Landing Page Adalah. Tahukah Anda bahwa rata-rata conversion rate sebuah landing page mencapai 6,6%? Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan halaman website biasa yang hanya berkisar 2-3%. Artinya, landing page adalah senjata rahasia yang bisa melipatgandakan hasil pemasaran digital Anda.
Baca Juga: Google Bard Sekarang Jadi Gemini? Ini Penjelasannya
Banyak pebisnis masih bingung membedakan landing page dengan homepage. Padahal, keduanya punya fungsi yang sangat berbeda. Tanpa landing page yang efektif, budget iklan Anda bisa terbuang sia-sia tanpa menghasilkan konversi yang diharapkan.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian landing page secara lengkap, fungsi pentingnya untuk bisnis, cara membuat landing page yang mengkonversi, hingga kesalahan umum yang harus dihindari. Mari kita bahas satu per satu.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman web khusus yang dirancang dengan satu tujuan spesifik, yaitu mendorong pengunjung untuk melakukan tindakan tertentu (konversi). Halaman ini menjadi “tempat pendaratan” pertama setelah seseorang mengklik iklan, tautan email, atau postingan media sosial.
Berbeda dengan homepage yang berisi banyak informasi dan navigasi, landing page fokus pada satu pesan utama dengan satu Call-to-Action (CTA). Desainnya dibuat sederhana namun persuasif agar pengunjung tidak terdistraksi.
Menurut data dari Unbounce, landing page yang dioptimasi dengan baik bisa mencapai conversion rate hingga 10-15%. Bahkan untuk kampanye email marketing, angkanya bisa mencapai 19,3%.
Secara sederhana, jika website adalah toko lengkap dengan berbagai rak produk, maka landing page adalah etalase khusus yang memajang satu produk unggulan dengan penawaran yang sulit ditolak.
Untuk mempermudah pembuatan halaman promosi, Anda bisa cek 5 Rekomendasi Landing Page Builder Terbaik, Updated!.
Perbedaan Landing Page dan Website
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara landing page dan website. Banyak orang masih mencampuradukkan keduanya.
- Dari segi tujuan, website bertujuan memberikan informasi lengkap tentang bisnis Anda. Sementara landing page bertujuan tunggal: mengkonversi pengunjung menjadi leads atau pembeli.
- Dari segi navigasi, website memiliki menu, sidebar, footer links, dan banyak halaman internal. Landing page sengaja menghilangkan elemen navigasi agar pengunjung tetap fokus pada CTA.
- Dari segi konten, website menyajikan berbagai topik mulai dari profil perusahaan hingga blog. Landing page hanya membahas satu penawaran spesifik dengan copy yang persuasif.
Jika Anda membutuhkan jasa pembuatan website profesional yang dilengkapi landing page berkonversi tinggi, tim Creativism siap membantu dengan pendekatan berbasis data.
Jenis-Jenis Landing Page
Tidak semua landing page diciptakan sama. Berikut adalah jenis-jenis landing page yang perlu Anda ketahui berdasarkan tujuan bisnisnya.
1. Lead Generation Landing Page
Jenis ini bertujuan mengumpulkan data pengunjung melalui formulir. Biasanya menawarkan sesuatu yang bernilai (lead magnet) seperti e-book, webinar, atau free trial sebagai imbalan atas informasi kontak.
Contohnya adalah halaman yang menawarkan “Download Gratis: Panduan Digital Marketing 2026” dengan formulir berisi nama dan email.
2. Click-Through Landing Page
Landing page jenis ini bertugas “memanaskan” pengunjung sebelum diarahkan ke halaman pembelian. Isinya adalah informasi produk, benefit, dan testimonial yang membuat pengunjung semakin yakin.
E-commerce dan SaaS banyak menggunakan jenis ini untuk meningkatkan kemungkinan checkout.
3. Sales Landing Page
Halaman penjualan langsung yang berisi penawaran lengkap. Biasanya lebih panjang karena harus menjawab semua keberatan calon pembeli sebelum mereka mengambil keputusan.
4. Squeeze Page
Versi minimalis dari lead generation page. Hanya berisi headline menarik dan satu kolom email. Tujuannya murni mengumpulkan alamat email sebanyak-banyaknya.
5. Thank You Page
Halaman yang muncul setelah pengunjung melakukan konversi. Meski sering diabaikan, halaman ini punya potensi besar untuk upselling atau memberikan penawaran tambahan.

Mengapa Landing Page Penting untuk Bisnis?
Masih ragu apakah bisnis Anda butuh landing page? Berikut lima alasan kuat mengapa landing page adalah investasi yang wajib dimiliki.
- Meningkatkan Conversion Rate Secara Signifikan. Data dari HubSpot menunjukkan bahwa perusahaan dengan 30+ landing page menghasilkan 7 kali lebih banyak leads dibandingkan yang hanya punya 1-5 landing page. Semakin banyak landing page yang terarah, semakin besar peluang konversi.
- Mengoptimalkan Budget Iklan Digital. Tanpa landing page, traffic dari Google Ads atau Meta Ads hanya akan “mendarat” di homepage yang penuh distraksi. Landing page memastikan setiap rupiah iklan Anda diarahkan ke halaman yang siap mengkonversi.
- Mendapatkan Data Leads Berkualitas. Landing page dengan formulir yang tepat membantu Anda mengumpulkan informasi berharga tentang calon pelanggan. Data ini menjadi aset untuk strategi digital marketing jangka panjang.
- Memudahkan A/B Testing. Karena elemennya terbatas, landing page sangat mudah diuji. Anda bisa membandingkan dua versi headline, CTA, atau gambar untuk menemukan kombinasi terbaik yang menghasilkan konversi tertinggi.
- Mendukung Kampanye Marketing yang Terukur. Setiap landing page bisa dilacak performanya secara detail. Anda bisa tahu berapa orang yang mengunjungi, berapa yang mengisi formulir, dan berapa yang akhirnya menjadi pelanggan.
Agar halaman Anda mudah ditemukan di Google, simak panduan Cara Menjalankan SEO Landing Page, Pelajari 5 Tips Ini!.
Cara Membuat Landing Page yang Efektif
Membuat landing page bukan sekadar mendesain halaman cantik. Ada strategi dan elemen penting yang harus diperhatikan agar hasilnya maksimal.
1. Tentukan Tujuan yang Jelas
Sebelum mulai mendesain, jawab pertanyaan ini: apa yang Anda inginkan pengunjung lakukan? Apakah mengisi formulir, membeli produk, atau mendaftar webinar? Satu landing page, satu tujuan.
Tips: Tuliskan tujuan dalam satu kalimat singkat. Jika Anda butuh lebih dari satu kalimat, mungkin tujuannya belum cukup spesifik.
2. Buat Headline yang Memikat
Headline adalah elemen pertama yang dilihat pengunjung. Menurut riset, Anda hanya punya 3-5 detik untuk menarik perhatian sebelum mereka meninggalkan halaman.
Tips: Gunakan formula “Hasil yang Diinginkan + Timeframe + Tanpa Kekhawatiran”. Contoh: “Tingkatkan Penjualan 3x Lipat dalam 30 Hari Tanpa Tambah Budget Iklan”.
3. Tulis Copy yang Persuasif
Body copy harus menjawab tiga pertanyaan utama pengunjung: Apa ini? Mengapa saya harus peduli? Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?
Tips: Fokus pada benefit, bukan fitur. Jangan bilang “software dengan 50 fitur”, tapi “hemat 10 jam kerja setiap minggu”.
4. Desain Visual yang Clean dan Profesional
Gunakan whitespace yang cukup, hierarki visual yang jelas, dan warna kontras untuk CTA button. Pastikan desain responsif dan tampil sempurna di perangkat mobile.
Tips: Data menunjukkan bahwa halaman yang loading dalam 1 detik punya conversion rate 3 kali lebih tinggi dari yang loading 5 detik. Optimasi kecepatan loading adalah prioritas.
5. Tambahkan Social Proof
Testimonial, review, logo klien, angka pengguna, dan studi kasus sangat efektif meningkatkan kepercayaan. Orang cenderung mengikuti tindakan orang lain.
Tips: Testimonial dengan foto dan nama lengkap 3 kali lebih dipercaya daripada testimonial anonim.
6. Optimalkan CTA (Call-to-Action)
CTA harus menonjol secara visual dan menggunakan kata kerja yang jelas. Hindari kata generik seperti “Submit” atau “Klik Di Sini”.
Tips: Gunakan CTA spesifik seperti “Dapatkan Proposal Gratis”, “Mulai Trial 14 Hari”, atau “Download Panduan Sekarang”.
7. Pasang Tracking dan Analytics
Integrasikan Google Analytics, Facebook Pixel, dan tools tracking lainnya. Tanpa data, Anda tidak bisa mengoptimasi performa landing page.
Tips: Setup goal tracking di Google Analytics agar Anda bisa melacak conversion rate secara akurat.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Bahkan marketer berpengalaman pun sering melakukan kesalahan saat membuat landing page. Berikut lima kesalahan paling fatal dan cara menghindarinya.
1. Terlalu Banyak CTA
Memiliki lebih dari satu CTA membuat pengunjung bingung. Paradox of choice menyebabkan mereka justru tidak mengambil tindakan apapun. Satu halaman, satu tujuan, satu CTA.
Solusi: Tentukan satu aksi utama yang paling penting. Semua elemen halaman harus mendukung CTA tersebut.
2. Loading Speed yang Lambat
Setiap detik keterlambatan loading bisa menurunkan konversi hingga 7%. Gambar yang terlalu besar, kode yang tidak dioptimasi, dan hosting yang lambat adalah penyebab utama.
Solusi: Kompres gambar, gunakan lazy loading, minify CSS dan JavaScript, serta pilih hosting yang cepat dan reliabel.
3. Headline yang Tidak Sesuai dengan Iklan
Ketika pesan di iklan berbeda dengan isi landing page, pengunjung akan merasa tertipu dan langsung meninggalkan halaman. Ini disebut “message mismatch” dan sangat merusak conversion rate.
Solusi: Pastikan headline landing page selaras dengan copy iklan. Gunakan kata kunci dan penawaran yang sama.
4. Tidak Ada Social Proof
Landing page tanpa testimonial, review, atau bukti sosial lainnya terasa tidak bisa dipercaya. Pengunjung butuh validasi dari orang lain sebelum mengambil keputusan.
Solusi: Tambahkan minimal 3 testimonial dengan foto, nama, dan jabatan. Sertakan juga logo klien atau angka pencapaian yang bisa diverifikasi.
5. Mengabaikan Pengunjung Mobile
Mendesain landing page hanya untuk desktop adalah kesalahan besar. Lebih dari separuh pengunjung mengakses melalui smartphone dengan layar yang jauh lebih kecil.
Solusi: Gunakan pendekatan mobile-first design. Test di berbagai perangkat sebelum launch. Pastikan tombol CTA cukup besar untuk diklik dengan jempol.
Butuh inspirasi desain yang efektif? Lihat 10 Contoh Landing Page Efektif untuk Bisnis sebagai referensi.
Tools Terbaik untuk Membuat Landing Page
Tidak perlu jago coding untuk membuat landing page profesional. Berikut rekomendasi tools berdasarkan kebutuhan dan budget Anda.
1. WordPress + Elementor
- Kelebihan: Fleksibel, banyak template, SEO-friendly, dan bisa dikustomisasi tanpa batas.
- Kekurangan: Butuh hosting sendiri dan sedikit learning curve.
- Cocok untuk: Bisnis yang sudah punya website WordPress dan ingin kontrol penuh.
2. Unbounce
- Kelebihan: Drag-and-drop builder, built-in A/B testing, Smart Traffic AI untuk optimasi otomatis.
- Kekurangan: Harga cukup mahal mulai $99/bulan.
- Cocok untuk: Tim marketing yang butuh membuat banyak landing page dengan cepat.
3. Carrd
- Kelebihan: Sangat simpel, harga terjangkau mulai $19/tahun, cocok untuk one-page.
- Kekurangan: Fitur terbatas, kurang cocok untuk landing page kompleks.
- Cocok untuk: Freelancer atau startup dengan budget terbatas.
4. Instapage
- Kelebihan: Fitur personalisasi canggih, heatmap built-in, kolaborasi tim yang mudah.
- Kekurangan: Harga premium dan kurang cocok untuk pemula.
- Cocok untuk: Enterprise dan agency yang menangani banyak klien.
5. Google Sites
- Kelebihan: Gratis, mudah digunakan, terintegrasi dengan ekosistem Google.
- Kekurangan: Template terbatas, fitur optimasi konversi minim.
- Cocok untuk: Pemula yang ingin mencoba membuat landing page sederhana tanpa biaya.
Jika Anda ingin landing page yang benar-benar profesional dan dioptimasi untuk konversi tinggi, pertimbangkan menggunakan jasa pembuatan website dari tim yang berpengalaman.
Tips dan Best Practices dari Creativism
Berdasarkan pengalaman Creativism menangani lebih dari 200 klien dan 500+ proyek digital marketing, tim ahli Creativisn telah mengidentifikasi praktik terbaik yang terbukti efektif meningkatkan performa landing page.
- Gunakan Prinsip F-Pattern atau Z-Pattern. Riset eye-tracking menunjukkan bahwa pengunjung web biasanya membaca halaman dengan pola F atau Z. Menempatkan elemen terpenting seperti headline, benefit utama, dan tombol CTA sepanjang pola ini membantu memaksimalkan perhatian dan interaksi pengunjung.
- Terapkan Urgency dan Scarcity. Menambahkan elemen urgensi, misalnya countdown timer, stok terbatas, atau penawaran dengan batas waktu, memicu psikologi FOMO (Fear of Missing Out). Strategi ini terbukti meningkatkan konversi hingga 30%.
- Minimalkan Form Fields. Setiap kolom tambahan pada formulir dapat menurunkan conversion rate sebesar 7–10%. Fokus pada informasi yang benar-benar dibutuhkan, misalnya hanya email, agar calon pelanggan lebih mudah mengisi form dan berinteraksi dengan brand Anda.
- Pastikan Mobile-Friendly. Dengan lebih dari 60% traffic internet berasal dari perangkat mobile, landing page yang tidak responsif berisiko kehilangan sebagian besar calon pelanggan. Creativism selalu menguji tampilan di berbagai ukuran layar untuk memastikan pengalaman pengunjung optimal.
- Gunakan Video untuk Meningkatkan Engagement. Landing page dengan video pendek (60–90 detik) yang jelas menjelaskan value proposition dapat meningkatkan conversion rate hingga 86%. Video lebih efektif daripada teks panjang dalam menyampaikan pesan utama secara cepat dan menarik.
- Lakukan A/B Testing Secara Konsisten. Setiap elemen, mulai dari headline, gambar, warna tombol CTA, hingga panjang copy, sebaiknya diuji. Creativism menekankan bahwa perubahan kecil seringkali membawa dampak besar terhadap konversi, jadi jangan hanya mengandalkan asumsi.
- Sesuaikan Pesan dengan Sumber Traffic. Pengunjung dari Google Ads memiliki intent berbeda dengan pengunjung dari Instagram. Strategi terbaik adalah menyesuaikan landing page sesuai sumber traffic dan tahap customer journey mereka, memastikan pesan yang tepat sampai ke audiens yang tepat.

Elemen Wajib Landing Page Berkonversi Tinggi
Sebelum mempublikasikan landing page, pastikan elemen-elemen berikut sudah ada dan dioptimasi dengan baik.
- Above the Fold. Bagian yang terlihat tanpa scroll harus memuat: headline utama, sub-headline, hero image atau video, dan CTA button. Pengunjung harus langsung paham apa yang ditawarkan dalam 3 detik pertama.
- Benefit-Oriented Copy. Jangan hanya menjelaskan fitur. Tunjukkan bagaimana produk atau jasa Anda menyelesaikan masalah spesifik pengunjung. Gunakan bahasa yang mudah dipahami target audiens Anda.
- Trust Signals. Sertakan badge keamanan, sertifikasi, garansi uang kembali, atau policy privasi. Elemen ini mengurangi keraguan dan meningkatkan rasa aman pengunjung saat memberikan data pribadi.
- Responsive Design. Landing page harus tampil sempurna di semua perangkat. UI/UX yang baik tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang kemudahan pengunjung mencapai tujuan mereka.
Optimasi landing page adalah bagian dari strategi SEO dan digital marketing yang terintegrasi. Tanpa landing page yang efektif, campaign Anda tidak akan mencapai hasil maksimal.
Kesimpulan
Landing page adalah aset digital yang wajib dimiliki setiap bisnis yang serius dengan pemasaran online. Berikut ringkasan poin-poin utama yang sudah kita bahas:
- Landing page berbeda dari homepage. Fokusnya tunggal: konversi.
- Ada berbagai jenis landing page sesuai tujuan bisnis, mulai dari lead generation hingga sales page.
- Elemen kunci meliputi headline yang memikat, copy persuasif, desain clean, social proof, dan CTA yang kuat.
- Hindari kesalahan umum seperti multiple CTA, loading lambat, dan message mismatch.
- Selalu lakukan A/B testing untuk mengoptimasi performa secara berkelanjutan.
Langkah selanjutnya? Mulailah dengan mengaudit landing page yang sudah ada atau buat yang baru dengan menerapkan tips di atas.
Butuh bantuan profesional untuk membuat landing page yang benar-benar menghasilkan? Tim Creativism siap membantu dengan pengalaman menangani 200+ klien dan 500+ project digital marketing. Dengan pendekatan AI-powered dan 118+ marketing automations, kami memastikan landing page Anda tidak hanya cantik, tapi juga mengkonversi.
Hubungi kami sekarang di 081 22222 7920 atau kunjungi creativism.id
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apa perbedaan landing page dan homepage? Homepage adalah halaman utama website yang berisi informasi umum tentang bisnis dengan banyak navigasi. Landing page adalah halaman khusus dengan satu tujuan konversi tanpa navigasi yang mengganggu. Homepage untuk brand awareness, landing page untuk menghasilkan leads dan penjualan.
- Berapa biaya membuat landing page? Biaya bervariasi tergantung kompleksitas. Menggunakan builder gratis seperti Google Sites bisa Rp 0. Platform premium seperti Unbounce mulai $99/bulan. Jika menggunakan jasa profesional, biaya berkisar Rp 3-15 juta tergantung fitur dan optimasi yang dibutuhkan.
- Apakah landing page perlu SEO? Tergantung tujuannya. Landing page untuk iklan berbayar (Google Ads, Meta Ads) tidak perlu SEO karena traffic-nya dari iklan. Namun, landing page untuk organic traffic sangat perlu dioptimasi SEO agar bisa ditemukan di mesin pencari secara gratis dan berkelanjutan.
- Berapa conversion rate yang bagus untuk landing page? Rata-rata conversion rate landing page adalah 6,6%. Landing page yang teroptimasi dengan baik bisa mencapai 10-15%. Untuk kampanye email marketing, conversion rate bisa mencapai 19,3%. Angka ini tergantung industri, jenis penawaran, dan kualitas traffic.
- Apa saja elemen wajib yang harus ada di landing page? Elemen wajib meliputi: headline yang menarik, sub-headline yang menjelaskan value proposition, hero image atau video, benefit-oriented copy, social proof (testimonial atau logo klien), CTA button yang menonjol, dan trust signals seperti garansi atau badge keamanan.
- Apakah satu halaman cukup untuk landing page? Ya, landing page biasanya hanya satu halaman. Panjangnya bergantung pada kompleksitas produk, produk sederhana cukup dengan short-form, sementara produk mahal atau kompleks memerlukan long-form yang menyertakan informasi lebih lengkap dan social proof.
- Tools apa yang paling mudah untuk membuat landing page? Untuk pemula, WordPress dengan plugin Elementor adalah pilihan terbaik karena gratis dan banyak template. Carrd juga sangat simpel dengan harga terjangkau. Untuk fitur lebih lengkap, Unbounce dan Instapage menawarkan drag-and-drop builder dengan built-in A/B testing.


