Coba bayangkan ada dua konten Instagram, di mana yang satu memiliki jumlah like dan share yang lebih banyak daripada yang kedua. Pasti Anda berpikir jika konten yang pertama lebih bagus, atau setidaknya lebih sukses dari yang kedua bukan?.
Nah, itulah yang disebut sebagai engagement rate. Sederhananya, engagement rate adalah metrik yang mengukur tingkat interaksi audiens dengan suatu konten. Jadi, engagement bukanlah sekedar eksposur biasa, karena eksposur sendiri hanya mengacu pada jumlah orang yang menonton atau melihat suatu konten.
Baca Juga: Apa itu Feed IG dan Bagaimana Cara Membuatnya Jadi Menarik?
Jumlah views sendiri tidak bisa dijadikan acuan kesuksesan kampanye sosial media, karena akun yang melihat video walau hanya beberapa detik saja sudah dihitung jumlah tayangannya. Karena itulah MinTiv akan membahas mengenai engagement rate secara tuntas kali ini.
Simak pembahasan berikut!
Daftar Isi
ToggleApa Itu Engagement Rate?
Engagement rate adalah sekumpulan metrik atau indikator yang memantau tingkat interaksi netizen dengan suatu postingan. Metrik ini bukan hanya sekedar like dan share saja, ada banyak lagi indikator lain seperti repost atau retweet.
Sejumlah metrik ini digunakan untuk menganalisis efektivitas kampanye pemasaran di sosial media. Audiens yang terpincut pada suatu konten promosi dapat berinteraksi dari memberi komentar, hingga melakukan pembelian produk yang dipromosikan.
Baca Juga: Social Media Management Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jobdescnya
Ada banyak indikator lain yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata di postingan, sehingga harus dianalisis dengan tools tertentu. Engagement di dunia marketing sendiri terbagi menjadi 3 jenis:
- Engagement Pasif: Interaksi seperti like atau reaksi seperti pada Facebook merupakan contoh dari engagement pasif. Jenis engagement ini adalah yang paling umum dan tidak membutuhkan banyak energi.
- Engagement Aktif: Komentar dan CTR termasuk contoh engagement aktif yang menunjukkan bahwa audiens cukup tertarik pada konten tersebut hingga mau meluangkan waktu untuk berpendapat atau bertanya informasi tambahan. Indikator seperti CTR akan lebih baik jika dianalisis dengan tools tambahan seperti Hootsuite atau Metricool.
- Engagement Advokasi: Metrik tertinggi dari engagement rate adalah share, retweet/repost, dan saves. Hal ini menunjukkan bahwa suatu konten benar-benar kreatif, menghibur, dan sesuai dengan audiens sehingga mereka rela membagikannya secara luas. Metrik di kategori ini membutuhkan tools analisis tambahan untuk bisa mengambil insight dari perilaku audiens.
Manfaat Engagement Rate
Engagement rate yang tinggi akan menjadi aset besar yang tak tergantikan bagi brand. Bagaimana tidak, tingkat engagement ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi brand untuk menjalin hubungan dengan konsumen.
Berikut ini MinTiv telah merangkum manfaat apa saja yang bisa didapat dengan tingkat engagement yang tinggi:
1. Mengukur Kepuasan Audiens
Jika ditelisik lebih dalam, engagement rate yang tinggi menandakan bahwa konten promosi yang diunggah benar-benar menarik bagi target audiens.
Hal itu sekaligus membuktikan bahwa strategi konten yang telah dibuat benar-benar bekerja dengan efektif, dan dapat menjadi batu pijakan untuk kampanye sosial media ke depannya.
Sementara itu, engagement rate yang rendah akan mengimplikasikan bahwa ada sesuatu pada konten yang kurang menarik dan kurang tepat entah bagi audiens atau algoritma sosial media. Dengan begitu, pastinya harus ada strategi yang dievaluasi ulang untuk kampanye selanjutnya.
2. Menumbuhkan Loyalitas Konsumen
Di sosial media, meningkatkan engagement rate merupakan teknik yang paling jitu untuk membina hubungan dengan audiens. Akun brand yang rajin membalas komentar di sosial media akan menumbuhkan tingkat kepercayaan di mata audiens.
Dari proses inilah konversi audiens menjadi konsumen bisa terjadi. Bahkan, bukan tidak mungkin kedepannya konsumen tersebut akan semakin loyal. Terlebih lagi, konsumen yang loyal ini bisa menyebarkan brand awareness dengan menceritakan konten Anda ke teman-temannya.
3. Meningkatkan Jangkauan Algoritma
Rata-rata media sosial dirancang agar penggunanya betah scrolling berjam-jam, sehingga algoritmanya akan terus mengarahkan user ke konten-konten yang paling sesuai.
Nah, engagement rate sendiri sangat berpengaruh agar konten Anda bisa direkomendasikan oleh algoritma sosial media supaya muncul di feed.
Agar mendapatkan engagement rate yang tinggi, tentu konten yang dibuat harus berkualitas, menghibur, dan sesuai dengan segmen audiens yang dituju. Dari situ, algoritma kemungkinan besar akan menampilkan konten Anda pada audiens yang lebih luas, sehingga akan meningkatkan views organik dan visibilitas konten di sosial media.
Tips Mengukur Engagement Rate
Memang ada banyak sekali tools yang bisa digunakan untuk mengukur berbagai metrik tingkat engagement. Namun, ada baiknya untuk tetap mengetahui konsep dan kalkulasi di baliknya. Tenang saja, MinTiv akan menjelaskan semuanya secara sederhana berikut ini:
1. Engagement Rate by Reach (ERR)
ERR merupakan metrik yang mengukur persentase audiens yang berinteraksi dengan satu konten tertentu. Metode ini dianggap paling akurat karena mengabaikan jumlah follower yang sering kali tidak aktif.
Selain itu, metrik ini juga menghitung interaksi akun yang tidak memfollow. Rumusnya adalah (Total Engagement/Total Jangkauan) x 100.
Engagement sendiri merupakan jumlah interaksi yang bisa Anda kumpulkan baik like, komentar, share, dll. Sementara reach merupakan jumlah orang (bukan views) yang menonton konten Anda.
Kalau di Instagram, reach bisa dilihat pada fitur Instagram Insight. Hanya saja, metode ini hampir tidak bisa dilakukan untuk menganalisis kompetitor karena jumlah reach sendiri merupakan privasi.
2. Engagement Rate per Post (ER Post)
Metrik ini mengukur tingkat engagement berdasarkan jumlah followers suatu akun brand. ER Post bisa dibilang sangat to-the-point karena jumlah followers sendiri sangat transparan, sehingga akan lebih mudah dipantau jika terjadi fluktuasi.
Rumusnya adalah: (Total Engagement/Jumlah Followers) x 100.
Total engagement di sini sama seperti yang terdapat pada EER. Namun, metode ER Post kadang bisa misleading karena tidak memasukkan jumlah viewers dari akun yang tidak memfollow ketika suatu konten viral.
FAQ Seputar Konten
- Berapa persentase engagement rate yang bagus?. Setiap sosial media memiliki rata-rata engagement rate yang berbeda-beda. Misal TikTok memiliki persentase 2-2,4%, Instagram berkisar 2-2,1%, atau X yang persentasenya 1,6%.
- Apakah bot atau followers palsu bisa memengaruhi engagement rate?. Tentu saja, karena fake followers dan bot hanya pajangan saja dan tidak bisa memberikan interaksi secara aktif. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa brand-brand dengan banyak followers ada yang jumlah view konten-kontennya sangat sedikit.
- Apakah waktu/jam mengunggah konten berpengaruh pada tingkat engagement?. Ada baiknya untuk memposting konten promosi ketika kebanyakan segmen audiens Anda sedang aktif. Indikator ini bisa dilihat dengan tools analisis tertentu.
- Seberapa sering engagement rate harus dipantau?. Idealnya engagement rate dipantau secara rutin setiap minggu atau bulan. Pantau juga tren yang terjadi setelah Anda melakukan kampanye untuk melihat apakah ada perubahan algoritma atau tidak.
- Tools apa yang bisa digunakan untuk memantau engagement rate?. Anda bisa menggunakan tools seperti HootSuite, Sprout Social, Metricool, dan Google Data Studio untuk memantau engagement secara otomatis.
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Engagement Rate adalah” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Engagement rate adalah cerminan akurat yang menggambarkan hubungan brand Anda dengan audiens.
Baca Juga: Tips Membuat Konten Carousel Menarik
Oleh karena itu, sebisa mungkin Anda harus bisa memaksimalkan engagement rate sekaligus memantaunya, karena interaksi audiens dengan brand akan menjadi aset investasi jangka panjang yang sangat berharga.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.




