Juli 2021. Idul Adha tinggal dua minggu. PPKM memperketat mobilitas di seluruh Jawa. Dan seorang pemilik brand fashion muslim pria bernama Ibu Nur Latifah menghubungi Creativism dengan satu pertanyaan sederhana: “Bisa bantu kelola Instagram @alfawwazofficial?”
Tantangannya jelas sejak awal. Al Fawwaz menjual kurta dan kemeja koko pria, tapi feed Instagram-nya belum punya identitas visual. Kontennya belum konsisten. Dan audiens pria terkenal susah diajak interaksi di media sosial.
Kami punya waktu satu bulan, 20 konten (15 feed + 5 story), dan satu aturan ketat dari klien: semua konten harus sesuai sunnah.
Ini cerita bagaimana tim Creativism mengubah akun tanpa arah menjadi feed Instagram yang terstruktur, bernilai Islami, dan menghasilkan engagement nyata di tengah pandemi.
Fevzi Kurta Series varian Garnet, salah satu produk unggulan Al Fawwaz
Daftar Isi
Toggle| Klien | Ibu Nur Latifah (@alfawwazofficial) |
| Industri | Fashion Muslim Pria |
| Tagline | Sunnah Clothes |
| Periode | Juli – Agustus 2021 (1 bulan) |
| Layanan | Social Media Management – Paket Bronze |
| Deliverables | 15 Konten Feed + 5 Konten Story |
| Investasi | Rp 700.000 |
| Revisi | 1 kali per konten |
Al Fawwaz adalah brand fashion muslim pria asal Indonesia yang mengusung tagline “Sunnah Clothes.” Fokusnya menyediakan pakaian syari berkualitas untuk pria modern yang ingin tampil rapi tanpa mengorbankan kaidah berpakaian dalam Islam.
Target pasar utama mereka: pria Muslim usia 25-34 tahun yang aktif, peduli penampilan, dan tetap menjaga nilai Islami. Al Fawwaz juga menyasar segmen keluarga lewat produk family set untuk momen hari raya.
Saat Creativism pertama kali mengaudit akun @alfawwazofficial, kami menemukan beberapa masalah mendasar:
Klien sendiri menyadari hal ini. Di percakapan awal via WhatsApp, Ibu Latifah langsung menegaskan satu syarat: “Kontennya harus sesuai sunnah, ya.” Bahkan ketika tim kami mengusulkan konten tentang hijab (karena melihat ada produk gamis di Google Drive), Ibu Latifah langsung mengoreksi bahwa Al Fawwaz khusus produk pria, gamis milik sister brand Kaisya.
Koreksi cepat seperti ini yang membuat kolaborasi berjalan efisien.
Ini bukan sekadar akun fashion. Setiap konten harus membawa nilai Islami tanpa terasa menggurui, sekaligus tetap mempromosikan produk tanpa terasa memaksa. Kutipan hadits harus diperiksa sumbernya. Caption harus relatable untuk pria muda Muslim, bukan terdengar seperti khutbah Jumat.
Berbeda dengan segmen fashion wanita yang aktif like, comment, dan share, audiens pria cenderung scroll tanpa berinteraksi. Kami butuh format konten yang memancing respons tanpa terkesan memohon.
Proyek berjalan di puncak PPKM Juli 2021. Masjid banyak yang tutup untuk berjamaah. Konten Islami tentang shalat di masjid harus diadaptasi agar tetap relevan dengan kondisi di rumah.
Beberapa produk seperti Fevzi Series sudah sold out saat proyek dimulai. Foto produk terbatas. Untuk foto yang menampilkan model perempuan atau anak kecil, wajah harus diblur atau ditutup stiker sesuai permintaan klien.
Konten edukasi “Ikut Trend Boleh, Tapi Ingat Aurat” menggabungkan pesan fashion dan syariat
Kami merancang empat pilar konten yang saling melengkapi. Setiap pilar punya peran spesifik, dan proporsinya diatur agar feed tidak monoton.
Konten reminder shalat, kutipan hadits shahih, dan tips ibadah harian. Setiap hadits disertai sumber lengkap (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, An-Nasa’i) untuk menjaga kredibilitas. Contoh konten: “Ngelupain Masa Lalu Boleh, Ngelupain Al-Kahfi Jangan!” dengan dalil dari HR. An-Nasa’i dan Baihaqi tentang keutamaan membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat.
Konten reminder harian: “Udah Baca Qur’an Belum Hari Ini?”
Foto produk Hagia, Fevzi, dan Sofia Series yang ditampilkan dengan gaya OOTD (Outfit of the Day). Pendekatan soft selling: konten tidak bilang “beli sekarang,” tapi menunjukkan bagaimana produk Al Fawwaz melengkapi gaya hidup Muslim modern.
Konten OOTD: “Tampil Syari Tetap Trendy dengan Al Fawwaz”
Polling dan versus content yang dirancang khusus untuk memancing respons dari audiens pria. Contoh paling efektif: “Lebih Suka Hagia Warna Apa?” dengan empat pilihan warna (Army, Boysenberry, Cavern Clay, Navy) dan “Like Kalau Suka Fevzi, Comment Kalau Suka Hagia!” yang memaksa followers memilih.
Konten polling warna Hagia Kemko yang mengundang partisipasi followers
Proyek bertepatan dengan bulan Dzulhijjah dan Idul Adha 1442 H. Kami membuat konten ucapan hari raya, konten puasa Arafah (dengan dalil tentang penghapusan dosa setahun lalu dan setahun mendatang), serta konten “Kompak di Hari Raya” yang mempromosikan family set Al Fawwaz untuk momen kurban.
Konten ucapan Idul Adha 1442 H dengan desain yang selaras dengan identitas visual Al Fawwaz
Proyek ini menggunakan sistem kerja yang rapi meski skalanya kecil. Begini prosesnya:
Selama satu bulan, tim Creativism memproduksi total 18 konten (15 feed + 5 story, beberapa story merupakan adaptasi dari konten feed). Berikut daftar lengkapnya:
Konten “Kompak di Hari Raya” mempromosikan family set untuk Idul Adha
Testimoni pelanggan ditampilkan dengan desain bubble chat yang menarik
Lima konten story dirancang dengan pendekatan berbeda dari feed. Format vertikal memungkinkan tampilan yang lebih personal dan langsung. Kontennya mencakup quotes hadits harian, showcase varian warna produk, cara order, dan testimoni pelanggan.
Story Instagram menampilkan empat varian warna Hagia Kemko
Dalam 30 hari kolaborasi, berikut pencapaian yang berhasil diraih:
Mengelola social media untuk brand fashion muslim punya keunikan tersendiri. Beberapa hal yang kami pelajari:
Konten Islami bukan penghambat penjualan. Justru sebaliknya. Followers datang untuk nilai Islami, lalu mengenal produknya secara organik. Pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding hard selling di setiap postingan.
Audiens pria merespons format “pilih salah satu.” Polling warna dan versus content (Fevzi vs Hagia) berhasil memancing interaksi yang biasanya sulit didapat dari segmen pria.
Koreksi cepat dari klien menyelamatkan waktu. Ibu Latifah langsung mengoreksi ketika ada usulan konten yang kurang tepat (hijab di akun produk pria). Komunikasi terbuka seperti ini membuat proyek berjalan tanpa revisi besar.
Momentum kalender Hijriah harus direncanakan sejak awal. Konten hari raya, puasa sunnah, dan reminder ibadah perlu masuk content calendar dari hari pertama agar tidak terburu-buru.
Creativism adalah digital marketing agency berbasis di Yogyakarta dengan pengalaman menangani 200+ proyek di berbagai industri. Kami memahami bahwa setiap brand punya kebutuhan konten yang berbeda, termasuk brand fashion muslim yang membutuhkan pendekatan khusus agar konten tetap selaras dengan nilai-nilai yang dianut.
Layanan kami mencakup Social Media Management, SEO, Website Development, Google Ads, dan Meta Ads.
Lihat portofolio lengkap kami atau langsung hubungi Creativism untuk konsultasi gratis.
Al Fawwaz Official adalah brand fashion muslim pria asal Indonesia dengan tagline “Sunnah Clothes.” Produk utamanya meliputi Fevzi Series (kurta modern), Hagia Series (kemeja koko family set), dan Sofia Series (family set lengkap untuk hari raya).
Creativism menangani social media management untuk Instagram @alfawwazofficial selama satu bulan (Juli-Agustus 2021). Deliverables mencakup 15 konten feed dan 5 konten story, termasuk content planning, desain visual, dan jadwal posting.
Kami menggunakan sistem empat pilar konten: edukasi Islami (hadits dan reminder ibadah), showcase produk (OOTD dan foto produk), konten interaktif (polling dan versus), dan momentum hari raya (Idul Adha dan Dzulhijjah). Proporsi keempatnya seimbang agar feed tidak monoton.
Proyek ini menggunakan Paket Bronze senilai Rp 700.000 untuk satu bulan dengan 20 konten (15 feed + 5 story) dan batas revisi 1 kali per konten. Harga paket terbaru bisa dilihat di halaman layanan Creativism.
Audiens pria cenderung pasif di Instagram dibanding segmen wanita. Konten interaktif seperti polling warna favorit dan format “like vs comment” terbukti memancing respons karena memberikan pilihan yang mudah dijawab tanpa harus mengetik komentar panjang.
Tidak semua. Konten pilar edukasi Islami memang mengandung kutipan hadits shahih lengkap dengan sumber (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, An-Nasa’i). Konten produk dan interaktif tetap bernuansa Islami dalam copywriting-nya, tapi tidak selalu menyertakan dalil spesifik.
Hubungi tim Creativism melalui halaman kontak atau langsung via WhatsApp. Tim kami akan melakukan konsultasi gratis untuk memahami kebutuhan konten bisnis Anda, lalu menyusun proposal dan content plan yang sesuai.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.