Membangun brand adalah proses panjang yang menggabungkan berbagai elemen seperti desain visual, kemasan produk, website resmi, dll. Namun, ada aspek lain dalam branding yang kerap luput dari perhatian orang, yaitu slogan.
Bagi para pemilik usaha, khususnya UMKM, slogan bisa menjadi batu pijakan yang bagus untuk membangun identitas brand. Karena itulah sangat penting untuk mengetahui unsur-unsur slogan.
Baca Juga: Redesign Adalah: Pengertian, Manfaat, Alasan, dan Tips
Ada alasan tersendiri mengapa brand ternama seperti Nike menggunakan slogan “Just do it”, atau Kopiko dengan tajuk “Gantinya ngopi”. Slogan tersebut memang terbukti mampu mengukuhkan identitas brand, bahkan sampai menempel di ingatan konsumennya.
Pada kesempatan kali ini, MinTiv ingin membahas unsur-unsur slogan yang efektif untuk brand awareness. Yuk simak ulasan berikut!
Daftar Isi
ToggleSlogan merupakan sebuah frasa atau kalimat yang dapat membantu konsumen untuk mengenali suatu produk atau jasa. Karena hanya “sebuah” frasa/kalimat, maka sudah pasti slogan harus singkat, unik, dan mudah diingat. Selain itu, slogan juga harus memiliki tone yang positif untuk menciptakan persepsi konsumen yang baik pada brand.
Anda bisa menggunakan slogan di mana pun dengan cara apa pun. Contohnya, Anda bisa menggunakannya pada kampanye pemasaran di sosial media atau lewat email. Website resmi suatu brand ada baiknya untuk juga mencantumkan slogannya. Lalu yang terpenting, jangan pernah lupa untuk menempatkan slogan pada kemasan produk.
Di sisi lain, istilah slogan juga sering digunakan secara bergantian dengan tagline, yang mana keduanya memang sama-sama berisi frasa/kalimat yang mewakilkan identitas suatu brand. Namun, tagline biasanya digunakan untuk benar-benar menyampaikan misi suatu brand dalam jangka panjang, sehingga bahasanya lebih lugas.
Tagline umumnya bersifat permanen, sedangkan slogan bisa berganti-ganti menyesuaikan strategi pemasaran yang terus berubah. Ibaratnya, slogan tertentu bisa dipakai hanya untuk satu kampanye saja, tapi tagline akan dipajang secara permanen di website dan kemasan produk.
Baca Juga: Desain Kemasan Produk Simple: Keuntungan & Tips Membuatnya
Kebanyakan slogan digunakan dalam kampanye iklan perusahaan untuk menjual produknya. Namun, slogan juga sering digunakan di luar iklan seperti:
Slogan tidak memiliki struktur yang cukup baku seperti caption karena isinya yang hanya frasa/kalimat pendek. Namun dalam isinya yang singkat itu, slogan harus mengandung unsur-unsur berikut:
Slogan sangat erat hubungannya dengan identitas brand yang membuatnya harus mudah diingat. Bahkan, tidak jarang suatu slogan bisa muncul secara tiba-tiba dalam pikiran kita ketika dalam kondisi tertentu.
Misal ketika sedang masuk angin, hampir tidak mungkin orang tidak akan ingat pada slogan “orang pintar minum tolak angin”. Itu adalah satu dari sekian contoh betapa pentingnya slogan yang mudah diingat.
Slogan yang bagus biasanya juga memanfaatkan beberapa aspek kebahasaan seperti rima, aliterasi, atau metafora. Selain dari bahasa, pemahaman akan budaya lokal juga akan menciptakan slogan yang baik.
Sebagai contoh, slogan tolak angin sendiri merupakan upaya untuk mengubah persepsi masyarakat Indonesia yang masih terlalu bergantung pada jamu tradisional.
Untuk menciptakan slogan yang menarik tidak boleh terlalu panjang, dan pastinya juga harus jelas dalam menyampaikan nilai dan misi suatu brand. Bila diibaratkan, slogan harusnya menjadi jendela jernih yang bisa dilihat semua orang.
Audiens harus bisa dengan mudah menangkap nilai atau manfaat yang diberikan oleh brand pada slogannya. Dari situlah konsumen bisa mengingat suatu brand dengan mudah. Sebagai contoh, slogan Apple “Think Different” sangat singkat dan jelas, sehingga audiens mampu menangkap filosofi Apple yang sarat akan inovasi.
Di antara jutaan slogan yang ada, Anda harus bisa menggali keunikannya sebisa mungkin. Slogan yang unik akan cenderung lebih menonjol dibanding tajuk lain yang terkesan monoton dan konvensional. Namun perlu diingat, unik bukan sekedar berbeda, melainkan berbeda dengan makna.
Pasti di sini banyak yang sudah familiar dengan slogan NutriSari “Jeruk kok minum jeruk”. Secara logika dan kebahasaan, tajuk tersebut memang terkesan tidak masuk akal.
Padahal, slogan NutriSari tersebut memiliki keunikan dan kekuatannya sendiri. Brand tersebut menyiratkan bahwa produknya sangat nikmat, sampai-sampai jeruk itu sendiri juga menyukai minuman jeruk.
Selain dapat mencuri perhatian, slogan yang bagus juga mampu memicu sisi emosi konsumennya. Dengan begitu, konsumen akan merasa terhubung dengan brand tersebut, bahkan secara emosional. Sisi emosi ini bisa memicu kenangan lama konsumen yang direpresentasikan pada suatu slogan.
Salah satu contoh brand yang memanfaatkan hal ini adalah permen Kiss dengan slogan “Bukan cuma wangi, juga bisa ngomong.” Bagi yang pernah mencoba permen ini, pasti sudah tahu jika di bagian belakang kemasannya terdapat tulisan-tulisan romantis untuk menyampaikan perasaan konsumennya.
Baca Juga: Tips Mengoptimalkan Unsur-Unsur Iklan untuk Bisnis
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh slogan terkenal beserta analisis unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.
Slogan ini terdiri dari tiga kata sederhana yang memiliki makna kuat.
Slogan ini merupakan contoh lokal yang sangat populer di masyarakat Indonesia.
Slogan ini menjadi ciri khas kampanye Tokopedia di berbagai media digital.
Slogan ini mencerminkan citra BCA sebagai bank yang dekat dengan nasabahnya.
Mengetahui unsur-unsur slogan saja belum cukup. Agar slogan benar-benar efektif, Anda juga perlu memahami bagaimana cara menerapkannya secara tepat. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda ikuti.
Setiap slogan harus memiliki tujuan yang jelas. Tanyakan pada diri Anda: apakah ingin menonjolkan keunggulan produk, membangun emosi, atau mengajak audiens melakukan sesuatu? Nilai ini akan menjadi pondasi dari kalimat yang Anda buat.
Hindari kalimat yang panjang atau terlalu rumit. Cukup gunakan 3 sampai 6 kata yang langsung menggambarkan pesan utama. Slogan seperti “Just Do It” atau “Ada Aqua?” berhasil karena mudah diingat dan cepat diucapkan.
Jika target Anda anak muda, gunakan bahasa yang lebih santai dan segar. Namun jika menyasar profesional, gunakan diksi yang lebih formal dan terpercaya. Bahasa yang tepat akan membuat pesan lebih mudah diterima.
Slogan harus menggambarkan siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan. Misalnya, brand yang ingin terlihat ramah bisa memakai slogan dengan kata-kata positif dan bersahabat. Sedangkan brand yang ingin tampil mewah bisa menggunakan kata yang berkesan eksklusif.
Sebelum digunakan, cobalah uji slogan pada beberapa orang. Lihat apakah mereka langsung memahami maksudnya, atau justru merasa bingung. Slogan yang baik adalah yang mudah dimengerti bahkan saat didengar pertama kali.
Setelah menemukan slogan terbaik, gunakan secara konsisten di semua media, mulai dari iklan, media sosial, kemasan produk, hingga website. Konsistensi membantu audiens mengenali merek Anda lebih cepat.
Tidak selalu. Meskipun sebagian besar slogan terkenal memang menggunakan kata-kata yang pendek dan padat, bukan berarti slogan yang sedikit lebih panjang tidak bisa efektif. Yang terpenting adalah pesan di dalamnya tetap jelas, mudah diingat, dan sesuai dengan karakter merek.
Beberapa merek bahkan menggunakan slogan yang terdiri dari lebih dari lima kata, namun tetap berhasil karena maknanya kuat dan relevan. Contohnya, slogan “Because You’re Worth It” dari L’Oréal memiliki empat kata, tapi tetap mudah diingat dan menggugah perasaan audiens.
Slogan yang terlalu pendek terkadang justru kehilangan konteks jika tidak didukung dengan visual atau pesan tambahan. Sebaliknya, slogan yang sedikit lebih panjang bisa bekerja dengan baik selama:
Jadi, panjang slogan bukanlah ukuran utama keberhasilannya. Faktor yang paling penting adalah apakah slogan tersebut mampu menyampaikan pesan merek secara tepat, berkesan, dan relevan dengan audiensnya.
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Unsur-unsur slogan” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Slogan memang sangat singkat, dan sering kali terlihat sepele. Namun, ternyata slogan benar-benar memiliki pengaruh sekuat itu dalam menciptakan persepsi konsumen terhadap suatu brand.
Setelah membaca ulasan MinTiv di atas, apakah sudah ada yang terpikir untuk membuat slogan baru? Coba komentar di bawah ya.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.