Juli 2021, di puncak PPKM, sebuah keluarga di Jakarta sedang menyiapkan peluncuran bisnis kuliner. Produk utamanya ayam yang dimatangkan lewat teknik pengasapan tradisional, tanpa MSG, dengan bumbu rempah racikan sendiri. Nama brand-nya: Ayam Asap Djuwara, dengan tagline “Juaranya Ayam Asap”. Dan brand ambassador-nya bukan sembarang orang: Vina Panduwinata.
Masalahnya, restoran belum buka. Akun Instagram masih kosong. Foto produk masih dalam proses. Pandemi membatasi mobilitas calon pelanggan. Semua harus dibangun dari nol, dan waktunya sempit.
Creativism masuk sebagai tim social media management untuk menangani seluruh kebutuhan konten Instagram @ayamasap_djuwara menjelang grand launching.
Feed Instagram @ayamasap_djuwara yang dikelola Creativism selama fase launching
Daftar Isi
ToggleAyam Asap Djuwara bukan bisnis kecil-kecilan. Tim mereka terdiri dari Pak Jani Panduwinata (koordinator utama), Bu Amel (marketing), Bu Anna, dan Pak Gerry (operasional). Menu yang disiapkan cukup luas: mulai dari Nasi Ayam Asap Panggang, Goreng, hingga Geprek. Ada lini Bakmie Herbs Oil (varian Shiitake, Iga, Lidah, Cakalang) yang menggunakan minyak rempah sehat. Plus produk frozen dan pelengkap seperti Sambal Original dan Sambal Rempah.
Tiga tantangan utama yang harus dipecahkan:
Pak Jani sudah punya gambaran jelas soal tahapan konten. Di bulan pertama, fokusnya adalah teaser produk, soft opening, grand opening, perkenalan menu, promo launching, dan repost review dari artis serta influencer. Bulan kedua baru masuk ke program kemitraan (franchise), termasuk konsep Mobile Kitchen (Food Truck) dan Food Stall.
Tim jasa konten Instagram Creativism menerjemahkan arahan ini menjadi strategi teaser H-5 yang intensif: mulai dari konten Coming Soon, edukasi teknik pengasapan, hingga perkenalan produk satu per satu.
Konten Greeting HUT RI ke-76: post pertama yang tayang di akun @ayamasap_djuwara
Agar feed tidak monoton (salah satu feedback langsung dari Bu Amel), kami menyusun enam pilar konten:
| Pilar | Tujuan | Contoh |
|---|---|---|
| Edukasi | Bangun awareness soal teknik pengasapan | “Kenapa harus diasap?” dan manfaat minyak rempah |
| Produk | Perkenalkan menu dan varian | Ayam Asap, Bakmie, Bakso, Frozen Food |
| Tips | Berikan value tambahan | Tips menyajikan frozen food, tips WFH |
| Entertainment | Dorong engagement lewat konten ringan | Starter Pack WFH Paling Djuwara |
| Informasi | Sampaikan info outlet dan operasional | Lokasi outlet, jam buka, Coming Soon |
| Greeting | Bangun koneksi emosional | HUT RI, Hari Raya, Tahun Baru Islam |
Konten edukasi: menjelaskan kenapa teknik pengasapan menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda
Tim jasa desain feed Instagram mengembangkan identitas visual dengan nuansa merah, orange, dan kuning sesuai arahan Pak Jani. Warna-warna hangat ini dipilih karena mencerminkan kehangatan makanan asap dan energi brand.
Seiring berjalan, Bu Amel menyampaikan feedback: “Apa ada pilihan lain design biar tidak monoton di feednya dengan background merah dan kuning saja?” Tim langsung mengembangkan variasi. Beberapa konten menggunakan foto produk full tanpa background warna. Hasilnya, feed terasa lebih dinamis tanpa kehilangan konsistensi.
26 Juli – WhatsApp group dibuat. Tim Creativism (Syauqi sebagai project leader) berkenalan dengan tim Ayam Asap Djuwara. Pak Jani langsung membagikan kontak anggota tim: Bu Amel, Bu Anna, dan Pak Gerry.
29-31 Juli – Anggit (Content Planner) mulai meminta materi produk. Pak Jani mengkonfirmasi Vina Panduwinata sebagai brand ambassador dan memberikan referensi visual. Diskusi seputar konsep teaser, nuansa warna, dan tagline “Juaranya Ayam Asap” berlangsung intensif.
2 Agustus – Agnes (Designer) mulai mengerjakan draft teaser. Nadella (Content Writer) berkoordinasi soal setup Facebook Page dan koneksi ke Instagram Business. Pak Gerry membantu dari sisi teknis.
12 Agustus – Foto produk ready di Google Drive. Bu Amel memberikan brief lengkap: konten harus mencakup pengenalan produk, edukasi teknik pengasapan, dan informasi launching. Refi menggantikan Anggit sebagai Content Planner dan langsung menyiapkan content plan dua mingguan.
Konten perkenalan produk dengan tagline “Rasanya sudah pasti JUARA!” hasil revisi dari Pak Jani
14 Agustus pukul 09:16 – Refi mengirimkan content plan lengkap dalam format PDF berisi headline, copy, dan referensi visual untuk dua minggu pertama.
16 Agustus – Pak Jani meng-approve: “Silahkan.” Tim langsung masuk ke fase produksi dengan target konsultasi harian per konten.
17 Agustus – Post pertama tayang! Konten Greeting HUT RI ke-76 menjadi pembuka. Setelah itu, Pak Jani memberikan feedback penting: tagline “Pasti bikin lidah bergoyang” diganti menjadi “Rasanya sudah pasti JUARA!” yang lebih selaras dengan positioning brand.
18-30 Agustus – Produksi berjalan dengan ritme harian. Setiap konten dikonsulkan, di-review, direvisi jika perlu, lalu dijadwalkan posting. Tim juga membantu repost story dari artis-artis yang mencicipi produk saat acara GASS (Grand Launching).
Satu feedback menarik dari Pak Jani yang menjadi pembelajaran: “Ga usah pake ‘ga takut gendut lagi’, hindari body shaming.” Tim langsung memperbaiki copy dan menjadikan ini sebagai standar penulisan ke depan.
Konten produk Bakso Ayam Asap: “Cita rasa tinggi dengan rempah pilihan”
Proyek ini melibatkan dua tim yang bekerja berdampingan lewat WhatsApp group dengan konsultasi harian:
Tim Creativism:
Tim Ayam Asap Djuwara:
Konten produk: perkenalan dua varian sambal, Original dan Rempah
| Metrik | Hasil |
| Total Feed Posts | 20+ konten |
| Periode Aktif | 2+ bulan |
| Waktu Onboarding ke Post Pertama | 22 hari |
| Rata-rata Response Approval | < 24 jam |
| Cakupan Content Pillar | 6 kategori |
| Story Repost dari Artis | Beberapa kali selama grand launching |
Konten Edukasi:
Konten Produk:
Konten tips: panduan menyajikan frozen food yang benar
Konten Entertainment dan Informasi:
Konten entertainment: Starter Pack WFH Paling Djuwara
1. Peluncuran berhasil meskipun di tengah pandemi. Strategi teaser H-5 dan konten edukasi yang konsisten berhasil membangun anticipation sebelum outlet resmi beroperasi. Audiens sudah mengenal produk dan value proposition sebelum bisa mencobanya langsung.
2. Identitas visual yang konsisten sejak hari pertama. Feed Instagram @ayamasap_djuwara langsung punya karakter kuat dengan palet merah-orange-kuning. Variasi desain (background warna dan foto full) menjaga feed tetap menarik tanpa kehilangan kesatuan visual.
3. Integrasi endorsement dengan konten reguler. Story repost dari brand ambassador dan artis-artis GASS terintegrasi rapi dengan jadwal konten reguler, memperluas jangkauan ke segmen audiens yang lebih luas.
Konten produk Frozen Ayam Asap untuk segmen konsumen di rumah
Beberapa feedback yang diberikan selama proyek berjalan:
“Nahhh.. ini bagus.”
Pak Jani Panduwinata, setelah mereview desain dengan foto produk yang tepat
“Bagus.. posting di story ya setiap jam 11 siang.”
Bu Amel, memberikan approval sekaligus instruksi jadwal posting
“Lebih bagus.. untuk licensenya aman untuk personal dan commercial use.”
Pak Jani, mengapresiasi perbaikan desain dan perhatian tim terhadap aspek legal
Konten informasi outlet pertama di PIM1, Area 51
Brief yang terstruktur menghemat waktu. Bu Amel memberikan brief dengan poin-poin jelas di setiap tahapan. Ini membuat content plan lebih akurat dan mengurangi putaran revisi yang tidak perlu.
Sensitivitas pesan itu penting. Feedback Pak Jani soal body shaming menjadi pengingat bahwa copywriting harus inklusif. Kalimat seperti “ga takut gendut lagi” mungkin terdengar ringan, tapi bisa menyinggung sebagian audiens.
Strategi pre-launch menentukan momentum. Untuk bisnis yang benar-benar baru, konten teaser dan edukasi sebelum hari-H membantu audiens memahami produk lebih dulu. Ketika outlet buka, mereka sudah punya alasan untuk datang.
Perhatikan aspek legal aset. Pak Jani langsung bertanya soal hak cipta foto yang digunakan. Tim harus siap menjelaskan bahwa semua aset dari microstock memiliki lisensi commercial use. Ini bukan hal sepele untuk brand premium.
Bisa. Untuk Ayam Asap Djuwara, kami menangani semuanya mulai dari content planning, desain, copywriting, hingga scheduling. Strategi kami mencakup konten teaser sebelum launching dan konten reguler setelahnya.
Untuk proyek ini, waktu dari onboarding hingga post pertama adalah 22 hari. Periode ini mencakup pengumpulan aset, foto produk, penyusunan content plan, dan proses desain.
Ya. Content Writer kami membantu koordinasi setup Instagram Business dan koneksi ke Facebook Page untuk keperluan scheduling dan akses insight analytics.
Tim akan memonitor dan me-repost story dari brand ambassador atau influencer. Jadwal repost disesuaikan dengan jam optimal engagement agar dampaknya maksimal.
Tentu. Kami mengembangkan beberapa variasi dalam brand guideline yang sama: konten dengan background warna, foto produk full, dan layout berbeda. Bu Amel sendiri yang meminta ini, dan hasilnya feed jadi lebih dinamis.
Semua aset non-foto produk (ilustrasi, stock photo) berasal dari microstock berlisensi personal dan commercial use. Jika klien bertanya, kami langsung menginformasikan status lisensinya.
Ya. Setiap konten dikonsultasikan via WhatsApp group sebelum di-approve dan dijadwalkan. Jika ada revisi, diselesaikan sebelum tanggal tayang. Untuk Ayam Asap Djuwara, rata-rata response approval kurang dari 24 jam.
Apakah Anda sedang mempersiapkan launching bisnis kuliner? Atau ingin merevitalisasi brand F&B yang sudah berjalan dengan strategi konten yang segar?
Konsultasikan kebutuhan Anda secara GRATIS. Tim Creativism akan membantu merancang content strategy yang sesuai dengan produk dan target market Anda.
Hubungi Kami: creativism.id/contact-us
Lihat juga studi kasus jasa kelola Instagram lainnya dari Creativism:
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.