Ketika perusahaan-perusahaan besar memperkenalkan produk baru, mereka tidak akan langsung menjualnya di pasaran. Perusahaan tersebut telah menghabiskan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk melakukan riset dan desain pada produk tersebut.
Nah, model atau representasi visual dari desain produk tersebut disebut sebagai mock up. Contoh mock up sendiri tersebar di berbagai sektor industri baik yang fisik atau digital.
Mockup dengan kualitas tinggi ini, walaupun tidak memiliki fungsi praktikal sangatlah penting dalam proses produksi. Desainer biasanya menggunakan mockup untuk mengumpulkan ulasan, mengadakan pengujian pada user, lalu baru meluncurkannya pada kampanye pemasaran.
MinTiv akan memberikan contoh mock up yang bisa Anda gunakan sebagai inspirasi. Namun, sebelum itu kita harus tahu terlebih dahulu seluk beluk mockup.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Mock Up?
Pada dasarnya, mock up adalah desain visual yang telah disempurnakan dari suatu konsep desain. Mock up bersifat statis dan tidak bisa digunakan langsung oleh, tidak seperti prototipe yang merupakan produk jadi dan bisa dicoba. Selain itu, ketelitian pada mock up juga cukup tinggi untuk menunjukkan tampilan akhir dari suatu produk.
Meski demikian, baik mock up dan prototipe sama-sama membutuhkan ketelitian tinggi dengan tingkat rendering yang realistis. Namun, mock up hanya menunjukkan bagaimana suatu produk akan terlihat ketika sudah jadi, sedangkan prototipe adalah versi awal suatu produk yang belum diluncurkan tapi sudah bisa berfungsi dan digunakan.
Mock up digunakan desainer untuk “menerjemahkan” konsep suatu produk ke dalam bentuk jadi. Jadi, tahap pembuatan mock up akan melibatkan aspek-aspek desain seperti tipografi, palet warna, layout, ikonografi, dan masih banyak lagi. Tahap ini sering kali juga merupakan langkah terakhir sebelum suatu produk siap untuk dimanufaktur, atau dibuat prototipenya.
Pembuatan mock up juga dibutuhkan di berbagai industri mulai dari manufaktur hingga desain web. Jenisnya pun juga bermacam-macam dan bergantung pada kebutuhan produk yang dapat berupa 2D/3D, digital atau fisik, setengah ukuran atau penuh.
Jenis Mock Up
Mock up memang dibutuhkan oleh banyak industri, tapi jenisnya berbeda-beda. Jenis mock up yang paling umum biasanya didasarkan atas kebutuhannya seperti berikut:
1. Mock Up Fisik
Jenis ini merupakan yang paling minim risiko dalam desain babak akhir sebelum masuk tahap pembuatan prototipe. Mock up fisik juga akan lebih mudah untuk diwujudkan sesuai keinginan pemangku kepentingan di suatu perusahaan karena dapat disentuh secara langsung.
Sebagai contoh, desainer sepatu akan membuatkan rendering 3D untuk menggambarkan visual sepatu baik ketika dipakai maupun tidak. Lalu seorang desainer alat furnitur juga bisa menggunakan 3D printing untuk membuat mock up kursi atau meja.
Meskipun merupakan mock up fisik, tapi mereka tidak perlu memikirkan bahan-bahan untuk memproduksi barang tersebut. Yang perlu dipikirkan desainer produk pada mock up fisik adalah estetika dan aspek ergonomisnya sebelum prototipe produknya dibuat.
2. Mock Up Aplikasi dan Website
Tidak hanya produk fisik, produk digital seperti aplikasi dan website juga sangat penting untuk dibuat mockup nya. Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh desainer web untuk menguji tampilan UI suatu web jika sudah diluncurkan.
Adapun yang akan diuji di sini adalah layout, branding, dan elemen-elemen visual yang menjadi prioritas sebelum nantinya akan diserahkan ke tim pengembang web untuk dibuat prototipenya.
Persis seperti produk fisik, produk digital seperti website juga membutuhkan versi non-fungsionalnya terlebih dahulu. Dari situ, Anda bisa mengevaluasi elemen-elemen visualnya seperti ukuran tombol, penempatan gambar, dan keterbacaan tulisan pada web.
3. Mock Up Branding
Bukan hanya produk fisik atau digital saja, tapi aset yang ada di dalamnya juga memerlukan mockup. Nah, aset yang dimaksud di sini merupakan logo atau desain visual tertentu yang terdapat pada produk seperti kemasan, baju, atau website. Mock up branding meminimalisir kesalahan sekaligus memastikan konsistensi desain di setiap produk.
Tips Membuat Mock Up
Apa pun jenis mockup nya, proses pembuatannya tidak boleh sembarangan dan membutuhkan persiapan tertentu. Berikut ini adalah tips yang bisa Anda ikuti agar mockup yang dibuat bisa lebih efektif:
1. Bangun Fondasi Desain yang Kokoh
Tidak sedikit desainer yang tergoda untuk langsung membuat desain visual suatu produk atau aset langsung setelah mendapatkan ide. Sayangnya, mock up harus dibuat dengan detail, dan sering kali menghabiskan banyak waktu. Karena itulah akan lebih baik untuk membangun fondasi desain terlebih dahulu.
Tentu akan tidak lucu jika Anda sudah 50% jadi dalam proses desainnya, tapi ternyata tidak sesuai dengan keinginan klien atau atasan
2. Buat Template Desain
Agar pekerjaan jauh lebih efisien, seorang desainer harus memikirkan bagaimana caranya agar pada proyek selanjutnya mereka tidak perlu repot-repot membuat dari awal.
Oleh karena itu membuat komponen desain yang bisa digunakan ulang sangatlah penting. Dengan kata lain, Anda harus membuat template desain yang sesuai dengan standar produk agar pekerjaan ke depannya bisa dilakukan dengan lebih cepat.
3. Buatlah Desain yang Benar-benar Nyata
Ada gurauan di kalangan desainer produk dan web jika suatu benda masih bertuliskan “lorem ipsum”, maka tandanya desainernya tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Candaan tersebut seakan menjadi pengingat bahwa meskipun desainnya tidak perlu menyerupai produk jadi, tapi setidaknya harus terlihat realistis.
Baca Juga: Bagaimana Bentuk logo? Ini Dia 9 Contohnya
Contoh Mock Up
1. Mock Up Produk Mug

Sumber: Google Images
2. Mock Up Kemasan

Sumber: Google Images
3. Mockup Website

Sumber: Google Images
4. Mock Up Aplikasi

Sumber: Google Images
5. Mock Up Logo

Sumber: Google Images
FAQ Seputar Konten
- Apa perbedaan antara mockup dengan wireframe?. Wireframe merupakan semacam sketsa kasar suatu desain yang hanya menampilkan struktur tapi tidak dengan gayanya. Sedangkan mockup merupakan versi yang lebih halus dan sudah mencakup warna, gambar, dan tipografi, sehingga tampilan akhirnya jadi lebih jelas.
- Apakah mockup dapat menjembatani desainer dengan klien?. Tentu saja, mockup akan membantu klien dalam memahami tampilan akhir dari suatu produk, sehingga mereka bisa segera memberi ulasan.
- Tools apa yang biasanya digunakan untuk membuat mockup?. Biasanya tools yang digunakan adalah Figma dan Adobe XD untuk produk digital, photoshop untuk aset branding, serta SketchUp atau Blender untuk desain produk fisik 3D.
- Bisakah template mockup digunakan untuk berbagai proyek yang berbeda?. Template mockup memang dibuat agar bisa kembali digunakan pada proyek yang lain dengan kualitas dan konsistensi yang serupa. Dengan begitu, Anda bisa lebih mempercepat waktu pengerjaannya.
- Apakah freelancer desain juga memerlukan mockup?. Freelancer juga membutuhkan mockup, baik saat akan presentasi ide logo, menjual produk, atau meluncurkan landing page dari suatu website. Mock up akan membantu freelancer untuk berkolaborasi secara profesional sekaligus mencegah kesalahpahaman.
Baca Juga: 7 Contoh Desain Produk di Berbagai Industri
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Contoh mock up” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Jadi, itulah ulasan seputar seluk-beluk dan contoh mock up. Sekarang, Anda tidak perlu bingung lagi membedakan antara mock up dan prototipe, karena keduanya adalah tahapan yang berbeda dalam desain produk.
Baca Juga: Desain Kemasan Produk yang Simple
Setelah membaca ulasan di atas, Anda lebih suka ide contoh yang mana? Komentar di bawah ya!
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



