Iklan Website. Di era digital saat ini, strategi promosi terus berkembang mengikuti kebiasaan konsumen yang semakin terhubung dengan internet. Jika dulu iklan di media cetak, radio, atau televisi menjadi andalan, kini iklan berbasis website mulai mengambil alih peran tersebut.
Hal ini sejalan dengan perubahan perilaku konsumen, sekitar 61% dari mereka membaca ulasan online sebelum memutuskan membeli atau memesan suatu produk. Ini menunjukkan bahwa kehadiran dan visibilitas website di dunia digital sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Tidak heran jika kini semakin banyak bisnis beralih ke iklan website.
Baca Juga: Iklan yang Tidak Efektif: Penyebab dan Strategi Memperbaikinya
Berikut MinTiv akan menjelaskan jenis dan keunggulan iklan website dibanding media konvensional.
Daftar Isi
ToggleApa itu Iklan Website?
Iklan website adalah bentuk iklan digital yang tampil langsung di dalam area halaman sebuah situs web, baik situs milik sendiri maupun situs pihak ketiga. Formatnya beragam, mulai dari banner di bagian atas halaman, pop-up saat membuka situs, hingga native ads yang menyatu dengan konten.
Baca Juga: Iklan Online: Pengertian, Manfaat dan Jenisnya
Iklan ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian pengunjung situs secara visual dan interaktif, serta mendorong tindakan seperti klik, pendaftaran, atau pembelian. Karena tampil langsung di situs yang dikunjungi pengguna, iklan website memiliki peluang tinggi untuk dilihat dan berinteraksi, terutama jika ditempatkan secara strategis.
Jenis-Jenis Iklan Website
Iklan website memiliki beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.
- Iklan Display (Banner Ads). Merupakan gambar atau animasi yang ditempatkan di berbagai bagian halaman website seperti atas, samping, atau bawah. Umumnya digunakan untuk promosi produk atau jasa dan cukup efektif menarik perhatian karena tampil secara visual. Contoh umumnya adalah banner horizontal yang terletak di bagian atas halaman situs berita.
- Iklan Native. Jenis iklan ini dirancang agar menyerupai konten asli website, sehingga tidak terasa seperti promosi langsung. Iklan native sering kali muncul dalam bentuk artikel atau ulasan sponsor yang terintegrasi di tengah feed blog atau berita. Strategi ini cocok untuk pendekatan soft selling dan brand awareness.
- Iklan Pop-Up. Pop-up adalah jendela kecil yang muncul di atas konten saat pengguna membuka halaman website. Umumnya digunakan untuk promosi khusus seperti diskon atau ajakan berlangganan newsletter. Karena muncul tiba-tiba, iklan ini cukup mencolok namun berisiko mengganggu pengalaman pengguna.
- Iklan Pop-Under. Mirip dengan pop-up, namun muncul di tab baru yang tersembunyi di belakang jendela aktif. Iklan ini cenderung tidak langsung terlihat, sehingga tidak terlalu mengganggu namun tetap efektif.
- Iklan Interstitial. Merupakan iklan layar penuh yang muncul saat pengguna berpindah antar halaman atau sebelum halaman utama terbuka. Cocok untuk kampanye besar, tetapi perlu dikontrol agar tidak menghambat navigasi.
- Iklan Video Auto-Play. Video yang diputar otomatis ketika halaman website dimuat. Biasanya diletakkan di dalam konten atau sidebar website dan dirancang untuk menarik perhatian tanpa memerlukan interaksi awal.
- Floating atau Sticky Ads. Iklan ini menempel di bagian atas, bawah, atau sisi halaman website dan tetap terlihat meskipun pengguna melakukan scroll. Umumnya digunakan untuk promosi terus-menerus atau CTA penting.
Keunggulan Iklan Website Dibanding Media Konvensional
Berikut adalah beberapa keunggulan iklan website jika dibandingkan dengan media konvensional.
1. Jangkauan Lebih Luas dan Spesifik
Iklan website memiliki keunggulan dalam hal jangkauan yang sangat luas dan spesifik. Dalam waktu singkat, iklan dapat tampil di berbagai belahan dunia dan menyasar audiens yang benar-benar relevan. Penargetan dapat dilakukan berdasarkan usia, lokasi geografis, minat, hingga aktivitas pengguna di internet. Hal ini memungkinkan pesan promosi lebih tepat sasaran.
Sementara itu, media konvensional seperti koran, radio, atau televisi biasanya hanya mampu menjangkau wilayah tertentu dan audiens secara umum tanpa bisa menyesuaikan dengan karakteristik pengguna secara mendetail.
2. Biaya Lebih Terjangkau dan Fleksibel
Iklan website memiliki fleksibilitas dalam hal biaya. Anda bisa menjalankan kampanye iklan dengan modal kecil, bahkan hanya dengan puluhan ribu rupiah saja. Ini sangat berbeda dengan iklan di media konvensional yang umumnya memerlukan dana besar di awal.
Karena itu, iklan website menjadi pilihan yang sangat ideal bagi pelaku usaha besar, menengah, hingga bisnis yang baru merintis dan ingin mempromosikan produknya secara hemat namun tetap menjangkau audiens secara luas dan terukur.
3. Bisa Diukur Secara Real Time
Iklan website juga dapat dipantau secara langsung. Anda dapat mengetahui seberapa banyak orang yang melihat, mengeklik, hingga melakukan pembelian dari iklan yang ditayangkan. Semua data ini bisa diakses secara real time melalui dashboard atau laporan dari platform iklan yang digunakan. Hal ini memungkinkan evaluasi dan penyesuaian strategi secara cepat dan efisien.
Sedangkan media konvensional seperti televisi atau koran yang pengukurannya hanya berdasarkan estimasi jumlah penonton atau oplah, dan tidak memberikan data akurat tentang hasil dari iklan tersebut.
4. Bisa Disesuaikan dan Diubah Kapan Saja
Iklan website menawarkan fleksibilitas tinggi karena dapat disesuaikan kapan saja. Jika performa iklan dirasa kurang optimal, Anda bisa mengganti teks, visual, atau bahkan mengubah target audiens secara langsung tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Proses pengeditannya pun cepat dan praktis melalui platform digital yang digunakan.
Perubahan materi iklan pada media konvensional biasanya memerlukan proses produksi ulang yang memakan waktu dan anggaran tambahan. Inilah yang membuat iklan website lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan strategi.
5. Mendorong Tindakan Langsung
Iklan website memiliki kemampuan untuk mendorong respons secara langsung dari pengguna. Saat iklan ditayangkan, audiens bisa langsung diarahkan ke halaman tertentu seperti formulir pendaftaran, halaman produk, atau kontak bisnis hanya dengan satu klik. Proses ini membuat interaksi antara bisnis dan calon pelanggan menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca Juga: Perbedaan Iklan Efektif dan Tidak Efektif
Berbeda dengan media konvensional yang hanya menyampaikan informasi secara satu arah, iklan digital bersifat interaktif dan memungkinkan pengguna langsung mengambil tindakan tanpa perlu mencari informasi tambahan secara manual.
FAQ Seputar Konten
- Apa bedanya iklan website dengan iklan di media sosial? Iklan website muncul di halaman situs, sedangkan iklan media sosial tayang di platform seperti Instagram atau Facebook dengan interaksi lebih tinggi dan targeting lebih spesifik.
- Apakah iklan website cocok untuk bisnis kecil? Ya, iklan website cocok untuk bisnis kecil karena biayanya fleksibel, bisa ditargetkan secara spesifik, dan efektif menjangkau audiens yang relevan.
- Bagaimana cara memulai iklan website? Tentukan tujuan iklan, pilih format iklan yang sesuai, siapkan materi visual dan teks, lalu pasang melalui jaringan iklan seperti Google Display Network atau kerja sama langsung dengan pemilik situs.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Iklan Website” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Iklan website menjadi solusi promosi yang semakin relevan di era digital saat ini. Jika dimanfaatkan dengan strategi yang tepat, iklan website bukan hanya mampu menarik perhatian, tetapi juga mendorong konversi dan pertumbuhan bisnis secara signifikan.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.





Tapi aku paliiiing benci dengan iklan yg popup ga berhenti. Biasanya kayak media online tuh. Ganggunya luar biasa. Yg ada malah aku close aja sekalian. Dan biasanya ga akan balik lagi ke website itu 😁
Trus ada juga yg pake sistem nutupin halaman, sampai kita klik silangnya. Malah kdg ada yg silang palsu. Pas diklik, malah kebuka si iklan. Yg kayak begini, jgn hrs ada kesempatan kedua aku buka lagi 🤣. Dr awal aja udh menjebak.
Hrsnya memang jangan dibuat jadi gangguan, atau jebakan. Biar pembaca juga nyaman kan.
Ada
Memang klo awareness, iklan di website tampak meyakinkan.
hanya saja, seringnya bikin bete para user. aku seriiingg banget kejebak iklan2 di web berita yg aku demen, kayak Tirto id
waduh iklan pop up nya ngganggu benerrrr
Sekarang iklan website memang banyak banget ragamnya, mulai yang bentuknya banner dan bentuknya dalam artikel (konten bersponsor). Ini pun bisa banget di manfaatkan para blogger untuk memilih mana yang model iklan yang kiranya cocok untuk ekosistem blog/webnya sendiri. 🙂
Sering lihat jenis-jenis iklan itu tapi baru tahu nama-namanya. Iklan apapun itu oke selama tidak mengganggu kenyamanan pengguna. Web yang terlalu banyak iklan bikin malas balik lagi. Apalagi sticky ads yang nggak hilang-hilang.
Melihat prilaku konsumen saat ini yang sudah mulai cerdas, menurutku Iklan Native itu lebih powerfull ya. Karena kadang dengan pendekatan halus konsumen tanpa sadar diberikan sentuhan brand awareness.
Dengan lebih tahu brand dan konsumen diajak untuk melihat, dipicu untuk membeli. Yang tadinya tidak perlu tetapi karena tahu lebih tentang product itu jadi ingin membeli.
Satu dua iklan muncul sih ga apa. Tapi kalau sudah banyak, jadi ganggu sekali. Apalagi kalau iklannya sudah nutup postingan blog. Terus tanda X closenya kecil benar. Jadi kalau jempol gede, jadi terklik iklannya. Akhirnya jadi malas baca lagi dan saya tinggalin blog atau website itu
Kalau dipertimbangkan, iya juga sih, semisal iklan ada di web, siapa aja dan di mana aja dianya bisa melihat iklan tersebut. Sehingga jangkauan seperti itu, pastinya bermanfaat buat yang memasang iklannya, karena produknya bisa dipasarkan lebih jauh lagi
Iklan website yang paling ku sukai jenis Native sih. Ini beneran berasa soft selling dan nggak mengganggu. Lain hal sama iklan yang bentuknya pop up hehehe, sering merasa risih apalagi kalau munculnya berkala gitu huhuhu.
But, iklan website emang sangat membantu para pelaku usaha. Dulu pas punya bisnis rumahan bolen homemade aku pernah berikan juga soalnya. So far hasilnya okelah. Apalagi di era sekarang rasanya mesti banget ngiklan di web deh buat buka banyak peluang.
Iklan di website jelas lebih efektif karena orang lebih suka baca berita di web daripada di media konvensional. Tapi ya harus diatur letaknya. Jangan malah mengganggu keasyikan membaca atau bannernya Segede gaban dan malah nutupin tulisannya.
Sejujurnya, iklan website buat pembaca ini agak mengganggu yaa..
Tapii.. blogku yang satu lagi memang aku pasang iklan. Hehhee.. ya, namanya juga usaha yaa.. ads ini memang bukan satu-satunya penghasilan, tapi jadi penghasilan pasif seorang blogger juga.
Yang paling nyebelin tuh pop-up iklan.
Serasa di prank ya.. tetiba ada yang nongol gituu… kalo iklannya ramah (( brand-brand yang biasa kita kenal, itu it’s okay… kadang judol gituu.. huhuh.. takut gak sengaja kepencet saking cepetnya jari.. ))
Bisa kerja sama nih karena terkadang memperluas netwroking dan jangkauan pemasaran itu beda tipis
Kalau bisa iklan di salah satu titik pada situs orang lain itu apalagi traffic ramai pasti menjanjikan juga hasilnya
Ternyata, banyak juga ya jenis iklan di website
Semuanya bisa dipilih berdasarkan budget dan kebutuhan masing-masing ya
Setuju banget nih kalau iklan website tu zaman sekarang lebih sering dibaca dan gak sengaja keklik haha :p
Emang jujur agak mengganggu, tapi buat yang punya ads di blog/ web pribadinya udah maklum ya 😀 Kan lumayan buat nambah2 pemasukan juga #eh
Eh baru tahu kalau ternyata iklan website bisa diedit ya? Kirain ya bakalan gitu terus sampai kontrak (apaan deh namanya) selesai 😀
Wah penasaran apakah bisa mengaudit blogku juga jadi bisa diperbaiki supaya lbh OK lagi nih dari segi tampilan dll? 😀
Mau donk dibisikin biayanya 😀
Iklan sekarang tuh seperti distraksi besar untukku sih. Soalnya jadi bikin belanja padahal ga butuh
Iklan ini dilematis, baik sebagai blogger maupun pembaca. Satu sisi kita tahu dia sumber penghasilan, sisi lain dia kadang mengganggu.
Tapi selama proporsi masih oke dan layout tepat, semoga jadi terasa lebih baik.
Para pemilik usaha atau bisnis mungkin bisa melirik iklan website sebagai salah satu cara meningkatkan omzet mereka sih. Apalagi di era digital, masyarakat lebih banyak mengakses berita lewat internet
gpp sih iklan website, tapi aku sebel banget sama iklan pop up yang menuhi layar, apalagi pas buka web dari hp ya, jadi mengganggu banget baca artikelnya
tapi selama proporsional sih oke aja la, akupun kadang tergoda juga untuk visit webnya hehehe
Aku lebih suka sama Iklan Native si, soalnya didesain sebisa mungkin mirip sama konten aslinya. Beda dari iklan pada umumnya macem popup dan kawan-kawan, yang seringkali intrusif dan bikin pembaca jadi gak nyaman.
Tapi overall, kita mesti melek si ya sama dunia periklanan gini. Sebab enaknya, iklan di web tuh mudah dipantau dan dipelajari. Budgetnya juga cenderung fleksibel.