CTR Adalah. Pernahkah Anda berpikir mengapa website tertentu tampak lebih ramai daripada yang lain? Atau mengapa suatu iklan lebih menarik dibanding iklan yang lainnya? Jawabanya mungkin terletak pada CTR.
CTR bisa diibaratkan sebagai sebuah gerbang untuk menuju kesuksesan website. Semakin tinggi CTR, maka semakin banyak orang yang mengunjungi website. Hal ini berarti semakin besar juga peluang website tersebut untuk mencapai tujuannya. Misalnya bertujuan untuk meningkatkan traffic, menjalankan kampanye marketing yang sukses atau mendapatkan lebih banyak pelanggan.
Baca Juga: 7 Metrik SEO Penting yang Wajib Dipelajari Selain Traffic
Berikut ini, MinTiv akan menjelaskan CTR adalah, fungsi, rumus menghitung dan cara meningkatkan CTR.
Daftar Isi
ToggleCTR Adalah?
CTR adalah singkatan dari Click Through Rate. Sesuai dengan namanya, CTR adalah metrik yang digunakan untuk mengukur user engagement.
CTR juga bisa disebut dengan rasio klik tayang, tara jumlah klik yang didapatkan iklan dengan jumlah tayangan atau impresi yang diterima. Metrik ini menunjukkan seberapa sering orang mengklik iklan setelah melihatnya, baik itu dalam bentuk unit iklan maupun halaman yang memuat iklan tersebut. Jadi, definisi lain CTR adalah sebagai persentase jumlah klik pada iklan dalam sebuah halaman blog atau website.
Baca Juga: Apa itu Pay Per Click, Manfaat dan Juga Contohnya?
Biasanya CTR dimanfaatkan dalam strategi PPC (Pay Per Click), untuk membantu pengiklan memahami seberapa banyak orang yang melakukan klik setelah melihat iklan tersebut. Rasio ini memberikan gambaran seberapa efektif iklan dalam menarik perhatian audiens.
Jika persentase CTR semakin tinggi, maka iklan yang akan Anda dapatkan juga semakin baik. Jika CTR rendah, maka sebaiknya Anda memperbaiki materi iklan. Selain itu, untuk menghasilkan lebih banyak jumlah klik, Anda harus menemukan target yang tepat.
Fungsi CTR
Fungsi mengukur dan menganalisis CTR yaitu.
- Mengevaluasi kinerja Fungsi CTR adalah membantu mengevaluasi keefektifan campaign iklan. Anda dapat mengukur seberapa menarik suatu iklan untuk membangkitkan minat audiens, dengan mengukur rasio klik terhadap tayangan.
- Mengukur relevansi dan daya tarik iklan. CTR yang tinggi menunjukkan bahwa konten, desain, dan targeting iklan selaras dengan audiens. Melalui analisis CTR berfungsi untuk memahami mengenai aspek iklan yang sudah optimal sehingga strategi pemasaran dapat disesuaikan secara lebih tepat.
- Mengoptimalkan campaign. Dengan memantau CTR, Anda juga dapat mengidentifikasi iklan yang kurang efektif dan segera melakukan perbaikan. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan menguji berbagai format iklan, visual, dan targeting, untuk meningkatkan CTR dan mendorong keberhasilan campaign secara keseluruhan.
Rumus Menghitung CTR
Anda tidak bisa hanya melihat data mentah untuk mengetahui apakah jumlah klik yang didapatkan sudah sesuai atau belum. Rumus CTR, yaitu.
CTR = (Jumlah total klik / total tayangan) x 100
Contoh perhitungannya adalah: Jika iklan Anda tayang sebanyak 1.000 kali dan diklik sebanyak 50 kali, maka.
CTR = (50/1.000) x 100 = 5%.
Cara Meningkatkan CTR
Ada beberapa cara meningkatkan CTR, yaitu.
1. Tingkatkan Relevansi Iklan
Kurang memahami target audiens merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para pemilik website atau blog. Biasanya pemilik website tidak mempertimbangkan keinginan atau kebutuhan audiens, dan hanya menentukan topik berdasarkan penilaian subjektif.
Oleh karena itu sebelum Anda membuat konten, hal yang harus dilakukan adalah riset keyword. Jika Anda tidak menggunakan keyword yang tepat, konten yang Anda buat berisiko tidak ditemukan oleh siapapun, atau bahkan apa yang Anda bahasa berbeda dengan apa yang sebenarnya dicari oleh audiens. Jika seperti ini, konten Anda menjadi tidak relevan dengan kebutuhan audiens.
2. Meningkatkan Kualitas Judul dan Meta Description
Secara umum, sekitar 80% orang membaca judul artikel dan hanya sekitar 20% yang membaca isi artikel secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa judul memiliki peran penting dalam menarik perhatian pembaca. Jadi, konten yang Anda buat harus bisa menarik perhatian calon pembaca melalui judul artikel dan meta description.
3. Optimalkan Penempatan Iklan
Penempatan iklan, maksudnya adalah menentukan dimana iklan akan muncul. Apakah di bagian atas halaman, di tengah konten, di sidebar, atau di akhir artikel. Anda harus memilih tempat dengan visibilitas tinggi, sesuaikan dengan perilaku audiens, gunakan penempatan native atau menyatu dengan konten, dan dioptimalkan untuk perangkat mobile. Anda harus mengidentifikasi penempatan iklan yang sesuai dengan audiens target untuk meningkatkan CTR.
4. Tingkatkan Kualitas Iklan
Jika iklan yang Anda buat berkualitas rendah, seperti desain membosankan, pesan tidak jelas atau tidak sesuai kebutuhan target audiens maka klik yang dihasilkan kemungkinan rendah. Oleh karena itu, Anda harus meningkatkan kualitas tinggi yang lebih menarik, relevan dan meyakinkan bagi audiens.
Agar iklan Anda bisa lebih menonjol dari kompetitor, maka rancang materi iklan yang menarik secara visual dan menarik perhatian. Misalnya, gunakan judul yang jelas dan ringkas, serta CTA yang mengundang rasa penasaran.
5. Lakukan A/B Testing
A/B testing adalah metode membandingkan dua versi iklan untuk mengetahui mana yang lebih efektif dalam menarik klik.Untuk mengidentifikasi elemen mana yang menghasilkan CTR lebih tinggi, Anda bisa uji berbagai judul, format iklan, visual, CTA, atau pesannya. Setelah itu, sempurnakan dan optimalkan iklan berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian ini.
Baca Juga: Logotype Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Perbedaan dengan Logomark
Contohnya, Anda menjalankan dua versi iklan. Iklan A adalah video pendek testimoni dengan CTA “Lihat Testimoni”. Sedangkan iklan B adalah gambar produk dengan CTA “Beli Sekarang”. Ternyata, setelah 1 minggu iklan A memiliki CTR lebih tinggi dibanding iklan B. Ini artinya, pendekatan testimoni lebih menarik perhatian audiens dan Anda bisa mengoptimalkan iklan berdasarkan insight ini.
6. Perbaiki Targeting
Untuk memastikan suatu iklan menjangkau orang yang tepat, Anda harus meninjau dan sempurnakan penargetan. Untuk menayangkan iklan ke segmen audiens yang paling relevan, Anda bisa memanfaatkan opsi targeting seperti demografi, minat, perilaku, atau lokasi.
7. Tingkatkan Landing Page
Untuk memberikan audiens experience yang baik, Anda perlu mengoptimalkan desain landing page, waktu loading, dan kontennya. Selain itu, permudah audiens untuk melakukan tindakan yang diinginkan seperti membeli produk, dan pastikan landing page selaras dengan pesan pada iklan.
FAQ Seputar Konten
- Berapa persentase CTR yang bagus? CTR yang bagus dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti industri, format iklan, platform, maupun tujuan kampanye. Meski secara umum antara 1-2.5% sudah bisa dianggap berhasil.
- Apa CTR hanya untuk iklan? CTR juga digunakan dalam email marketing, SEO, dan media sosial untuk mengukur seberapa sering link diklik dibanding jumlah tampilannya.
- Apa yang menyebabkan CTR rendah? Beberapa penyebabnya adalah judul iklan tidak menarik, gambar atau visual kurang relevan, penargetan tidak tepat, atau iklan tidak sesuai dengan search intent.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “CTR Adalah” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
CTR adalah salah satu metrik penting dalam digital marketing, yang membantu mengukur seberapa efektif sebuah iklan, konten, atau link dalam menarik perhatian audiens. Jangan abaikan CTR, karena dengan ini bisa melihat sejauh mana iklan Anda menjangkau dan menarik perhatian audiens.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.




