Apa itu Secondary Keyword. Keyword adalah bagian penting yang tidak boleh terpisahkan begitu kita membahas tentang SEO. Dapat dikatakan bahwa keyword adalah bagian terpenting dari salah satu metode SEO, yakni On Page SEO. Keyword di dalam SEO sendiri, umumnya dapat kita pelajari ke dalam 2 jenis utama.
2 jenis keyword utama tersebut adalah Short-tail Keyword dan juga Long-tail Keyword. 2 jenis keyword ini, menjadi yang paling populer diketahui oleh banyak SEO marketers, terutama bagi mereka yang pemula. Tapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya masih banyak jenis keyword lainnya, yang wajib untuk dipelajari serta dapat membantu performa konten SEO menjadi lebih baik.
Baca Juga: 5 Keuntungan Menjalankan Web yang Membahas 1 Topik
Satu di antara banyak keyword tersebut adalah secondary keyword. Apa itu secondary keyword, manfaat dan bagaimana cara memanfaatkannya?. Semua pertanyaan ini, akan MinTiv kupas lengkap di dalam artikel ini, jadi silahkan simak baik-baik ya!.
Daftar Isi
ToggleApa itu Secondary Keyword?
Secondary keyword dapat kita katakan sebagai istilah lain dari Latent Semantic Indexing Keyword. Sesuai dengan namanya, secondary keyword adalah kata kunci pendukung, yang memiliki makna relevan dengan kata kunci utama. Ya, mirip-mirip dengan sinonim. Adapun contohnya bisa seperti;
Semisal Anda menargetkan keyword Sepatu untuk Bermain Basket, maka secondary keyword yang sekiranya memiliki makna selaras dengan keyword sebelumnya, bisa seperti; “Sepatu Olahraga”, atau “Sepatu Basket”.
Lalu, apa manfaat dari menggunakan secondary keyword ini?. Adanya secondary keyword di dalam konten, tentu akan memperkaya konten tersebut. Konten tersebut bisa saja mendapatkan ranking, bukan hanya pada keyword tertarget tapi juga keyword lainnya yang memiliki makna selaras.
Baca Juga: Semua Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang High Paying Keyword
Ini jelas akan berdampak positif, di mana 1 konten bisa mendapatkan search traffic, ranking, tidak hanya pada 1 keyword saja. Jangkauan audiens yang didapatkan, jauh lebih luas. Selain itu, secondary keyword juga dapat membantu Anda terhindar dari praktik metode Black Hat SEO, tepatnya pada teknik over optimization atau keyword stuffing.
Sebuah teknik di mana keyword utama diletakkan berkali-kali di dalam konten.
Cara Menggunakan Secondary Keyword
Di sini, MinTiv akan memberikan 3 tips dan trik mudah untuk Anda dapat menggunakan secondary keyword. 3 tips dan trik mudah ini, dimulai dari;
1. Lakukan Pengecekkan Konten Keyword Tertarget di SERP

Sumber: Google.com
Tips dan trik yang pertama, adalah dengan melakukan pengecekkan konten keyword tertarget, melalui SERP (Search Engine Results Page). Tips dan trik pertama ini, akan membantu Anda untuk lebih mudah memahami search intent keyword tertarget.
Selain itu, tips dan trik pertama ini juga dapat membantu Anda mengetahui jenis konten apakah yang paling banyak dicari, sesuai dengan keyword tertarget. Anda jadi tahu format konten yang sesuai, judul serta meta description yang relevan.
Selain dengan melakukan pengecekkan secara manual, Anda juga dapat memanfaatkan berbagai fitur pencarian Google, seperti People Also Ask dan juga People also search for;

Sumber: Google.com
Anda bahkan bisa menggunakan cara “curang” lain, yang lebih cepat dan efektif. Yakni dengan menggunakan bantuan tools SEO premium SEMrush. Akses fitur Organic Research, lalu letakkan salinan url konten teratas dari keyword tertarget Anda. Seketika Anda bisa melihat kumpulan keyword lain yang dioptimalkan oleh konten atau halaman web tersebut.
2. Cari Keyword yang Semakna atau Relevan dengan Keyword Tertarget
Tips dan trik kedua adalah Anda yang harus dapat mencari keyword yang semakna atau relevan dengan keyword utama. Anda bisa memanfaatkan fitur Google atau SEMrush sebelumnya. Alternatif lain, Anda bisa memanfaatkan layanan AnswerThePublic atau AlsoAsked.
3. Masukkan Secondary Keyword Pada Bagian-Bagian Krusial Konten
Tips dan trik menggunakan secondary keyword yang terakhir adalah dengan memasukan secondary keyword tersebut pada bagian-bagian krusial konten.
Baca Juga: Di Mana Saja Tempat Keyword Utama dalam Sebuah Konten?
Dimulai dari;
- Meta description.
- Intro artikel.
- Alt image.
- Heading 2 atau Heading 3.
MinTiv sendiri sering menggunakan secondary keyword ini untuk mengawali kalimat awal setelah Heading 2 atau Heading 3.
Tips dan Trik ini Terbukti Worth It!
3 tips dan trik yang MinTiv bagikan ini, sudah terbukti worth it. Banyak konten website Creativism yang berhasil mendapatkan search traffic berlimpah, dari strategi secondary keyword. Salah satunya bisa Anda lihat dengan jelas melalui konten blog Creativism yang berjudul 10 Contoh Logo Perusahaan Simple yang “Gitu Doang” Tapi Bermakna Dalam.

Sumber: Google.com
Keyword utama dari konten di atas, adalah Contoh Logo Perusahaan Simple, dan berhasil ranking. Tapi, Anda tetap bisa menemukan konten ini untuk keyword lain yang sejenis, seperti;
- Contoh logo dan maknanya.
- Contoh logo simple sederhana.
- Logo simple bermakna.
- Logo sederhana bermakna.
- Dan lain-lain.
Tidak percaya?, coba saja sendiri.
FAQ Seputar Konten
- Apa perbedaan antara Primary dan Secondary Keyword? Primary keyword adalah kata kunci utama yang menjadi fokus utama konten, sedangkan secondary keyword mendukung isi konten dengan kata-kata yang relevan atau sinonim, tanpa menggantikan fokus utama.
- Apakah penggunaan Secondary Keyword bisa meningkatkan traffic? Ya. Jika digunakan dengan tepat, secondary keyword dapat memperluas cakupan pencarian dan meningkatkan peluang mendapatkan trafik organik dari berbagai variasi keyword.
- Apakah terlalu banyak menggunakan Secondary Keyword berbahaya? Bisa, jika digunakan secara tidak natural dan berlebihan. Gunakan dengan proporsional dan pastikan tetap fokus pada pembaca, bukan hanya untuk mesin pencari.
- Bisakah satu konten ranking untuk banyak keyword berkat Secondary Keyword? Bisa. Jika konten ditulis dengan kualitas tinggi dan mengandung keyword relevan (primary + secondary), maka Google berpotensi menampilkannya di banyak variasi pencarian.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Apa itu Secondary Keyword” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?.
Anda cukup klik tombol Free Audit yang di bagian kanan atau bawah website, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Secondary keyword adalah kata kunci pendukung yang memiliki makna relevan dengan keyword utama dan berperan penting dalam strategi On Page SEO. Penggunaannya dapat memperkaya isi konten, memperluas jangkauan pencarian, dan meningkatkan peluang ranking di berbagai variasi kata kunci, sekaligus menghindari praktik over-optimization.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!!.





Pemilihan keyword ini masih jadi PR besar buat aku…segala macam teknik SEO juga masih PR banget buat aku..kadang ya udah asalah tulis aja tanpa searching2 keyword kalo baru baca artikel kayak gini baru deh inget tapi pelaksaaannya sering lupaaa…duhhhhh
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Jika konten yang dikreasikan ditujukan untuk perform, terlebih untuk dapat membantu performa bisnis, tentu saja konten tersebut harus melalui proses riset dan pengembangan SEO yang mendalam.
Jadi inget beberapa tahun lalu aku mempelajari ini. Sekarang udah lupa jadi harus belajar lagi, he. Tulisan SEO emang sedetail itu, keyword pun harus diperhatikan. Bahkan secondary keyword pun punya porsinya sendiri. Memang harus rajin rajin belajar kalau menakhlukkan traffic Google. Bahkan ilmu ini sangat dinamis jadi harus terus menerus dicari tahu dan dipelajari 🙂
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Ya, SEO adalah ilmu yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Nah bagi yang mempelajari SEO ini juga penting
Soalnya akan memberikan kemudahan SERP juga melihat dan mengikuti tiap tema tulisan kita
Bahkan saya sendiri senang karena bisa banyak sekali calon dan ide konten dari sana
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Benar sekali. Melihat SERP akan semakin memudahkan kita memahami search intent dari keyword yang dituju. Jenis konten yang relevan dan lain sebagainya.
Buatku yg selama ini kalo nulis ga mikirin keyword , seo dan segala teknikalnya, jadi kayak diingetin lagi. 😅. Beberapa kali ikutan workshop ttg seo, baca banyak artikel, tp mungkin Krn seo itu memang dinamis, jadinya suka lupa. Apalagi blm aku aplikasiin banget di blog ku 😅. Memang yaa , kalo mau konsisten menulis dengan seo, ya harus di praktekkan juga, jangan cuma banyak baca, ikut zoom etc..
Mbak Fannyyy. aku pun jarang mikirin keyword tertentu atau secondary keywordnyaa, hee.
Soalnya emang yang paling penting itu topik besarnya, kalau emang bahas 1 topik dan relevan untuk user, maka memang traffic bisa datang dari keyword apapun yang selaras. Soalnya kalau ngomongin keywords, pasti akan ada secondary serta turunan-turunannya. Jadi 1 tulisan memang bisa mendatangkan traffic dari banyak keywords.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini, Kak Istiana.
Perlu diketahui bahwa tidak semua konten dapat tampil dari hasil pencarian secondary keyword-nya. Beberapa bahkan tidak dapat tampil di keyword utama yang dituju.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
SEO itu memang dinamis, dan mengikuti kebutuhan dari konten. Apabila konten yang dikreasikan memang ditujukan untuk membantu performa bisnis, maka jelas penerapan SEO di dalamnya, jadi harga mati.
ternyata selama ini saya sudah nerapin Secondary keyword pada beberapa kasus tapi gak tahu bahasa kerennya aja rupanya hehe
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
PR selanjutnya untuk Kak Inia, adalah konsisten terus menerapkannya
Pas baca judulnya lalu mbatin wah secondary keyword ini LSI dan ternyata bener. Dulu pas masih kerja jadi content writer jadi belajar apa itu keyword, LSI, dll. Ternyata perlu dicek di SERP juga ya. Makasih tutorialnya, nanti dipraktekkan.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Silahkan baca tips dan trik seputar SEO lainnya di blog Creativism ini.
Ini Pe er terbesarku tahun ini sih, at least rada meleeek gitu perkara SEO. Soalnya selama ini tuh kalo nulis selalu fokus sama nulis aja, abis itu blassss gak setup seo sama sekali.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Jika website yang dijalankan ditujukan untuk tujuan blogging atau jurnal personal, maka jelas kekuatan utama dari website seperti ini adalah storytelling-nya. Menerapkan SEO untuk website seperti itu, justru malah akan membuat konten terasa kaku.
Secondary kw ini bisa jadi langkah bagus ya buat SEO dan juga biar bertahan di SERP. Tinggal bagaimana konsisten menerapkannya nih, karena kayak daku jangankan yang secondary ini, yang utama aja kadang² hehe
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Sekali lagi, jika website yang dijalankan ditujukan untuk tujuan blogging atau jurnal personal, maka jelas kekuatan utama dari website seperti ini adalah storytelling-nya. Menerapkan SEO untuk website seperti itu, justru malah akan membuat konten terasa kaku.
Metode SEO minimal untuk website seperti ini adalah Technical SEO.
secondary keyword nih ngebantu banget tulisan kita supaya muncul di page one. tapi kadang aku tuh bingung dengan algoritma google sekarang. yang katanya konten personal lebih naik daripada yang seo banget, apa iyaya?
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Tergantung dari kualitas konten personal yang dikreasikan. Tergantung dari keyword yang dituju, tingkat kesulitan dan persaingan konten yang menuju keyword yang sama. Engagements, traffic share dan lain sebagainya.
Ada banyak faktor yang memengaruhi mengapa sebuah konten, termasuk personal lebih naik daripada yang SEO banget.
Memang ya, kunci artikel SEO friendly itu dimulai dari pemilihan keyword yang relevan
Nggak hanya keyword utama, tapi juga memperhatikan keyword sekunder ya
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Benar sekali. Mengoptimalkan secondary keyword bisa jadi altenatif terbaik untuk konten bisa mendapatkan ranking, meski bukan dari primary keyword nya.
Secara teori, saya nggak tahu dengan teknik-teknik SEO, tapi ternyata tanpa sadar saya melakukannya sendiri. Apa ya, semacam insting untuk sebanyak mungkin menempatkan keyword dan secondary keyword secara relevan dengan porsi yang pas. Puji syukur artikel-artikel saya banyak masuk di Google.
Jadi pengen beli buku soal SEO nih biar menguasai betul ilmunya.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Teknik SEO yang MinTiv jelaskan di atas ini, termasuk ke dalam salah satu teknik dari metode On Page SEO. Masih ada 3 jenis metode SEO lainnya, yakni Off Page SEO, Local SEO dan juga Technical SEO. 3 jenis metode ini punya banyak teknik turunan di dalamnya.
Kembali diingatkan terkait pentingnya Secondary Keyword. Jujur saja sering ikutan kelas terkait SEO tapi ya gitu suka nggak langsung di praktikkan. Alhasil ilmu menguap aja. Melalui artikel ini kembali diingetin buat diterapi nih. Beneran aplikatif juga dan manfaatnya ciamik ke blog.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Silahkan kunjungi terus blog ini untuk dapatkan ilmu seputar SEO terbaru lainnya.
betul banget jika artikel kita ingin muncul di page one atau muncul di pencarian di halaman-halaman utama, penggunaan keyword dan secondary keyword ini sangat penting untuk diterapkan, terbukti di beberapa artikel saya yang menerapkan ini, artikelnya muncul di halaman utama atau setidaknya di halaman 1-5 masih masuk
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Ya, penggunaan secondary keyword ini tidak dapat diremehkan.
Ijin bertanya, mas..
Kalau seandainya kita bikin beberapa artikel dengan bahasan berbeda, keyword utama berbeda, namun Secondary keyword-nya sama, apakah bisa dikatakan Keyword cannibalization?
Aku penasaran banget karena kadang kalo lagi rajin nulis, aku bisa nulis satu judul drakor namun aku breakdown jadi banyak bahasan. Kadang kepikiran, malah bikin bingung google ga?
Haturnuhun pencerahannya.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Pertanyaan yang menarik. Bisa jadi masuk ke dalam keyword cannibalization. Tapi selama keyword density dari keyword utama masih lebih mendominasi daripada secondary keyword, maka Google tentu akan lebih memprioritaskan konten tampil pada hasil pencarian keyword utamanya.
Way harus belajar lagi nih tentang zsEO Secondary Keyword ya ternyata penting buat blog kita biar banyak pembacanya.
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Silahkan kunjungi terus blog ini untuk dapatkan ilmu seputar SEO terbaru lainnya.
Dulu pas belajar SEO sama suhunya juga disarankan bikin secondary keyword untuk artikel selanjutnya dan terbukti ya emang relate sih bisa untuk meningkatkan traffic jg
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
Silahkan kunjungi terus blog ini untuk dapatkan ilmu seputar SEO terbaru lainnya.
Jujur selama ini saya sudah menggunakan secondary keyword seperti yang ditulis di atas tapi memang tidak strategis ataupun direncanakan sehingga dilakukan secara organik saja tapi kalau dilakukan dengan tepat pastinya akan sangat menguntungkan bagi tulisan kita di blog
Terima kasih banyak telah berkunjung ke dalam Blog Creativism ini.
PR selanjutnya untuk Kak Arief, berarti lebih mengoptimalkan Secondary Keywordnya.