Produk Affiliate Paling Laris. Menurut statistik, Shopee tetap memimpin pasar e-commerce Indonesia pada 2025 dengan 53,22% pengguna internet aktif mengakses platformnya. TikTok Shop menempati posisi kedua dengan pertumbuhan pesat mencapai 27,37%, sementara Tokopedia tertinggal di angka 9,57%.
Di sisi lain, Lazada turun signifikan ke 9,09% dan Blibli merosot tipis menjadi 0,29%. Data ini menegaskan besarnya potensi pasar untuk mempromosikan produk affiliate paling laris di platform populer tersebut.
Baca Juga: Social Media Admin: Peran, Tantangan, dan Tools Penting
Simak penjelasan MinTiv berikut.
Daftar Isi
TogglePentingnya Memilih Produk Affiliate Paling Laris
Memilih produk affiliate paling laris sangat penting untuk meningkatkan peluang sukses dalam pemasaran. Produk dengan permintaan tinggi cenderung memiliki pasar yang stabil dan potensi penjualan berulang, sehingga membantu afiliator memperoleh pendapatan komisi yang konsisten.
Selain itu, produk populer biasanya didukung tren terbaru dan promosi besar dari marketplace, sehingga lebih mudah menarik perhatian audiens.
Baca Juga: Apa itu TikTok Affiliate? Syarat Daftar & Cara Kerja
Dengan fokus pada kategori yang sedang diminati, afiliator dapat merencanakan strategi pemasaran yang lebih efektif, mengoptimalkan konten, serta memaksimalkan konversi tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk riset produk berisiko rendah.
Rekomendasi Produk Affiliate Paling Laris
Beberapa produk affiliate paling laris adalah sebagai berikut.
1. Elektronik Rumah Tangga
Salah satu kategori produk affiliate yang paling diminati adalah elektronik rumah tangga. Barang seperti blender, rice cooker, dispenser air, dan vacuum cleaner mini menjadi favorit konsumen karena harganya terjangkau dan kualitas yang memadai.
Popularitas produk ini meningkat seiring gaya hidup modern yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan di rumah. Tidak mengherankan jika kategori elektronik menjadi produk affiliate yang paling banyak dipromosikan oleh para afiliator, mencapai 25% dari total promosi.
Beberapa alasan produk affiliate ini laris antara lain:
- Fitur Inovatif. Banyak produk menawarkan teknologi hemat energi, multifungsi, atau dukungan smart home yang memudahkan aktivitas rumah tangga.
- Harga Kompetitif. Promo besar-besaran di platform e-commerce membuat harga produk jauh lebih terjangkau, menarik lebih banyak pembeli.
- Permintaan Stabil. Alat-alat rumah tangga seperti rice cooker, mixer, dan pembersih udara selalu dibutuhkan, sehingga permintaan tidak pernah surut.
2. Kecantikan dan Perawatan Diri
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kulit, produk kecantikan dan skincare menjadi salah satu kategori produk affiliate paling laris. Barang-barang seperti serum, moisturizer, sunscreen, dan makeup memiliki penggemar setia, terutama di kalangan wanita muda.
Tidak hanya merek internasional, produk kecantikan lokal juga semakin populer, menambah daya tarik sekaligus persaingan di pasar. Data menunjukkan bahwa kategori kecantikan dan perawatan diri merupakan yang paling banyak dipromosikan oleh para afiliator, dengan persentase 38%.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain:
- Kebutuhan Rutin. Produk perawatan kulit digunakan sehari-hari, sehingga konsumen cenderung membeli ulang untuk menjaga persediaan.
- Testimoni Positif. Ulasan dari influencer di YouTube, Instagram, dan platform lain membantu membangun kepercayaan konsumen.
- Merek Lokal Berkualitas. Produk lokal mulai populer karena kualitasnya sebanding dengan merek internasional, namun dengan harga lebih terjangkau.
3. Fashion dan Aksesoris
Kategori fashion dan aksesoris menjadi produk affiliate paling laris, dengan tingkat promosi oleh para afiliator yang mencapai 46%. Produk fashion seperti pakaian, sepatu, tas, jam tangan, dan perhiasan selalu menarik minat konsumen, terutama di platform e-commerce seperti Shopee.
Alasan utama mengapa produk fashion dan aksesoris begitu laris antara lain:
- Beragam Pilihan. Beberapa e-commerce menyediakan banyak opsi dari merek lokal hingga internasional, dengan harga yang bervariasi dari terjangkau hingga premium.
- Tren yang Selalu Berubah. Konsumen fashion selalu mencari produk terbaru sesuai tren, sehingga permintaan untuk barang fashion terus tinggi.
- Kebutuhan Musiman. Event atau promo musiman seperti Ramadan Sale, Natal, dan Tahun Baru mendorong lonjakan pembelian produk fashion.
4. Kesehatan dan Kebugaran
Karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat pasca pandemi, kategori produk kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu produk afiliator paling laris. Produk seperti vitamin, suplemen, alat olahraga, dan perangkat kesehatan lainnya semakin populer.
Beberapa faktor yang membuat produk kesehatan dan kebugaran laris antara lain:
- Gaya Hidup Sehat. Pandemi mengubah perspektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, sehingga produk seperti masker, suplemen, dan alat olahraga rumah semakin banyak dicari.
- Kemudahan Akses. Tak sedikit e-commerce yang menyediakan berbagai produk kesehatan dengan harga bersaing dan memudahkan pembelian online tanpa harus keluar rumah.
- Kualitas Terjamin. Banyak produk hadir dengan sertifikasi BPOM atau telah teruji klinis, sehingga konsumen merasa lebih aman dan percaya untuk membelinya secara online.
5. Gadget dan Aksesoris
Kategori gadget dan aksesoris teknologi termasuk salah satu produk affiliate yang paling diminati. Barang-barang seperti smartphone, laptop, tablet, serta aksesoris pendukung seperti power bank, charger, earphone, dan smartwatch selalu memiliki angka penjualan tinggi seperti di Shopee.
Dengan perkembangan teknologi yang pesat, banyak konsumen ingin selalu memiliki perangkat terbaru dengan fitur canggih. Beberapa alasan produk gadget dan aksesoris laris antara lain:
- Kemajuan Teknologi. Perkembangan teknologi mendorong konsumen untuk mengganti perangkat lama agar dapat memanfaatkan fitur terbaru.
- Kebutuhan Aksesoris. Aksesoris pelengkap seperti casing, tempered glass, dan earphone nirkabel banyak dicari untuk menunjang penggunaan gadget.
- Konsumen Loyal. Pengguna gadget yang tech-savvy cenderung selalu mencari inovasi terbaru dan bersedia berinvestasi pada produk berkualitas.
6. Gaya Hidup
Dalam daftar produk affiliate paling laris, kategori gaya hidup memiliki tingkat promosi oleh para afiliator 34%. Produk dalam kategori ini mencakup berbagai kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan rumah, dekorasi, peralatan hobi, hingga aksesori unik yang mendukung gaya hidup modern.
Alasan produk ini diminati antara lain:
- Variasi Produk Luas. Tersedia beragam pilihan, mulai dari barang fungsional hingga dekoratif, yang cocok untuk berbagai segmen konsumen.
- Tren yang Terus Berkembang. Gaya hidup selalu mengikuti perubahan tren, sehingga konsumen kerap mencari produk baru yang sesuai dengan kebutuhan dan selera.
- Permintaan Stabil. Banyak produk gaya hidup merupakan kebutuhan jangka panjang, membuat pembeli rutin melakukan pembelian ulang.
7. Produk Sehari-hari
Kategori produk sehari-hari atau FMCG (Fast Moving Consumer Goods) menjadi salah satu yang paling diminati dalam program affiliate, dengan tingkat promosi oleh para afiliator mencapai 32%.
Produk dalam kategori ini misalnya kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman, perawatan pribadi, produk kebersihan, hingga perlengkapan rumah tangga yang selalu dibutuhkan konsumen.
Baca Juga: Cara Menggunakan Shopee Affiliate – Mudah dan Praktis untuk Pemula!
Beberapa alasan produk FMCG begitu laris antara lain:
- Kebutuhan Rutin. Barang seperti sabun, pasta gigi, atau bahan makanan cepat habis sehingga pembeli terus melakukan pembelian ulang.
- Harga Terjangkau. Produk sehari-hari umumnya memiliki harga yang ramah di kantong, sehingga mudah menarik konsumen dalam jumlah besar.
- Perputaran Cepat. Tingginya frekuensi pembelian membuat produk FMCG memiliki potensi penjualan yang stabil sepanjang tahun.
Tips Mempromosikan Produk Affiliate
Berikut tips mempromosikan produk affiliate paling laris secara efektif:
- Manfaatkan Media Sosial dan Konten Kreatif. Buat konten menarik di Instagram, TikTok, atau YouTube seperti review, unboxing, atau tutorial agar audiens tertarik dan klik link affiliate.
- Optimalkan SEO dan Blog Affiliate. Tulis artikel informatif dengan kata kunci relevan. SEO yang baik membantu situs Anda muncul di hasil pencarian dan meningkatkan trafik organik.
- Gunakan Event dan Promo Marketplace. Promosikan produk saat event besar seperti 11.11 atau 12.12. Soroti diskon dan penawaran terbatas untuk mendorong pembelian cepat melalui link affiliate Anda.
Tips & Strategi Promosi Produk Affiliate Agar Laku
Buat Konten Edukatif & Review Jujur
Konten yang paling mudah mengubah pembaca menjadi pembeli adalah konten yang jujur, informatif, dan membantu mereka membuat keputusan. Hindari hanya menampilkan benefit manis versi vendor.
Jelaskan pengalaman Anda, apa kelebihan dan kekurangannya, siapa yang cocok memakai produknya, dan kapan produk tersebut kurang efektif. Semakin relevan dan transparan konten Anda, semakin besar peluang pembaca merasa percaya dan akhirnya membeli lewat link affiliate Anda.
Anda bisa membuat berbagai jenis konten:
- review produk panjang,
- perbandingan produk A vs B,
- tutorial pemakaian,
- studi kasus kecil.
Konten seperti ini tidak hanya menaikkan kepercayaan, tetapi juga ramah SEO karena biasanya menjawab search intent pengguna secara langsung.
Kombinasikan Produk & Value (bundle, rekomendasi niche)
Produk affiliate akan jauh lebih mudah laku kalau Anda tidak sekadar membagikan link, tetapi memberikan value tambahan. Salah satu strategi yang cukup efektif adalah membuat bundle rekomendasi atau paket pilihan yang sesuai kebutuhan pembaca.
Contoh:
- Untuk niche produktivitas: “Paket Lengkap Produktivitas: Aplikasi to-do list + aplikasi note-taking + template planner.”
- Untuk niche kecantikan: “Starter kit skincare untuk pemula.”
- Untuk tech: “Rekomendasi gadget budget-friendly untuk mahasiswa.”
Ketika Anda menyusun produk berdasarkan masalah atau kebutuhan spesifik, pembaca merasa Anda memahami situasi mereka. Hasilnya, mereka lebih percaya pada rekomendasi Anda dan konversi pun meningkat.
Manfaatkan Momen & Tren
Timing kadang lebih berpengaruh daripada jenis produknya sendiri. Banyak produk affiliate bisa meledak penjualannya saat Anda memanfaatkan momen yang tepat — misalnya:
- Harbolnas (11.11, 12.12, Payday),
- musim sekolah/kuliah,
- event tertentu (Ramadhan, Lebaran, Natal, Tahun Baru),
- perubahan tren lifestyle (misal tren skincare tertentu atau gadget baru).
Saat promo besar, komisi mungkin tetap sama, tapi volume penjualan bisa meningkat beberapa kali lipat. Anda juga bisa menyesuaikan konten dengan tren yang sedang naik, seperti “alat masak viral”, “produk digital yang naik daun”, atau “software produktivitas yang dipakai banyak creator”.
Memanfaatkan momen membuat konten Anda terasa relevan dan update dua hal yang sangat disukai baik oleh pengguna maupun algoritma mesin pencari.
FAQ Seputar Konten
- Apakah program affiliate memerlukan modal awal? Tidak, sebagian besar program affiliate gratis. Anda hanya perlu mendaftar di platform yang dipilih dan mulai mempromosikan produk untuk mendapatkan komisi dari setiap penjualan.
- Bagaimana cara mengecek performa link affiliate? Gunakan dashboard atau laporan bawaan platform affiliate untuk memantau jumlah klik, konversi, dan pendapatan agar strategi promosi bisa dievaluasi secara rutin.
Kesimpulan
Memahami tren produk affiliate paling laris membantu afiliator memilih kategori tepat, meningkatkan peluang penjualan, dan meraih komisi lebih maksimal di berbagai marketplace.
Optimalkan bisnis Anda dengan digital marketing. Dapatkan konsultasi gratis dan wujudkan pertumbuhan bisnis Anda! Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp 6281 22222 7920.


