Pasar kerja di bidang teknologi mungkin sedang terguncang karena adanya startup winter. Namun, kebutuhan perusahaan akan digital marketing tidak pernah surut, dan bahkan terus bertambah. Di Jobstreet saja, kata kunci lowongan “digital marketing” mencapai lebih dari 3000 hasil untuk di Jakarta Selatan saja. Maka dari itu, tidak heran jika banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang membuka jurusan digital marketing untuk memenuhi demand ini.
Baca Juga: Berapa Gaji YouTubers? Begini Cara Menghitungnya!
Terlebih lagi, Indonesia juga merupakan salah satu raksasa ekonomi digital yang ditandai dengan banyaknya e-commerce lokal. Ekosistem ini juga didukung oleh fenomena bahwa rata-rata masyarakat menghabiskan waktu lebih dari 7 jam di internet. Bagi yang ingin kuliah di jurusan digital marketing, maka Anda beruntung. Kali ini, MinTiv akan membahas seluk-beluk jurusan tersebut.
Daftar Isi
ToggleMata kuliah di jurusan ini tentunya jauh lebih komprehensif dan aplikatif dari yang biasa kita temui di kursus online dan bootcamp. Meskipun kurikulum di setiap kampus memiliki pendekatan yang berbeda, tapi secara garis besar ada beberapa kesamaan materi yang akan dipelajari di jurusan ini:
Digital marketing sama sekali tidak bisa dipisahkan dari search engine. Bahkan, optimasi mesin pencari merupakan salah satu fondasi dasar di digital marketing. Di dunia kerja nanti, perusahaan-perusahaan akan mencari fresh graduate yang mampu mengoperasikan tools/software seperti SEMrush, Ahrefs, atau Google Keyword Planner.
Jurusan ini umumnya membagi pilar search engine jadi dua:
Materi ini akan mengajarkan tips dalam memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga LinkedIn untuk membangun identitas brand serta menjalin interaksi dengan audiens. Umumnya mata kuliah ini akan mengeksplor pembuatan konten kreatif, manajemen kampanye iklan dengan tools seperti Instagram Ads, dan membuat komunitas konsumen.
Di sisi lain, sosial media juga membutuhkan marketing konten yang bagus. Content marketing berfokus pada penciptaan dan pendistribusian konten yang relevan dan berkualitas untuk mempertahankan dan menjaring basis audiens. Bentuk konten di sini bisa berupa foto/video, infografis, caption, siniar, artikel, dll.
Salah satu hal yang sering luput dari course digital marketing yang bertebaran di luar sana adalah analisis data. Padahal, data merupakan tulang punggung dari pemasaran modern. Oleh karena itu celah tersebut harus dijembatani oleh kurikulum yang mengajarkan penggunaan alat seperti Google Analytics untuk memantau performa kampanye, mengukur KPI, bahkan mengambil insight dari data mentah.
Kebanyakan course online memisahkan pembelajaran digital marketing dan analisis data. Memang alat seperti Google Analytics memiliki dasbor dan fitur yang sedikit rumit. Nantinya, mahasiswa akan diajarkan untuk memahami berbagai metrik KPI seperti Return on Investment (ROI), Cost per Acquisition (CPA), atau Customer Lifetime Value (CLV).
Baca Juga: Lulusan Bisnis Digital Kerja Apa? Ini Prospek Karirnya!
Manajemen hubungan pelanggan atau CRM adalah strategi untuk membina dan menjaga hubungan antara pelanggan dengan brand dalam jangka panjang. Strategi ini harus dilakukan secara konstan dengan basis data konsumen yang kuat serta melakukan kampanye email yang rutin dan terpersonalisasi.
Tidak hanya hard-skill, jurusan digital marketing juga mengajarkan berbagai soft-skill, khususnya berpikir kritis untuk memecahkan masalah. Mahasiswa akan diarahkan untuk bisa melihat suatu bisnis beserta tujuannya dalam helicopter view. Dari situ, mereka akan menyusun rencana pemasaran yang efektif.
Selain itu, pada dasarnya berpikir kritis adalah proses menjawab “mengapa” di balik setiap tindakan “apa”. Lama-kelamaan, kemampuan mahasiswa dalam mendiagnosis masalah dalam suatu kampanye beserta solusinya akan semakin terasah. Rata-rata tugas dan proyek di jurusan ini kemungkinan besar sangat memerlukan pemikiran yang kritis.
Tidak mungkin jurusan digital marketing dan bisnis digital tidak mengajarkan cara bercerita dan berkomunikasi yang baik. Suatu narasi bahkan tidak akan masuk ke telinga audiens jika tidak dirangkai dengan kata-kata yang menarik. Selain itu, kita semua juga memerlukan komunikasi yang baik dalam menerjemahkan data mentah untuk meyakinkan atasan perusahaan.
Tidak hanya itu, storytelling secara tidak langsung juga akan menumbuhkan empati. Bagaimana rasanya jika kita diposisikan sebagai audiens, lalu mendengar narasi yang kita buat sendiri. Nama mata kuliah ini mungkin akan berbeda-beda di setiap kampus, tapi intinya tetap sama. Bahkan, pada dasarnya di setiap presentasi mingguan saat kuliah pun membutuhkan storytelling yang baik.
Peluang kerja jurusan ini sangatlah luas. Bahkan, banyak lowongan pekerjaan yang mencari fresh graduate digital marketing. Berikut MinTiv telah merangkum prospek kerja digital marketing:
Baca Juga: Pebisnis Era Digital: Kuasai Mindset dan Skill Ini!
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Jurusan digital marketing” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Nah, itulah ulasan seputar jurusan digital marketing. Sudah jelas ya jika jurusan tersebut menawarkan materi dan pembelajaran yang lebih komprehensif dari course online dan bootcamp. Jadi jika ada yang tertarik untuk masuk jurusan ini, jangan ragu-ragu lagi!
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.