Search Engine Selain Google – Search engine adalah mesin pencarian yang memudahkan kita untuk mendapatkan berbagai jenis informasi. Informasi tersebut biasanya didapatkan dari konten website yang berhasil masuk ke dalam indeks search engine.
Berbicara tentang search engine, maka kita pasti akan berbicara tentang salah satu jenis channel marketing yang banyak digunakan oleh para pebisnis. Jenis channel marketing yang mampu memberikan kita Return of Investment maksimal dengan biaya yang minimal.
Yang diperlukan hanyalah sebuah website dan juga konten berkualitas. Channel marketing yang MinTiv maksud adalah SEO marketing. Ya, SEO marketing adalah teknik optimasi website agar dapat tampil di halaman pertama search engine melalui keyword tertentu yang ditargetkan.
Baca Juga: Apa itu Topical Authority dalam SEO?
Teknik ini mengharuskan Anda untuk memahami 4 metode penting dimulai dari Local SEO, Technical SEO, On Page SEO, dan Off Page SEO. Untuk pemula, Anda pasti lebih sering mendengar istilah On Page SEO dan Off Page SEO bukan?.
Lalu yang menjadi pertanyaan di sini adalah, search engine manakah yang kita gunakan untuk tujuan optimasi website?. Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya sudah pasti, sudah pasti Google.
Ya, search engine yang diciptakan oleh Larry Page & Sergey Brin di tahun 1998 menjadi search engine terpopuler di dunia sekarang ini. Tingkat kepopulerannya bahkan berada jauh di atas persentase search engine lainnya seperti Bing, Yandex, Yahoo, dan juga Baidu.
Data di atas sebenarnya sudah cukup sebagai gambaran untuk kita lebih memprioritaskan SEO marketing pada Google. Terlebih untuk masa-masa sekarang. Tapi apakah ini sudah menjadi pertanda yang jelas untuk kita mengabaikan total search engine selain Google?.
Apakah kita perlu mempelajari search engine selain Google yang notabene tingkat kepopulerannya jauh di bawah Google?.
Sebelum MinTiv menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa search engine selain Google. Di sini MinTiv akan membahas 4 search engine yakni Bing, Yandex, Yahoo, dan juga Baidu.
Bing adalah search engine buatan perusahaan Microsoft. Nama ini ditetapkan oleh Microsoft setelah alami 3x perubahan nama. Dimulai dari yang awalnya MSN Search, Windows Live Search, dan Live Search. Nama ini ditetapkan oleh Microsoft sebagai branding search engine di tanggal 3 Juni 2009.
Search engine ini sendiri dapat Anda akses sebagai sistem default search engine di browser Microsoft Edge. Sebagai search engine yang digadang-gadang sebagai pesaing terdekat Google, Bing telah memperbarui dirinya dengan berbagai macam fitur canggih. Dimulai dari;
Berikutnya ada Yandex. Ini adalah search engine buatan negara Rusia. Yandex adalah search engine terpopuler di Rusia, bahkan market share search engine di Rusia, 65.95% nya dikuasai oleh Yandex. Di Indonesia, Yandex menguasai sekitar 2.76% market share search engine.
Ada banyak fitur keren yang bisa Anda temukan di Yandex. Beberapa di antaranya adalah;
Selanjutnya ada nama Yahoo. Ini adalah salah satu search engine tertua di dunia. Di tahun 2000-an awal, Yahoo bahkan sempat menjadi search engine terpopuler di dunia mengalahkan Google. Dan beberapa dari kita pasti pernah atau bahkan dulu sering menggunakan Yahoo untuk mendapatkan informasi.
Didirikan pertama kali oleh Jerry Yang dan David Filo di tanggal 2 Maret 1995, Yahoo memang sempat berada di atas angin hingga tahun 2007. Yahoo mulai mengalami kemunduran di tahun 2008 tepatnya setelah mereka disibukan dengan persaingan akan hadirnya Gmail Google.
Adapun fitur yang ditawarkan oleh Yahoo, kurang lebih sama dengan search engine lainnya. Hanya saja Yahoo lebih terkenal dengan layanan emailnya.
Terakhir ada Baidu. Baidu adalah search engine terpopuler di China. Market share Baidu di negeri Tirai Bambu tersebut bahkan mencapai angka 69,59%. Search engine ini pertama kali diperkenalkan oleh Robin Lin dan Eric Xu di tahun 2000.
Kepopuleran Baidu di China sebenarnya juga tidak lepas dari pengaruh perang ekonomi China-Amerika. Adapun fitur-fitur andalan di Baidu meliputi;
Kembali ke pertanyaan awal, apakah kita perlu mempelajari search engine selain Google?.
Jawabannya, iya!.
Kita tidak akan pernah akan tahu akan masa depan, bisa jadi Google di masa depan juga mengalami apa yang sekarang dirasakan oleh Yahoo. Mempelajari search engine selain Google jelas adalah langkah antisipasi yang tepat.
Ketika Google gagal, maka Anda akan tidak terkena efek dominonya, dan dengan mudah beradaptasi dengan search engine lainnya. Mempelajari search engine seperti Baidu, dkk, jelas akan membuka lebih banyak cakrawala pengetahuan Anda. Terlebih untuk perusahaan yang memiliki target pasar di negara China atau Rusia.
Inilah penjelasan lengkap tentang berbagai jenis search engine. Apabila Anda tertarik untuk mendapatkan Jasa SEO Website Lengkap, hubungi Creativism.id.
Baca Juga: Perbedaan SEO Google dengan SEO Bing
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk perorangan, UMKM, UKM, hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda. Hubungi mereka di nomor WhatsApp 6281 22222 7920.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.