Contoh Backlink yang Buruk. Ada 4 metode SEO penting yang harus dapat Anda jalankan dengan maksimal jika ingin mendapatkan berbagai manfaat SEO yang ada. Satu di antara 4 metode SEO penting tersebut adalah Off Page SEO. Metode SEO yang seluruh langkah-langkahnya dilakukan pada website alternatif atau platform informasi yang berbeda.
Metode SEO ini, memiliki fokus utama untuk dapat membantu website mendapatkan peningkatan nilai kredibilitas dan otoritas website yang tinggi. Di dalamnya, kita akan mempelajari banyak teknik penting. Satu di antaranya adalah link building. Sebuah teknik optimasi website di mana link utamanya ditanamkan pada banyak website lain yang nichenya relevan.
Baca Juga: Apakah Backlink Komentar itu Baik? Simak Jawabannya di Sini!
Link yang sudah ditanamkan di website orang lain ini, dapat kita sebut sebagai backlink. Tentu saja, backlink ini harus dapat ditanamkan dengan baik agar tidak berakhir dengan kata toxic backlink. Apabila website mendapatkan banyak toxic backlink, maka website kemungkinan besar akan mendapatkan penalti dari Google.
Jika sudah demikian, maka akan sulit untuk website tersebut ranking atau terindeks di mesin pencarian Google. Lantas, bagaimana caranya menghindari toxic backlink?. Anda perlu mengetahui contoh backlink yang buruk.
Di dalam artikel ini, MinTiv akan menjelaskan tentang contoh-contoh backlink yang buruk secara lengkap. Jadi, silahkan simak baik-baik ya!.
Daftar Isi
Toggle
Sumber: Fetchprofits.com
Di sini, MinTiv akan menjelaskan 4 contoh backlink yang buruk kepada Anda. 4 contoh backlink yang buruk ini, dimulai dari;
Ya, contoh yang pertama adalah ketika backlink yang didapatkan, berasal dari website yang nichenya tidak relevan. Misal Anda adalah pebisnis fashion dan memiliki website bisnis tersendiri. Anda kemudian menjalankan taktik link building, tapi malah menanamkan backlink pada website yang niche kontennya tentang otomotif.
Fashion dan otomotif jelas adalah 2 topik yang berbeda. Backlink yang didapatkan tentu tidak akan mampu mendongkrak kekuatan topical authority yang ada. Backlink seperti ini, hanya akan membantu Anda mendapatkan tambahan traffic berjenis referral saja.
Semakin tidak sinkron topik antara 2 website, maka semakin lemah pula kekuatan backlink yang dimiliki.
Senada dengan contoh yang pertama, hanya saja backlink yang didapatkan berasal dari website yang sudah jelas kontennya penuh hal-hal negatif. Backlink yang didapatkan dari website seperti ini, bukan hanya tidak akan memberikan Anda peningkatan kekuatan topical authority maupun domain dan page authority. Tapi juga akan memberikan website bisnis Anda dampak negatif yang begitu besar.
Baca Juga: 9 Metrik Link Building Penting, SEO Marketer Wajib Tahu!
Hal ini berkaitan erat dengan brand perception. Apabila website Anda mendapatkan backlink dari web yang penuh dengan konten negatif, maka persepsi yang sama, juga akan website Anda dapatkan, baik dari mesin pencarian, maupun dari pengunjung itu sendiri.
Contoh backlink buruk berikutnya, adalah backlink yang didapatkan dengan penanaman link yang berlebihan, alias bersifat spam. Semisal 1 konten website mengandung 5 backlink menuju 1 domain yang sama. Backlink yang didapatkan dari cara seperti ini, jelas saja akan memperburuk citra website utama Anda.
Website utama Anda akan dianggap sebagai website yang tidak kredibel, dan berusaha memanipulasi sistem agar dapat ranking di Google. Jika Google sudah beranggapan demikian, maka tamatlah riwayat website bisnis Anda.
Saran terbaik dari MinTiv, adalah pastikan konten yang memberikan Anda backlink, hanya akan memuat 1 backlink saja menuju website Anda. Jika Anda ingin mendapatkan 2 backlink, maka pastikan 1 backlink lainnya tertaut pada kontak bisnis Anda langsung, semisal link WhatsApp.
Yang terakhir, adalah backlink yang didapatkan bukan dari posisi yang strategis. Yang dimaksud dengan posisi strategis di sini, adalah backlink yang mudah dilihat oleh pengunjung dan dapat mengundang hasrat mereka untuk mengkliknya.
Di mana posisi backlink yang strategis dan tidak strategis?.
Posisi backlink strategis, biasanya terletak pada awal konten, subheading, tengah konten dan juga akhir dari konten. Apabila pemberi backlink dapat menambahkan beberapa kalimat Call to Action sebelum anchor text backlink dimunculkan, maka jelas itu lebih baik.
Sedangkan posisi backlink tidak strategis, biasanya terletak pada bagian komentar, footer, header, sidebar website. Biasanya juga tidak terdapat call to action yang dapat memancing pengunjung melakukan klik backlink.
Backlink yang buruk dapat merusak reputasi dan peringkat website di Google. Contoh backlink buruk meliputi yang berasal dari website tidak relevan, konten negatif, penanaman link berlebihan, dan posisi yang tidak strategis.
Baca Juga: SEO itu Mudah, Kata Siapa?
Toxic backlink dapat menyebabkan penalti dari Google, membuat website sulit terindeks dan mendapatkan ranking. Untuk mendapatkan backlink berkualitas, pastikan berasal dari website yang relevan, berotoritas tinggi, dan ditempatkan secara alami dalam konten.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi mereka langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!!.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.