Pernahkah Anda menonton sebuah iklan yang benar-benar bagus, bahkan menarik untuk ditonton sampai akhir? Lantas apa yang membuat suatu iklan atau advertising dapat benar-benar menangkap perhatian audiens? Dalam advertising contoh yang menarik bisa direalisasikan dengan kombinasi yang solid antara ide atau garis besar, pemahaman psikologi, dan eksekusi yang brilian.
Baca Juga: Tulisan Instagram Keren untuk Branding
Pada kesempatan kali ini, MinTiv akan memberikan beberapa contoh advertising terbaik yang pernah ada, baik di Indonesia maupun luar negeri. Namun agar tidak membosankan, MinTiv juga akan membeberkan “resep” dan strategi rahasia di baliknya.
Ayo simak pembahasan berikut!
Daftar Isi
ToggleJenis Advertising
Sebelum melangkah lebih jauh membahas contoh advertising yang menarik beserta strateginya, ada baiknya untuk mengenal jenis-jenis iklan terlebih dahulu:
- Print advertising: Iklan jenis ini dimuat dalam media cetak seperti koran, majalah, brosur, poster, dll. Jenis iklan ini merupakan salah satu yang paling tradisional, tapi sebenarnya tetap relevan untuk ditargetkan pada demografi tertentu.
- Broadcast advertising: Sesuai namanya, iklan ini disiarkan melalui TV atau radio yang dapat menjangkau audiens secara masif dan cepat. Tipe iklan ini sangat cocok bagi brand yang membutuhkan storytelling yang kuat dari aspek audio dan visual.
- Out-of-Home (OOH) advertising: Dikenal juga sebagai outdoor advertising, merupakan iklan luar rumah yang biasanya muncul pada papan reklame, transportasi umum, atau baliho. OOH advertising menargetkan para pejalan kaki dan pengendara yang berlalu-lalang di area metropolitan.
- Digital advertising: Ditempatkan pada saluran-saluran digital seperti media sosial, aplikasi atau software, dan juga website. Contohnya bisa berupa pop-up, konten sponsor, hingga kampanye tahunan.
Contoh Advertising Paling Menarik
Pasca perang dunia 2, ekonomi dan kemajuan teknologi berkembang dengan pesat. Sejak saat itu, para pengiklan harus bisa mengiklankan keunikan dan kelebihan produk mereka dari kompetitor.
Baca Juga: 7 Kekurangan Iklan Digital yang Harus Ketahui Sebagai Pebisnis!
Pemahaman yang baik akan sisi psikologis dan sosiologis audiens juga jauh lebih diperhatikan. Kedua hal tersebut menjadi kewajiban seorang pengiklan hingga saat ini.
1. Volkswagen “Think Small”
Jika ada iklan yang mampu merevolusi industri periklanan itu sendiri, maka iklan Volkswagen “Think Small” yang diluncurkan tahun 1959 adalah jawabannya. Padahal iklan ini hanya berupa poster berisi gambar mobil Volkswagen Beetle kecil yang dikelilingi Space berwarna putih polos. Di bawahnya hanyalah copywriting yang minimalis, lucu, dan jauh dari kata formal.
Usut punya usut, ternyata hal tersebut membuat iklan ini jadi sangat powerful dan revolusioner. Kala itu, industri otomotif dunia dibanjiri produk mobil Amerika dengan ukuran yang terlalu besar. Alih-alih menutupi fakta bahwa ukuran mobil Volkswagen Beetle cukup kecil, mereka malah menonjolkan kualitas ini.
Bahkan dalam copywriting nya, iklan ini terang-terangan menyebutkan “Mobil ini memang kecil dan jelek, tapi bisa membawa Anda kemanapun.”. Dengan dibumbui sedikit humor, tulisan tersebut ternyata mampu menyorot kualitas mobil Volkswagen yang ekonomis tapi juga tahan banting. Kampanye iklan ini terbukti sukses dalam meningkatkan penjualan mobil Volkswagen di Amerika Serikat secara drastis.
Meskipun sudah lebih dari 65 tahun yang lalu, tapi strategi ini tetaplah relevan. Kekuatan iklan ini terletak pada ide yang menekankan keunikan mobil Volkswagen dengan ukurannya yang kecil, tapi mampu menangkap keresahan pengguna mobil yang sudah bosan dengan kemewahan dan mulai mementingkan hal praktikal. Desainnya yang minimalis juga membuat iklan ini jadi lebih menonjol dibanding iklan lainnya saat itu.
2. Gojek “Cerdikiawan”
Iklan Gojek “Cerdikiawan” bisa dikatakan merupakan salah satu contoh broadcast advertising terbaik di Indonesia pada era 2010-2020. Dirilis pada tahun 2019, iklan berdurasi satu menit ini menampilkan sekumpulan adegan berupa lifehacks seperti garpu yang digunakan sebagai tuas dispenser, menggunakan setrika untuk masak telur ceplok, hingga memakai peniti untuk memperbaiki sandal jepit yang rusak.
Walaupun secara sekilas adegan-adegan tersebut terlihat konyol dan humoris, tapi Gojek mampu mengangkat dan bahkan merayakan hal-hal tersebut dengan istilah “Cerdikiawan”, sehingga audiens menjadi merasa relate, bahkan secara personal pada iklan yang sangat merefleksikan realita tersebut. Dengan demikian, audiens bisa merasakan perannya dalam masyarakat menjadi suatu yang penting.
Baca Juga: Apa itu Design Thinking dan Pengaruhnya dalam Bisnis?
Terlebih lagi, Gojek turut membawa Najwa Shihab sebagai narator. Dengan menggandeng seorang tokoh intelektual, iklan ini berperan jadi semacam manifesto kebudayaan yang menangkap kecerdikan rakyat Indonesia. Gojek juga meluncurkan iklan ini sebagai bentuk rebranding, yang bersamaan dengan pengenalan logo baru, dan peresmian tagline “PastiAdaJalan.
Kesuksesan iklan Gojek “Cerdikiawan” ini terbukti viral dan mampu menjangkau masyarakat secara masif. Bahkan di kanal YouTubenya, video iklan ini mampu meraih hingga 113 juta lebih penonton. Bahkan, penelitian juga menunjukkan bahwa kampanye advertising ini sangat efektif dalam membentuk persepsi positif dan antusiasme masyarakat pada brand Gojek.
3. Spotify Wrap
Bagi pengguna aktif Spotify, pasti sudah tidak asing lagi dengan Spotify Wrap. Jadi, kampanye iklan ini diluncurkan setiap tahun pada pekan awal Desember yang akan merangkum lagu apa saja yang paling sering diputar berdasarkan berbagai kategori.. Dikemas dengan storytelling yang kreatif dan berbasis data, Spotify Wrap telah menjadi fenomena budaya pop yang menandai akhir tahun.
Kekuatan iklan ini terletak pada visualisasi data berupa chart dan grafik yang menarik dan mudah dicerna. Namun yang disajikan bukanlah sekedar data mentah, karena semua data yang ada akan dikombinasikan untuk menunjukkan hal yang paling relevan, lalu dikemas dalam sebuah cerita yang relate dan terpersonalisasi dengan pengguna.
Sebagai contoh, jika Anda sering mendengarkan bermacam-macam lagu dengan genre yang serupa, Spotify akan mengemas sebuah cerita dan konklusi yang akan merepresentasikan identitas penggunanya. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Spotify juga menampilkan video dari musisi yang secara langsung berterima kasih pada orang-orang yang sering mendengar karyanya, seolah-olah musisi tersebut sedang berbicara langsung pada kita.
Kesuksesan advertising ini memang tidak terlepas dari sifat FOMO (Fear of Missing Out), khususnya pada anak muda yang tidak ingin ketinggalan untuk membagikan Spotify Wrapnya di sosial media. Sebagai contoh, pada awal pekan Desember 2020, terdapat peningkatan total unduhan Spotify hingga 21% karena tren ini. Bahkan dari 2020 hingga 2021, setidaknya ada peningkatan sekitar 461% tweet di sosial media yang membahas Spotify Wrap.
4. Netflix #HallyuBarengNetflix
Jadi di awal tahun 2022, Netflix tengah merilis serial drama Korea yang berjudul “Forecasting Love and Weather”. Untuk mempromosikan serial terbarunya, Netflix meluncurkan kampanye advertising Out-of-Home pada papan reklame digital di seluruh penjuru daerah metropolitan di Jakarta dengan tagar #HallyuBarengNetflix selama dua minggu penuh.
Kampanye advertising ini sangatlah cerdas karena memanfaatkan data trigger yang seakan-akan dapat “berdialog” pada orang-orang yang berlalu-lalang. Materi iklan yang ditampilkan benar-benar secara real-time disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu. Misal ketika hujan, maka billboard nya akan menampilkan gambar dan visual bertema hujan berdasarkan serial tersebut.
Iklan ini tidak hanya mampu menyampaikan pesan yang relevan secara kontekstual, tapi juga mampu membuat pengalaman yang jauh terasa lebih hidup dan imersif. Dengan melihat iklan ini, seakan-akan papan reklame tersebut dapat merasakan kondisi cuaca yang sama dengan audiens. Hal ini mengubah hal-hal yang pasif menjadi sesuatu yang interaktif dan penuh dengan koneksi.
Strategi di balik cemerlangnya advertising OOH ini bukanlah tanpa bukti yang valid. Suatu studi neurosains yang dikeluarkan oleh QMS, perusahaan media luar ruang digital asal Australia, mengemukakan bahwa materi iklan yang dinamis dapat meningkatkan dampak positif sebesar 38% di hari kelima penayangan dibanding iklan statis.
FAQ Seputar Konten
- Apa peran psikologi dalam menciptakan iklan yang cemerlang?. Pemahaman psikologis yang baik akan membantu dalam memahami bagaimana audiens menerima pesan, membuat keputusan, dan memberi respon emosional. Beberapa teknik seperti menciptakan FOMO atau nostalgia merupakan buah dari pemahaman psikologi yang baik.
- Bagaimana nilai-nilai budaya masyarakat dapat meningkatkan efektivitas iklan?. Iklan yang sejalan dengan nilai budaya lokal kemungkinan besar dapat lebih relate dengan audiens. Sebagai contoh, iklan Gojek sangatlah efektif di Indonesia karena mampu menangkap identitas dan humor masyarakat dalam membangun hubungan emosional.
- Mengapa iklan minimalis terkadang lebih sukses?. Iklan yang minimalis dan sederhana seringkali mampu membawa pesan yang terasa lebih autentik. Namun, iklan minimalis biasanya lebih efektif pada niche dengan iklan yang jauh lebih heboh dan mewah, sehingga kesederhanaan iklan ini menjadi pembeda tersendiri.
- Apakah OOH advertising masih relevan saat ini?. Tentu saja, terlebih lagi Pada area metropolitan di Jakarta seperti Thamrin, Sudirman, atau Kuningan yang sangat padat hampir setiap saat. Iklan yang dinamis, interaktif, dan mampu memicu konteks seperti cuaca akan sangat efektif.
- Apakah menaruh humor pada iklan berisiko?. Bisa dibilang begitu, karena humor sangat subjektif dan bergantung pada budaya lokal. Jika tidak dibuat dengan riset yang matang, humor berpotensi disalahartikan.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Contoh Advertising Terbaik” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Iklan yang baik adalah yang mampu bercerita dengan baik, memicu emosi, dan menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Beberapa contoh iklan di atas telah membuktikan hal tersebut. Bagi para pebisnis atau pelaku digital marketing di luar sana, MinTiv harap contoh yang diberikan di sini bisa menjadi inspirasi untuk terus berinovasi.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.




