Format Ads yang Bisa Digunakan untuk Menampilkan Carousel Adalah. Dalam era digital, iklan visual menjadi strategi penting untuk menarik perhatian audiens. Menurut DataReportal, pada Juli 2025 terdapat sekitar 5,41 miliar pengguna media sosial secara global, yang setara dengan 65,7% populasi dunia. Dengan jumlah sebesar itu, brand dituntut menghadirkan iklan yang interaktif.
Salah satu cara efektif adalah melalui format ads yang bisa digunakan untuk menampilkan carousel adalah pilihan populer di berbagai platform.
Baca Juga: Digital Creative: Pengertian, Jenis dan Manfaat untuk Bisnis
Yuk, simak penjelasan MinTiv berikut ini.
Daftar Isi
ToggleApa itu Carousel Ads?
Carousel Ads adalah format iklan digital yang menampilkan beberapa gambar atau video dalam satu unit iklan interaktif. Setiap slide memiliki judul, deskripsi, dan tautan tersendiri, sehingga audiens dapat menjelajahi produk atau cerita secara berurutan.
Baca Juga: Carousel Post Adalah? Ini Dia Kelebihan dan Contohnya
Di berbagai platform media sosial, format ini populer karena interaktif, menarik, serta efektif untuk menampilkan variasi produk dan menyampaikan pesan brand secara kreatif.
Format Ads yang Bisa Digunakan untuk Menampilkan Carousel Adalah?
Format ads yang bisa digunakan untuk menampilkan carousel adalah sebagai berikut.
1. Instagram Carousel Ads
Instagram carousel ads dapat ditampilkan di Feed, Stories, Reels, Profile Feed, hingga Explore. Dengan pilihan ini, brand bisa menjangkau audiens secara lebih luas, baik saat mereka menjelajah timeline maupun saat mencari konten baru.
- Jumlah Gambar atau Video. Setiap iklan carousel di Instagram dapat memuat 2 hingga 10 gambar atau video. Hal ini memudahkan Anda untuk menampilkan berbagai produk, detail layanan, atau storytelling visual dalam satu rangkaian iklan.
- Rasio Gambar (Aspect Ratio). Menyesuaikan rasio sangat penting agar konten terlihat proporsional sesuai tempat penayangan. Untuk Feed 4:5, Stories dan Reels 9:16.
- Ukuran File dan Resolusi. Spesifikasi ini membantu menjaga kualitas konten tetap tajam dan profesional. Biasanya gambar maksimal 30 MB, resolusi minimal 1080 x 1080 piksel untuk Feed dan Reels, minimal 1080 x 1920 piksel untuk Stories dan video maksimal 4 GB.
- Durasi Video. Feed yaitu 1 detik – 2 menit dan Stories 1 – 15 detik. Dengan batasan ini, Anda bisa menyesuaikan cerita atau pesan iklan sesuai dengan kebiasaan konsumsi audiens di Instagram.
- Panjang Teks dan Hashtag. Panjang teks maksimal 125 karakter untuk Feed dan Stories, dengan hashtag hingga 30 di Feed. Batasan teks dan hashtag ini berguna untuk menjaga pesan iklan tetap ringkas sekaligus tetap memiliki peluang menjangkau audiens yang lebih spesifik melalui hashtag.
2. Facebook Carousel Ads
Facebook carousel ads bisa muncul di Feed, Stories, Reels, Messenger, Right Column, Groups Feed, In-stream Video, Marketplace, hingga hasil pencarian. Hal ini memberi fleksibilitas agar iklan dapat menjangkau audiens di berbagai situasi.
- Jumlah Gambar atau Video. Feed dan Right Column 2–10 gambar atau video, Stories 3–10 gambar tanpa video, dan Reels 2–10 gambar tanpa video. Dengan variasi ini, Anda bisa menampilkan beberapa produk atau fitur sekaligus dalam satu iklan.
- Rasio Gambar (Aspect Ratio). Menyesuaikan rasio gambar sangat penting agar tampilan iklan tetap proporsional dan nyaman dilihat audiens. Untuk Feed 1:1 atau 4:5, Stories dan Right Column 1:1 dan Reels 9:16.
- Ukuran File dan Resolusi. Gambar maksimal 30 MB, resolusi minimal 1080 x 1080 piksel serta video maksimal 4 GB, durasi 1 detik hingga 240 menit. Spesifikasi ini memastikan kualitas visual tetap optimal saat ditampilkan di berbagai perangkat.
- Panjang Teks, Headline, dan Deskripsi. Panjang teks untuk Feed 80 karakter, Stories 125 karakter, serta Reels dan Right Column 40 karakter. Headline untuk Feed 45 karakter, Stories 40 karakter, dengan deskripsi Feed 18 karakter. Batas karakter ini membantu menjaga pesan iklan tetap singkat, jelas, dan mudah ditangkap oleh audiens.
3. LinkedIn Carousel Ads
LinkedIn carousel ads mendukung 2 hingga 10 gambar dalam satu iklan. Tidak seperti platform lain, LinkedIn tidak menyediakan opsi video pada format carousel, sehingga fokus penuh pada visual statis yang profesional.
- Rasio dan Resolusi Gambar. Rasio gambar: 1:1 dan resolusi minimum 1080 x 1080 piksel, dengan ukuran file maksimal 10 MB per gambar. Dengan spesifikasi ini, gambar akan terlihat proporsional dan tajam di perangkat desktop maupun mobile.
- Panjang Nama Iklan (Ad Name). Setiap carousel dapat memiliki nama iklan dengan panjang hingga 255 karakter. Fitur ini membantu dalam pengelolaan kampanye iklan agar lebih mudah diidentifikasi.
- Introductory Text. Teks pengantar dapat memuat hingga 255 karakter. Namun, disarankan untuk membatasi hingga 150 karakter agar tidak terpotong ketika ditampilkan di beberapa perangkat.
- Teks Headline pada Kartu (Card Headline). Setiap kartu carousel dapat menampilkan headline dengan panjang maksimal 45 karakter. Dengan batasan ini, pesan yang ditampilkan harus singkat, jelas, dan langsung menarik perhatian audiens profesional di LinkedIn.
4. X Carousel Ads
Format carousel di X mendukung 2 hingga 6 gambar atau video. Fleksibilitas ini memudahkan brand untuk menampilkan lebih dari satu konten dalam satu iklan, baik untuk promosi produk maupun storytelling singkat.
- Rasio Gambar dan Video. Gambar yaitu 1:1 atau 1.91:1 dan video 16:9 atau 1:1. Untuk mixed media atau gambar dan video sekaligus 1:1. Penyesuaian rasio penting untuk memastikan tampilan iklan tetap rapi dan konsisten di berbagai perangkat.
- Resolusi Gambar dan Video. Gambar 800 x 418 piksel atau 800 x 800 piksel, dan video 800 x 450 piksel atau 800 x 800 piksel. Standar resolusi ini membantu menjaga kualitas visual tetap tajam, baik pada konten gambar maupun video.
- Durasi Video. Video dalam carousel dapat berdurasi maksimal 140 detik. Namun, X merekomendasikan durasi di bawah 15 detik agar pesan lebih cepat diterima audiens yang cenderung menyukai konten singkat.
- Panjang Judul (Title). Judul iklan dapat memuat hingga 70 karakter. Namun, biasanya akan terpotong setelah dua baris atau sekitar 50 karakter, sehingga sebaiknya gunakan kalimat singkat dan jelas untuk menarik perhatian.
5. TikTok Carousel Ads
TikTok menyediakan dua jenis iklan carousel, yaitu Standard carousel ads dan VSA (Video Shopping Ads) carousel. Standard cocok untuk menampilkan rangkaian gambar produk, sementara VSA lebih interaktif karena membantu pengguna berbelanja langsung melalui konten yang ditampilkan.
Baca Juga: Jasa Sosmed Terpercaya untuk Bisnis, Solusinya Ada di Creativism
- Jumlah Gambar atau Video. Standard carousel 2 hingga 35 gambar dan VSA carousel 2 hingga 20 gambar. Variasi jumlah ini memberi fleksibilitas bagi brand untuk menampilkan katalog produk lebih banyak atau lebih ringkas sesuai kebutuhan kampanye.
- Ukuran File dan Resolusi Gambar. Maksimal ukuran file gambar 100 KB dan resolusi gambar yang didukung yaitu 1200 x 628 piksel, 640 x 620 piksel, serta 720 x 1280 piksel. Spesifikasi ini penting untuk menjaga kualitas visual tetap jernih meskipun dengan ukuran file yang relatif kecil.
- Caption pada Iklan. Standard carousel hanya 1 caption untuk keseluruhan carousel dan VSA carousel dapat menambahkan caption khusus pada setiap gambar. Fitur ini membantu Anda menyesuaikan pesan, baik untuk menyampaikan informasi umum pada Standard, maupun detail produk spesifik di VSA.
Tips Membuat Carousel Ads di Berbagai Platform
Setelah memahami berbagai format ads di beragam platform, berikut beberapa tips untuk membuatnya lebih efektif.
- Gunakan visual berkualitas tinggi. Tujuannya agar iklan terlihat profesional dan mampu menarik perhatian audiens.
- Bangun storytelling berurutan. Misalnya dari pengenalan produk, manfaat, hingga ajakan membeli.
- Tulis pesan singkat dan jelas. Perhatikan batas karakter tiap platform agar teks tidak terpotong.
- Tambahkan CTA (Call to Action) yang kuat. Misalnya seperti “Beli Sekarang” atau “Pelajari Lebih Lanjut,” untuk mendorong interaksi.
- Ikuti rasio gambar dan durasi video sesuai ketentuan platform. Hal ini memastikan tampilan iklan tetap proporsional.
- Gunakan variasi konten. Seperti foto produk, lifestyle, testimoni, hingga promo khusus agar iklan lebih menarik.
- Lakukan A/B testing. Untuk menemukan kombinasi gambar, teks, dan CTA yang paling efektif.
- Sesuaikan dengan Karakteristik Audiens. Instagram dan TikTok lebih efektif dengan konten kreatif, singkat, dan estetik. LinkedIn menuntut materi profesional serta informatif, sedangkan X (Twitter) lebih pas menggunakan pesan cepat yang mengikuti tren, sementara Facebook cocok dengan gaya storytelling untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
FAQ Seputar Konten
- Apakah carousel ads efektif untuk bisnis kecil? Ya, carousel ads cocok untuk bisnis kecil karena bisa menampilkan beberapa produk sekaligus dengan biaya efisien.
- Apakah carousel ads bisa digunakan untuk promosi jasa? Bisa, carousel ads efektif menampilkan berbagai layanan, paket, atau portofolio secara berurutan.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Format Ads yang Bisa Digunakan untuk Menampilkan Carousel Adalah” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Format ads yang bisa digunakan untuk menampilkan carousel adalah strategi efektif untuk menampilkan banyak konten dalam satu iklan, meningkatkan interaksi audiens, serta memperkuat branding di berbagai platform.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.




