Berbisnis di era digital ini di banyak aspek memang semakin mudah karena banyaknya teknologi yang menawarkan berbagai kemudahan untuk menjangkau ceruk pasar yang beragam. Di sisi lain, hal ini juga menciptakan lebih banyak kompetitor yang turut ikut bermain di sektor yang sama.
Oleh karena itu banyak faktor yang harus diperhatikan sebelum berbisnis, salah satunya adalah market share. Lantas, apa itu market share?
Bayangkan Anda adalah murid yang berjualan donat di sekolah untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, ternyata bukan cuma Anda sendiri yang berjualan donat, karena rupanya ada lima teman lain yang menjual produk serupa.
Nah, sederhananya market share adalah besar porsi pasar Anda dibanding pemain lain di sektor yang sama. Biar tidak bingung, yuk stay tune terus pada pembahasan MinTiv berikut sampai habis!
Daftar Isi
ToggleApa Itu Market Share?
Market share adalah persentase penjualan yang dimiliki suatu bisnis atau produk terhadap total penjualan dari suatu industri atau ceruk pasar. Jadi, di segmen pasar yang sama, market share akan menggambarkan ukuran bisnis Anda dibanding kompetitor.
Semakin tinggi market share, maka Anda akan makin dominan di sektor tersebut.
Untuk bisnis padat modal, menganalisis market share sangatlah penting untuk mendapatkan gambaran besar peluang dan risiko Anda sebelum terjun ke sektor yang dituju.
Meski demikian, bisnis dengan modal kecil sebenarnya juga memerlukan refleksi porsi pasar yang jelas, tapi dengan variabel yang sudah disesuaikan agar tetap relevan dan akurat.
Cara Menghitung Market Share
Setelah mengetahui apa itu market share, sekarang ayo belajar cara menghitungnya. Pebisnis sejati tidak boleh takut dengan angka dan hitung-hitungan yang rumit, karena faktor tersebut sangat penting untuk bisa bersaing saat ini.
Namun tenang saja, karena kalkulasi market share di sini akan MinTiv jelaskan secara sederhana.
Sebelum menghitung, tentukan dulu lama periode yang ingin Anda hitung. Periodenya bisa setengah tahun, setahun, atau bertahun-tahun. Selanjutnya, jumlahkan total penjualan produk Anda pada periode yang telah ditentukan sebelumnya.
Lalu, cari tahu total penjualan pada industri yang Anda geluti. Jika sudah, bagikan total penghasilan Anda dengan total penjualan industri lalu dikali 100.
Berikut ini MinTiv akan berikan rumus untuk menghitung market share sekaligus simulasinya:
- Rumus market share: (Total penjualan perusahaan / Total penjualan industri/pasar) x 100.
- MinTiv akan mengambil pasar makanan ringan sebagai contoh. Statistik menunjukkan bahwa pasar makanan ringan di Indonesia memiliki total penjualan mencapai 4,5 miliar dollar atau sekitar Rp76 triliun.
- Semisal Anda memiliki brand makanan ringan yang cukup besar untuk ukuran lokal dan mampu meraup penjualan sekitar Rp350 miliar pada periode yang sama.
- Jadi perkiraan market sharenya adalah: (350 miliar / 76 triliun) x 100 = (350/76000) x 100 = 0,46%.
Namun, hitung-hitungan di atas adalah skala makro. Biar lebih mudah, Anda bisa mempersempit konteksnya. Misal, usaha Anda hanya berfokus di 2 provinsi, katakanlah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Total penjualan makanan ringan selama setahun di kedua provinsi tersebut mencapai Rp3 triliun, sedangkan Anda mampu menjual sekitar Rp90 miliar pada konteks dan rentang tahun yang sama. Maka, perkiraan market sharenya sekitar 3%.
Baca Juga: Pebisnis Era Digital: Kuasai Mindset dan Skill Ini!
Tips Meningkatkan Market Share
Jangan biarkan perkiraan hitung-hitungan market share untuk mengkerdilkan usaha kita. Jadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk terus bertumbuh dan berkembang. Nah, kebetulan MinTiv punya tips untuk meningkatkan market share:
1. Mengadopsi Teknologi
Para raksasa industri mungkin sudah menguasai aspek ini. Namun, UMKM masih banyak yang belum terdigitalisasi untuk mengadopsi teknologi baru, sehingga hal ini bisa menjadi potensi tersendiri untuk Anda.
Banyak sekali teknologi yang bisa dimanfaatkan dengan biaya terjangkau seperti website, membuka toko online, memanfaatkan ERP (Enterprises Resource Planning), mempelajari marketing sosial media, optimasi SEO, dll. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, besar kemungkinan pasar konsumen yang lebih luas dapat mengenal dan membeli produk Anda.
2. Membangun Loyalitas Konsumen
Seorang pebisnis harus mempertahankan hubungannya dengan konsumen apapun risikonya untuk mencegah mereka beralih ke produk kompetitor. Dengan basis konsumen yang loyal, mereka akan tetap menggunakan produk Anda meskipun kompetitor menawarkan harga yang lebih murah.
Loyalitas konsumen bisa dibangun secara bertahap lewat branding yang baik di sosial media. Buatlah konten-konten yang terpersonalisasi untuk membuat audiens merasa diperhatikan. Dengan begitu, konsumen-konsumen yang loyal bisa tumbuh, dan mereka bisa merekomendasikan produk Anda di tempat lain.
3. Pelajari Kompetitor
Digitalisasi memang semakin memperketat kompetisi pasar, tapi di sisi lain Anda bisa melihat sekaligus mempelajari taktik mereka. Pertama-tama, catat dulu semua kompetitor potensial Anda. Lalu, pelajari masing-masing websitenya (jika ada) dan cari tahu apa yang mereka tawarkan untuk menarik konsumen.
Di dunia SEO, Anda bisa menganalisis kompetitor dari pencarian kata kuncinya menggunakan alat seperti Semrush atau Ahrefs. Di situ, Anda bisa menganalisis kompetitor dari CPC, backlink, jumlah trafik, dan tingkat persaingannya.
4. Teruslah Berinovasi
Inovasi adalah sebuah keniscayaan bagi suatu perusahaan agar tetap tumbuh dan relevan sampai kapanpun itu. Jika ada produk yang kurang cocok di pasaran, jangan ragu untuk memodifikasi atau bahkan menggantinya dengan yang lebih relevan.
Selain dari produk, penggunaan teknologi dan strategi promosi juga perlu terus diupdate. Semisal awalnya Anda memakai domain web gratisan, maka setelah terkumpul cukup modal coba pakai jasa pengembangan web untuk membuat situs yang lebih profesional. Jangan juga terlalu bergantung pada satu strategi pemasaran saja. Cobalah berbagai strategi lain dengan perencanaan matang.
Baca Juga: 5 Manfaat SEO untuk Toko Online, Pebisnis Wajib Tahu!
FAQ Seputar Konten
- Apakah market share hanya penting untuk perusahaan besar?. UMKM sebenarnya juga perlu memperhatikan market share untuk membantu menetapkan tujuan yang realistis serta memahami potensi yang bisa didapat pada niche yang ditekuni.
- Apa perbedaan antara market share dan penetrasi pasar?. Market share adalah persentase penjualan Anda di suatu sektor. Sedangkan penetrasi pasar merujuk pada besarnya potensi konsumen di suatu pasar yang bisa Anda jangkau.
- Bagaimana startup bisa menggunakan data market share untuk mencari modal dari investor?. Startup bisa menunjukkan gap potensial pada pasar yang mereka coba untuk isi. Jika ada pertumbuhan market share di ceruk pasar tersebut, maka peluang untuk mendapatkan suntikan modal juga lebih besar.
- Bisakah suatu perusahaan memiliki penghasilan besar tapi market sharenya rendah?. Jika market sharenya memang sangat besar, yang mana perusahaan besar sekalipun hanya memiliki sedikit persentase di dalamnya, maka mungkin saja. Suatu perusahaan bisa menghasilkan ratusan miliar per tahun tapi market sharenya masih di bawah 1%.
- Apakah market share harus dilacak secara rutin?. Biasanya market share dilacak setiap tahun untuk mendapatkan gambaran yang stabil, khususnya pada industri yang memiliki lonjakan penjualan musiman.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Apa itu market share” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Nah, itulah ulasan seputar apa itu market share. Buat yang mau mulai membuka usaha, meneliti dan menghitung market share dapat memberikan sejumlah manfaat. Jika ada yang mau berbagi pengalamannya dalam menghitung market share, jangan sungkan-sungkan untuk bercerita di kolom komentar ya!
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.




