan terlalu banyak informasi sekaligus.
Konsep ini terinspirasi dari pendekatan mystery box: setiap hari, satu “misteri” dibuka, hingga pada hari-H seluruh identitas brand terungkap secara lengkap. Strategi ini terbukti efektif untuk membangun anticipation di tengah keterbatasan interaksi fisik selama pandemi.
Enam Content Pillar untuk Feed yang Variatif
Salah satu feedback awal dari Bu Amel adalah keinginan agar feed tidak terlihat monoton. Kami merespons hal ini dengan menyusun enam pilar konten yang memastikan setiap minggu ada variasi tema tanpa kehilangan konsistensi brand.
| Pilar Konten | Tujuan Strategis | Contoh Implementasi |
|---|---|---|
| Edukasi | Membangun awareness soal teknik pengasapan | “Kenapa harus diasap?” dan manfaat minyak rempah |
| Produk | Memperkenalkan menu dan varian secara bertahap | Ayam Asap, Bakmie, Bakso, Frozen Food |
| Tips | Memberikan value tambahan bagi audiens | Tips menyajikan frozen food dengan benar |
| Entertainment | Mendorong engagement lewat konten ringan | “Starter Pack WFH Paling Djuwara” |
| Informasi | Menyampaikan info outlet dan operasional | Lokasi PIM1, Area 51, jam operasional |
| Greeting | Membangun koneksi emosional dengan audiens | HUT RI ke-76, Tahun Baru Islam, Hari Raya |
Dengan enam pilar ini, kami bisa menyusun content calendar yang terstruktur sekaligus fleksibel. Jika ada perubahan jadwal launching atau event mendadak, kami tinggal menggeser prioritas pilar tanpa harus merombak seluruh rencana.
Konten edukasi: menjelaskan kenapa teknik pengasapan menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda
Identitas Visual Merah-Orange-Kuning
Tim jasa desain feed Instagram Creativism mengembangkan identitas visual dengan nuansa merah, orange, dan kuning sesuai arahan Pak Jani. Warna-warna hangat ini tidak dipilih secara acak. Dalam psikologi warna, merah dan orange merangsang nafsu makan dan menciptakan kesan energik, sementara kuning memberikan nuansa kehangatan yang sesuai dengan konsep makanan asap.
Namun, seiring waktu Bu Amel menyampaikan feedback penting: “Apa ada pilihan lain design biar tidak monoton di feednya dengan background merah dan kuning saja?” Tim desain langsung mengembangkan variasi tambahan. Beberapa konten mulai menggunakan foto produk full tanpa background warna. Ada juga konten dengan layout yang lebih minimalis untuk memberikan “breathing room” di antara konten-konten bertema warna hangat.
Hasilnya, feed Instagram @ayamasap_djuwara terasa lebih dinamis tanpa kehilangan kesatuan visual. Satu hal yang kami pelajari dari proyek ini: identitas visual yang kuat bukan berarti semua konten harus identik. Konsistensi terletak pada elemen-elemen brand yang terukur, seperti color palette dan tipografi, bukan pada keseragaman layout.
Timeline Pengerjaan: Dari Onboarding Hingga Post Pertama
Salah satu aspek yang paling menarik dari proyek ini adalah timeline-nya yang cukup ketat. Berikut kronologi lengkap pengerjaan dari hari pertama hingga konten mulai tayang di Instagram.
Fase 1: Onboarding dan Kick-off (26-31 Juli 2021)
26 Juli 2021 menjadi titik awal kolaborasi. WhatsApp group dibuat dan tim Creativism (dipimpin Syauqi sebagai Project Leader) berkenalan dengan seluruh tim Ayam Asap Djuwara. Pak Jani langsung memperkenalkan anggota timnya: Bu Amel, Bu Anna, dan Pak Gerry. Di hari pertama ini, diskusi sudah langsung mengarah pada visi brand dan ekspektasi konten.
29-31 Juli 2021, Anggit (Content Planner) mulai mengumpulkan materi produk. Pak Jani mengkonfirmasi keterlibatan Vina Panduwinata sebagai brand ambassador dan berbagi referensi visual untuk identitas brand. Diskusi intensif berlangsung seputar konsep teaser, pemilihan nuansa warna, dan penempatan tagline “Juaranya Ayam Asap” di konten.
Fase 2: Persiapan Aset dan Content Planning (1-12 Agustus 2021)
2 Agustus 2021, Agnes (Designer) mulai mengerjakan draft desain teaser. Nadella (Content Writer) berkoordinasi soal setup Facebook Page dan koneksi ke Instagram Business bersama Pak Gerry. Proses teknis ini penting untuk memastikan tools scheduling dan analytics bisa berfungsi sebelum konten pertama tayang.
12 Agustus 2021 menjadi momen penting karena foto produk akhirnya siap di Google Drive. Bu Amel memberikan brief lengkap yang mencakup tiga kebutuhan utama: pengenalan produk, edukasi teknik pengasapan, dan informasi launching. Di titik ini, Refi menggantikan Anggit sebagai Content Planner dan langsung menyiapkan content plan dua mingguan dalam format PDF.
Konten perkenalan produk: “Rasanya sudah pasti JUARA!” setelah revisi tagline dari Pak Jani
Fase 3: Approval dan Produksi Massal (14-16 Agustus 2021)
14 Agustus pukul 09:16, Refi mengirimkan content plan lengkap berisi headline, copy, dan referensi visual untuk dua minggu pertama. Format PDF dipilih agar klien bisa mereview dengan mudah di perangkat apa pun.
16 Agustus 2021, Pak Jani memberikan approval singkat: “Silahkan.” Hanya satu kata, tetapi itu sinyal yang kami butuhkan untuk masuk ke fase produksi dengan target posting konten pertama keesokan harinya. Tim langsung bekerja dengan ritme konsultasi harian per konten.
Fase 4: Go-Live dan Iterasi (17 Agustus – September 2021)
17 Agustus 2021 menjadi hari bersejarah: post pertama tayang. Konten Greeting HUT RI ke-76 dipilih sebagai pembuka karena momen nasional yang relevan. Setelah itu, Pak Jani memberikan feedback penting yang mengubah arah copywriting: tagline “Pasti bikin lidah bergoyang” diganti menjadi “Rasanya sudah pasti JUARA!” yang lebih selaras dengan positioning brand premium.
18-30 Agustus 2021, produksi berjalan dengan ritme harian. Setiap konten dikonsulkan melalui WhatsApp group, di-review oleh tim klien, direvisi jika diperlukan, lalu dijadwalkan untuk posting. Tim juga membantu repost story dari artis-artis yang mencicipi produk saat acara GASS (Grand Launching).
Satu feedback menarik dari Pak Jani yang menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh tim: “Ga usah pake ‘ga takut gendut lagi’, hindari body shaming.” Tim langsung memperbaiki copy dan menjadikan ini sebagai standar penulisan untuk semua proyek ke depan. Sensitivitas terhadap pesan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan, terutama untuk brand premium.
Tim Pengerjaan dan Alur Koordinasi
Proyek Ayam Asap Djuwara melibatkan dua tim yang bekerja berdampingan melalui WhatsApp group dengan konsultasi harian. Struktur ini dipilih karena empat stakeholder dari sisi klien membutuhkan channel komunikasi yang efisien dan responsif.
| Anggota Tim | Peran | Tanggung Jawab Utama |
|---|---|---|
| Tim Creativism | ||
| Syauqi | Project Leader | Koordinator utama, penghubung antar kedua tim |
| Anggit | Content Planner (fase awal) | Konsep dan content calendar pre-launching |
| Refi | Content Planner (fase lanjutan) | Content plan dan koordinasi produksi harian |
| Agnes | Designer | Eksekusi visual dari teaser hingga konten reguler |
| Nadella | Content Writer | Upload konten, jadwal posting, koordinasi repost |
| Tim Ayam Asap Djuwara | ||
| Pak Jani Panduwinata | Koordinator | Decision maker, approval konten dan arah brand |
| Bu Amel | Marketing | Brief detail dan feedback kreatif |
| Bu Anna | Support | Koordinasi dan informasi operasional |
| Pak Gerry | Technical | Setup Facebook Page, Instagram Business, akses teknis |
Alur koordinasi yang digunakan cukup straightforward: Refi mengirimkan content plan dalam format PDF melalui WhatsApp group. Tim klien mereview dan memberikan approval atau revisi. Setelah di-approve, Agnes mengerjakan desain. Desain dikirim ulang ke group untuk review visual. Setelah fix, Nadella menjadwalkan posting.
Sistem ini memastikan setiap konten mendapat minimal dua kali review sebelum tayang: pertama pada tahap copywriting dan kedua pada tahap desain. Dengan empat stakeholder yang aktif memberikan feedback, ritme ini membantu menghindari miskomunikasi dan memastikan semua pihak punya visibilitas penuh terhadap konten yang akan diposting.
Hasil Produksi Konten Instagram
Selama periode kerja sama Juli hingga September 2021, tim Creativism berhasil memproduksi konten yang mencakup seluruh enam pilar konten yang telah dirancang. Berikut ringkasan hasil produksi:
| Metrik | Hasil |
|---|---|
| Total Feed Posts | 20+ konten |
| Periode Aktif | 2+ bulan (Juli – September 2021) |
| Waktu Onboarding ke Post Pertama | 22 hari |
| Rata-rata Response Approval | Kurang dari 24 jam |
| Jumlah Content Pillar | 6 kategori |
| Story Repost dari Artis | Beberapa kali selama grand launching |
| Jumlah Stakeholder Klien | 4 orang (multi-stakeholder) |
| Format Konten | Feed single post + Story repost |
Contoh Konten yang Diproduksi
Konten Edukasi menjadi pilar yang paling strategis untuk brand baru. Konten seperti “Kenapa harus diasap?” menjelaskan bahwa ayam yang dimatangkan lewat pengasapan memiliki cita rasa lebih lezat dengan aroma yang wangi. Konten tips menyajikan frozen food memberikan value bagi konsumen yang membeli produk frozen Ayam Asap Djuwara.
Konten tips: panduan step-by-step menyajikan frozen food yang benar
Konten Produk memperkenalkan setiap varian secara bertahap. “Kenalan sama Ayam Asap Djuwara” dengan tagline revisi “Rasanya sudah pasti JUARA!” menjadi konten hero. Produk Bakso Asap ditampilkan dengan copy “Cita rasa tinggi dengan rempah pilihan”. Frozen Ayam Asap dan dua varian sambal (Original dan Rempah) masing-masing mendapat konten dedicated.
Konten produk: Bakso Ayam Asap dengan tagline “Cita rasa tinggi dengan rempah pilihan”
Konten Entertainment seperti “Starter Pack WFH Paling Djuwara” sangat relatable di masa pandemi dan mendorong engagement organik. Konten ini menunjukkan bahwa brand premium pun bisa memiliki sisi playful tanpa mengurangi kredibilitas.
Konten entertainment: Starter Pack WFH Paling Djuwara yang relatable di masa pandemi
Konten Informasi menyampaikan detail operasional yang penting bagi calon pelanggan. Informasi lokasi outlet di PIM1, Area 51 beserta jam operasional ditampilkan dengan desain yang eye-catching sehingga audiens bisa langsung menyimpan informasi ini.
Konten informasi: lokasi outlet pertama di PIM1, Area 51 dengan jam operasional 10.00-19.00
Tiga Pencapaian Utama dari Proyek Ini
Setelah dua bulan lebih menjalankan strategi konten, ada tiga pencapaian yang patut digarisbawahi dari kolaborasi dengan Ayam Asap Djuwara.
1. Peluncuran brand berhasil meskipun di tengah pandemi. Strategi teaser H-5 dan konten edukasi yang konsisten berhasil membangun anticipation sebelum outlet resmi beroperasi. Audiens sudah mengenal produk dan value proposition brand sebelum bisa mencobanya langsung. Di masa di mana banyak bisnis kuliner menunda launching, Ayam Asap Djuwara justru berhasil membangun presence digital yang solid.
2. Identitas visual yang kuat dan konsisten sejak hari pertama. Feed Instagram @ayamasap_djuwara langsung memiliki karakter visual yang distinct dengan palet merah-orange-kuning. Variasi desain yang dikembangkan berdasarkan feedback Bu Amel (kombinasi background warna dan foto full) menjaga feed tetap menarik tanpa kehilangan kesatuan visual. Untuk brand yang baru launching, memiliki identitas visual yang mapan sejak awal adalah keunggulan kompetitif yang signifikan.
3. Integrasi endorsement dengan konten reguler yang seamless. Story repost dari brand ambassador Vina Panduwinata dan artis-artis yang hadir di acara GASS terintegrasi rapi dengan jadwal konten reguler. Ini memperluas jangkauan ke segmen audiens yang lebih luas sambil memperkuat kredibilitas brand di mata calon pelanggan.
Konten produk: perkenalan dua varian sambal, Original dan Rempah
Feedback Langsung dari Tim Ayam Asap Djuwara
Salah satu indikator keberhasilan sebuah proyek social media management adalah respons langsung dari klien selama proses pengerjaan. Berikut beberapa feedback yang kami terima dari tim Ayam Asap Djuwara melalui WhatsApp group:
“Nahhh.. ini bagus.”
Pak Jani Panduwinata, setelah mereview desain dengan foto produk yang tepat
“Bagus.. posting di story ya setiap jam 11 siang.”
Bu Amel, memberikan approval sekaligus instruksi jadwal posting
“Lebih bagus.. untuk licensenya aman untuk personal dan commercial use.”
Pak Jani, mengapresiasi perbaikan desain dan perhatian tim terhadap aspek legal aset visual
Feedback-feedback ini menunjukkan tingkat kepuasan klien terhadap kualitas output dan profesionalisme tim. Yang menarik, Pak Jani tidak hanya memperhatikan sisi estetis tetapi juga aspek legal (lisensi foto), menunjukkan bahwa klien ini memahami pentingnya compliance dalam penggunaan aset digital. Tim Creativism harus siap menjawab pertanyaan semacam ini karena semua aset non-foto produk berasal dari microstock berlisensi personal dan commercial use.
Konten produk Frozen Ayam Asap: solusi praktis untuk menikmati ayam asap premium di rumah
Pelajaran Penting dari Proyek Ayam Asap Djuwara
Setiap proyek social media management memberikan pelajaran yang bisa diterapkan di proyek-proyek selanjutnya. Dari kolaborasi dengan Ayam Asap Djuwara, ada empat pelajaran kunci yang menjadi bagian dari best practice tim Creativism.
Brief yang terstruktur menghemat waktu secara signifikan. Bu Amel memberikan brief dengan poin-poin jelas di setiap tahapan. Informasi tentang produk, target audience, dan ekspektasi visual disampaikan secara sistematis. Hasilnya, content plan lebih akurat dan jumlah putaran revisi berkurang drastis. Ini menjadi pengingat bahwa kualitas output sangat dipengaruhi oleh kualitas input dari klien.
Sensitivitas pesan adalah hal yang tidak bisa dikompromikan. Feedback Pak Jani soal menghindari body shaming menjadi standar baru dalam penulisan copy untuk semua proyek. Kalimat seperti “ga takut gendut lagi” mungkin terdengar ringan, tetapi bisa menyinggung sebagian besar audiens dan merusak citra brand premium. Untuk bisnis kuliner yang menargetkan segmen premium, setiap kata harus dipilih dengan hati-hati.
Strategi pre-launch menentukan momentum launching. Untuk bisnis yang benar-benar baru, konten teaser dan edukasi sebelum hari-H membantu audiens memahami produk lebih dulu. Ketika outlet akhirnya buka, mereka sudah memiliki alasan untuk datang. Ini jauh lebih efektif dibanding langsung memposting konten promosi tanpa konteks.
Aspek legal aset visual harus selalu diperhatikan. Pak Jani langsung bertanya soal hak cipta foto yang digunakan dalam desain. Untuk brand premium, penggunaan aset ilegal bisa menjadi masalah serius. Tim harus selalu siap menjelaskan status lisensi setiap aset yang digunakan dan memastikan semua foto dari microstock memiliki lisensi commercial use.
Mengapa Jasa Kelola Instagram Penting untuk Brand Kuliner Baru
Proyek Ayam Asap Djuwara memberikan gambaran jelas tentang mengapa brand kuliner baru membutuhkan jasa kelola Instagram profesional, bukan hanya mengandalkan posting sendiri secara sporadis.
Konsistensi visual sejak hari pertama. Brand kuliner yang baru launching hanya punya satu kesempatan untuk membuat kesan pertama yang kuat. Feed Instagram yang profesional dan konsisten secara visual langsung membangun kredibilitas di mata calon pelanggan. Ayam Asap Djuwara langsung terlihat seperti brand established meskipun baru saja launching.
Content strategy yang terstruktur. Tanpa tim profesional, kebanyakan brand kuliner baru hanya memposting foto produk secara random. Padahal, strategi konten yang terstruktur dengan pilar-pilar yang jelas jauh lebih efektif untuk membangun brand awareness dan engagement. Enam content pillar yang kami rancang untuk Ayam Asap Djuwara memastikan setiap konten memiliki tujuan strategis.
Kecepatan eksekusi. Dari onboarding hingga post pertama hanya butuh 22 hari. Ini termasuk pengumpulan aset, persiapan content plan, proses desain, dan approval dari empat stakeholder. Kecepatan ini sulit dicapai tanpa tim yang sudah terbiasa menangani proyek serupa.
Fleksibilitas menghadapi perubahan. Timeline launching yang berubah-ubah karena pandemi membutuhkan tim yang bisa beradaptasi dengan cepat. Content plan harus bisa digeser tanpa mengorbankan kualitas atau konsistensi. Pengalaman menangani berbagai jenis klien membuat tim Creativism terbiasa menghadapi situasi seperti ini.
Jika Anda sedang mempersiapkan launching bisnis kuliner dan membutuhkan tim social media management yang berpengalaman, jasa kelola Instagram Creativism siap membantu membangun presence digital brand Anda dari nol.
FAQ
Apakah Creativism bisa menangani launching brand baru dari nol?
Bisa. Untuk Ayam Asap Djuwara, kami menangani semuanya mulai dari content planning, desain visual, copywriting, hingga scheduling dan posting. Strategi kami mencakup konten teaser sebelum launching dan konten reguler setelahnya. Tim kami terbiasa bekerja dengan brand yang belum memiliki identitas visual atau konten sama sekali.
Berapa lama persiapan sebelum konten pertama bisa tayang?
Untuk proyek Ayam Asap Djuwara, waktu dari onboarding hingga post pertama adalah 22 hari. Periode ini mencakup pengumpulan aset, foto produk, penyusunan content plan, dan proses desain. Durasi ini bisa lebih singkat jika klien sudah memiliki aset visual yang lengkap.
Apakah tim membantu setup akun Instagram Business dan Facebook Page?
Ya. Content Writer kami membantu koordinasi setup Instagram Business dan koneksi ke Facebook Page. Ini penting untuk keperluan scheduling otomatis, akses insight analytics, dan fitur-fitur bisnis lainnya yang tidak tersedia di akun personal.
Bagaimana jika ada endorsement dari artis yang perlu di-repost?
Tim akan memonitor dan me-repost story dari brand ambassador atau influencer sesuai jadwal yang telah disepakati. Untuk Ayam Asap Djuwara, kami menangani repost story dari Vina Panduwinata dan artis-artis yang hadir di acara grand launching. Jadwal repost disesuaikan dengan jam optimal engagement.
Bisa request variasi desain supaya feed tidak terlihat monoton?
Tentu bisa. Kami mengembangkan beberapa variasi dalam brand guideline yang sama. Untuk Ayam Asap Djuwara, variasi mencakup konten dengan background warna, foto produk full, dan layout berbeda. Bu Amel sendiri yang meminta variasi ini, dan hasilnya feed jadi lebih dinamis tanpa kehilangan konsistensi brand.
Bagaimana sistem approval konten sebelum posting?
Setiap konten dikonsultasikan via WhatsApp group sebelum di-approve dan dijadwalkan. Content plan dalam format PDF dikirimkan terlebih dahulu untuk review copy. Setelah copy di-approve, desain dikerjakan dan dikirim ulang untuk review visual. Rata-rata response approval dari tim Ayam Asap Djuwara kurang dari 24 jam.
Berapa banyak konten yang bisa diproduksi dalam satu bulan?
Jumlah konten disesuaikan dengan paket layanan yang dipilih. Untuk Ayam Asap Djuwara, kami memproduksi 20+ konten dalam 2 bulan, atau rata-rata 10+ konten per bulan. Konten ini mencakup enam pilar berbeda: edukasi, produk, tips, entertainment, informasi, dan greeting.
Siap Meluncurkan Brand Kuliner Anda?
Apakah Anda sedang mempersiapkan launching bisnis kuliner? Atau ingin merevitalisasi brand F&B yang sudah berjalan dengan strategi konten yang lebih segar dan terstruktur?
Pengalaman kami menangani Ayam Asap Djuwara membuktikan bahwa brand kuliner baru bisa memiliki presence digital yang kuat sejak hari pertama, bahkan di tengah kondisi pandemi yang penuh keterbatasan. Kuncinya adalah strategi konten yang terstruktur, identitas visual yang konsisten, dan tim yang bisa beradaptasi dengan perubahan.
Konsultasikan kebutuhan Anda secara GRATIS. Tim Creativism akan membantu merancang content strategy yang sesuai dengan produk, target market, dan timeline launching Anda.
Hubungi Kami: creativism.id/contact-us | WhatsApp: 6281 22222 7920
Portfolio Lainnya
Lihat juga studi kasus jasa kelola Instagram lainnya dari Creativism:











