Ini studi kasus tentang website kami sendiri, creativism.id. Sebelum kami berani menawarkan jasa SEO ke orang lain, kami harus buktikan dulu di rumah sendiri. Ceritanya dimulai tahun 2021, saat website ini cuma punya 25 keyword yang masuk halaman pertama Google. Empat tahun kemudian, angka itu naik ke ratusan keyword.
Prosesnya tidak instan. Butuh waktu, konsistensi, dan banyak percobaan. Tapi justru karena kami mengerjakan semuanya di website sendiri, kami tahu persis mana yang berhasil dan mana yang tidak.
Halaman depan creativism.id, website yang jadi laboratorium SEO kami sejak 2021
Daftar Isi
ToggleKondisi Awal, 25 Keyword dan Banyak Harapan
Creativism berdiri sekitar tahun 2019. Awalnya kami fokus di social media marketing, terutama Instagram. Klien datang lewat mulut ke mulut dan Instagram ads. Website ada, tapi fungsinya lebih sebagai “kartu nama digital”, halaman depan, halaman layanan, selesai.
Di pertengahan 2021, founder kami (Syauqi) memutuskan untuk serius masuk ke jasa SEO. Masalahnya: bagaimana mau jualan jasa SEO kalau website sendiri tidak muncul di Google?
Jadi kami mulai dari situ. Audit website sendiri.
Hasilnya? Agustus 2021, creativism.id hanya punya 25 keyword organik yang masuk peringkat. Traffic dari Google sangat kecil. Kompetitor kami waktu itu bukan agensi besar, kami bersaing dengan website-website kecil yang sama barunya.
Metrik SEO creativism.id di Agustus 2021, titik awal perjalanan ini
Hanya 25 keyword organik di awal. Kebanyakan bahkan bukan keyword yang kami target secara sadar
Kompetitor kami di 2021, sesama website baru yang berjuang untuk muncul di Google
Kondisi ini jujur cukup memalukan kalau dipikir-pikir. Tapi justru dari sini kami punya baseline yang jelas: nol besar, dan satu-satunya arah adalah naik.
Langkah Pertama, Benahi Fondasi Teknis Dulu
Sebelum menulis satu artikel pun, kami perbaiki dulu hal-hal teknis yang sering diabaikan.
Pertama, audit menggunakan Screaming Frog. Hasilnya banyak masalah: halaman yang tidak ter-index, struktur URL yang berantakan, sitemap yang tidak lengkap, dan kecepatan loading yang lambat.
Kami restrukturisasi sitemap. Semua halaman layanan dibuat ulang dengan URL yang bersih dan konsisten. Halaman-halaman yang tidak relevan di-redirect atau dihapus.
Untuk kecepatan, kami pindah ke LiteSpeed dan pasang Cloudflare. Semua gambar dikonversi ke format WebP. Lazy loading diaktifkan untuk gambar yang tidak langsung terlihat di layar. Plugin yang tidak perlu dihapus satu per satu.
Proses ini tidak glamor. Tidak ada hasil instan yang bisa di-screenshot. Tapi tanpa fondasi ini, semua konten yang kami tulis nanti akan sia-sia, Google tidak akan mau merangkak website yang lambat dan berantakan.
Bangun Konten Secara Konsisten Selama Bertahun-Tahun
Setelah fondasi teknis beres, kami mulai fokus ke konten. Strateginya sederhana tapi butuh napas panjang: riset keyword, tulis konten yang menjawab kebutuhan pencari, dan lakukan itu terus-menerus selama bertahun-tahun.
Kami mulai dari halaman layanan. Setiap jasa yang kami tawarkan, jasa kelola Instagram, jasa SEO, jasa desain grafis, jasa video TikTok, dibuatkan halaman yang lengkap. Bukan sekadar deskripsi layanan, tapi halaman yang benar-benar menjawab pertanyaan calon klien: apa yang didapat, berapa harganya, bagaimana prosesnya, kenapa harus pilih kami.
Lalu kami bangun blog. Artikel-artikel edukatif tentang digital marketing, SEO, social media, desain. Keyword yang kami bidik di antaranya:
- “Jasa SEO Jogja”
- “Jasa SEO Profesional”
- “Jasa Kelola Instagram”
- “Jasa Video TikTok”
- “Jasa Desain Grafis”
Masing-masing keyword ini punya tingkat persaingan yang berbeda. Beberapa butuh waktu berbulan-bulan untuk naik ke halaman pertama. Beberapa lainnya butuh lebih dari setahun.
Yang penting: kami tidak berhenti. Setiap bulan ada artikel baru. Setiap kuartal ada review performa, lalu penyesuaian. Artikel lama yang performanya turun diperbarui.
Backlink, Pelan Tapi Terukur
Konten saja tidak cukup. Kami juga perlu backlink, tautan dari website lain ke creativism.id, supaya Google menganggap website kami kredibel.
Pendekatan kami tidak agresif. Kami menulis guest post di platform yang relevan: Kompasiana, Medium, Bisnis Muda. Kontennya bukan promosi terang-terangan, tapi artikel yang benar-benar bermanfaat, dengan tautan alami ke website kami.
Kami juga mendaftarkan Creativism ke berbagai profil bisnis: Google Business Profile, direktori agensi digital, dan platform serupa. Ini membangun “jejak digital” yang konsisten.
Apakah kami pernah beli backlink? Tidak. Risikonya terlalu besar, dan kami tidak mau website yang kami bangun bertahun-tahun terkena penalti Google.
Prosesnya pelan. Dalam setahun pertama, backlink kami mungkin baru puluhan. Tapi karena semuanya dari sumber yang relevan dan berkualitas, dampaknya bertahan lama.
Hasilnya Setelah 4 Tahun
Oktober 2025. Empat tahun sejak kami mulai. Ini hasilnya:
Metrik SEO creativism.id di Oktober 2025, perbedaan yang signifikan dibanding 2021
Dari 25 keyword, sekarang creativism.id punya ratusan keyword yang masuk peringkat di Google. Banyak di antaranya ada di halaman pertama. Traffic organik naik berkali-kali lipat dibanding kondisi awal.
Keyword organik di 2025, sudah jauh berbeda dari 25 keyword pertama kami
Kompetitor kami pun berubah. Kalau di 2021 kami bersaing dengan website-website kecil, sekarang kami sudah masuk ke arena yang sama dengan agensi-agensi digital yang lebih besar.
Kompetitor kami di 2025, sekarang kami bersaing di level yang lebih tinggi
Data dari Google Search Console juga mengkonfirmasi tren positif ini:
Google Search Console, grafik yang terus naik selama 4 tahun
Dan untuk kecepatan website, sesuatu yang kami benahi sejak awal, skornya sekarang memuaskan:
Skor PageSpeed desktop, hasil dari optimasi teknis yang kami lakukan sejak awal
Skor PageSpeed mobile, masih ada ruang untuk perbaikan, tapi jauh lebih baik dari 2021
Butuh 4 tahun. Ini bukan proses cepat. Tidak ada trik ajaib atau shortcut. Yang ada: kerja teknis yang rapi, konten yang konsisten, dan backlink yang terukur.
Tim di Balik Proses Ini
SEO bukan pekerjaan satu orang. Di balik perjalanan 4 tahun ini, ada tim yang masing-masing punya peran spesifik.
Andri adalah Senior SEO Lead kami. Dia yang merancang strategi, menentukan keyword mana yang diprioritaskan, dan memantau performa setiap halaman. Kalau ada halaman yang performanya turun, Andri yang pertama kali mendeteksi dan merencanakan perbaikan.
Nuwas menangani sisi teknis, developer sekaligus technical SEO. Perbaikan kecepatan website, struktur data, indexing, dan masalah-masalah teknis lainnya ada di tangannya.
Suci adalah penulis artikel freelance kami. Dia yang memproduksi sebagian besar artikel SEO berdasarkan brief dari Andri. Konsistensi produksi konten selama bertahun-tahun sangat bergantung pada Suci.
Delina awalnya fokus di social media, tapi sekarang sekitar 40% waktunya dialokasikan untuk menulis artikel SEO juga. Ini menambah kapasitas produksi konten kami.
Dan Syauqi sebagai founder yang memulai keputusan ini di 2021, sekarang lebih banyak di sisi oversight, pricing, dan pengembangan tools internal.
Tools yang kami pakai: Screaming Frog untuk audit teknis, Google Search Console untuk monitoring, dan Ahrefs untuk riset keyword dan tracking peringkat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil SEO?
Untuk kasus kami, perubahan signifikan mulai terasa setelah 8-12 bulan. Tapi pertumbuhan terus terjadi sampai tahun ke-4 dan seterusnya. SEO adalah investasi jangka panjang.
Apakah Creativism menerima jasa SEO untuk website bisnis lain?
Ya. Pengalaman mengoptimasi website sendiri justru jadi bukti nyata bahwa kami tahu cara kerja SEO. Kami menerima klien SEO dengan minimum kontrak 6 bulan. Kunjungi halaman jasa SEO Creativism untuk detail layanan.
Berapa biaya jasa SEO di Creativism?
Mulai dari Rp 3.500.000 per bulan, tergantung skala website dan tingkat kompetisi keyword yang ditargetkan. Konsultasi awal gratis, hubungi kami untuk diskusi lebih lanjut.
Apa tools SEO yang digunakan Creativism?
Kami menggunakan Screaming Frog untuk audit teknis, Google Search Console untuk monitoring performa, dan Ahrefs untuk riset keyword serta tracking peringkat.
Apakah SEO masih relevan di 2025?
Sangat relevan. Google masih menjadi sumber traffic terbesar untuk sebagian besar website bisnis. Selama orang masih mencari informasi lewat mesin pencari, SEO tetap penting.
Apa yang membedakan SEO Creativism dengan agensi lain?
Kami membuktikan hasilnya di website sendiri dulu. Studi kasus ini bukan dari klien, ini dari website yang kami kelola setiap hari. Kami tahu persis apa yang berhasil karena kami sudah menjalaninya selama 4 tahun.
Apakah hasilnya bisa berbeda untuk website lain?
Tentu. Setiap website punya kondisi awal, kompetisi, dan industri yang berbeda. Tapi prinsipnya sama: fondasi teknis yang rapi, konten yang konsisten, dan backlink yang berkualitas. Kami menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi spesifik setiap klien.
Kesimpulan
Dari 25 keyword ke ratusan keyword di halaman pertama Google. Dari bersaing dengan website kecil ke bersaing dengan agensi besar. Itu rangkuman 4 tahun perjalanan SEO creativism.id.
Prosesnya sederhana, tapi tidak mudah. Benahi teknis, tulis konten, bangun backlink, lalu ulangi. Selama bertahun-tahun.
Kalau Anda butuh jasa SEO profesional dari tim yang sudah membuktikan prosesnya di website sendiri, kami siap bantu. Hubungi Creativism untuk konsultasi gratis.











