Bagi para pebisnis atau blogger, jumlah trafik merupakan salah satu metrik yang paling dikejar. Bahkan, tidak sedikit juga yang rela menggelontorkan banyak uang untuk membeli trafik yang jelas tidak organik. Padahal, trafik yang anorganik kebanyakan berkualitas rendah. Low quality traffic adalah pengunjung website yang tidak melakukan interaksi apapun di laman tersebut. Jadi, trafik jenis ini sudah pasti tidak akan terkonversi jadi konsumen.
Baca Juga: 5 Manfaat Konten di Halaman Pertama Google, Wajib Tahu
Sebenarnya, low quality traffic bukan hanya yang anorganik saja. Trafik organik sekalipun juga banyak yang kurang berkualitas. Biasanya hal ini disebabkan karena web itu sendiri yang entah karena desain, layout, atau kontennya tidak menarik sama sekali, sehingga pengunjung langsung meninggalkannya. Oleh karena itu, MinTiv akan membahas low quality traffic mulai dari pengertian, sebab, hingga cara mengatasinya.
Yuk simak ulasan berikut!
Daftar Isi
TogglePengertian Low Quality Traffic
Pada dasarnya, low quality traffic adalah pengunjung situs yang sama sekali tidak menghasilkan kontribusi positif apapun terhadap web Anda. Trafik tipe ini dikenal karena bounce rate yang tinggi, atau pengunjung yang hanya melihat website sebentar lalu langsung pergi.
Waktu kunjungannya sangat singkat, dan hampir tidak ada interaksi sama sekali. Terkadang fenomena ini bisa terjadi karena pemilik website dari awal sudah salah menentukan target audiens. Implikasi dari low quality traffic adalah terciptanya ilusi volume yang tinggi, padahal aslinya audiens tidak melakukan apa-apa di web tersebut.
Faktor Penyebab Low Quality Traffic
Ada banyak faktor yang menyebabkan low quality traffic seperti SEO atau target iklan yang kurang tepat. Berikut ini adalah kemungkinan penyebab rendahnya kualitas kunjungan web:
1. Waktu Loading yang Lama
Sudah jadi pengetahuan SEO umum jika kecepatan loading adalah indikator utama pemeringkatan algoritma Google yang sangat memengaruhi performa suatu website. Maka tidak heran jika waktu loading yang lama akan menyebabkan website mendapatkan bounce rate yang tinggi.
Google tentu lebih mengutamakan konten yang menawarkan pengalaman terbaik pada audiens, dan itu bisa didapat dengan loading yang cepat. Bahkan, Google sampai membuat AI overview untuk menilai kecepatan loading website. Kabar baiknya, jika Anda bisa mengatasi masalah ini segera, maka perubahan positifnya bisa cepat terlihat.
2. Judul atau Meta Description yang Misleading
Setiap kali akan mengunggah artikel ke web, akan selalu ada satu pertanyaan yang tidak boleh dilewatkan: Apakah judul dan meta description sudah merangkum kontennya? Jika tidak, maka kemungkinan audiens bisa merasa ‘dibohongi’, sehingga mereka langsung pergi dari laman tersebut.
Sebenarnya masalah ini cukup mudah untuk dibenahi, kecuali jika judul dan meta descriptionnya memang disengaja untuk mengejar clickbait. Terkadang, kesalahan ini juga tidak disengaja, karena faktanya Google bisa dan cukup sering mengubah meta description suatu konten.
3. Dirujuk oleh Web yang Salah
Semakin sering konten kita dirujuk oleh web lain dalam backlink memang akan makin bagus. Namun, hal tersebut membawa implikasi lain, yaitu audiens yang mungkin tidak terlalu memahami konten Anda sehingga mereka akan langsung pergi. Kejadian seperti ini seakan menjadi kontra produktif dari manfaat backlink itu sendiri.
Mungkin web yang merujuk konten Anda hanya menjadikan sebagai clickbait saja. Bisa juga web tersebut menggunakan data dari konten Anda, tapi setelah dilihat oleh audiens hasilnya malah tidak relevan, sehingga kualitas kunjungannya jadi rendah. Masalah ini lebih sulit diatasi karena kita tidak bisa sembarangan meminta pemilik web lain untuk menghapus backlinknya.
Baca Juga: Redesign Adalah: Pengertian, Manfaat, Alasan, dan Tips
4. Kontennya Kurang Bagus
Tidak sedikit audiens yang akan melakukan overview konten terlebih dahulu, entah dari daftar isi atau scrolling sampai bawah sebelum memutuskan akan membacanya atau tidak. Jika dirasa kurang bagus, maka bukan tak mungkin jika mereka akan langsung berpaling. Di sisi lain, bisa juga kontennya sudah bagus, tapi tidak teroptimasi sesuai kaidah SEO.
Untuk mengatasi isu ini, Anda harus membaca dan mengulas ulang kontennya dengan sangat kritis. Posisikan diri Anda sebagai audiens biasa. Kalau perlu, minta orang lain untuk membaca dan menilainya, lalu catat apa saja yang perlu diperbaiki.
5. Kontennya Terlalu Efisien
Hal ini mungkin terdengar sebagai ironi, tapi kadang begitu kenyataannya. Tentu ada alasan mengapa konten atau website harus dibagi dalam struktur yang rapi, dan jangan meringkas hal yang penting-pentingnya saja.
Contohnya, Anda langsung menempatkan bagian penting pada konten dalam 300 kata pertama yang langsung menjawab pertanyaan audiens, lalu mereka langsung pergi. Namun, masalah ini perlu dikaji ulang apakah benar-benar jadi penyebab rendahnya kualitas trafik atau bukan.
Cara Mengatasi Low Quality Traffic
Banyak trik yang bisa dilakukan untuk mengatasi low quality traffic. Namun, semuanya bermuara ke satu hal, yaitu User Experience (UX). Berikut adalah cara mengatasi kualitas trafik yang rendah serta tips meningkatkannya:
1. Buat Desain yang Mobile Friendly
Sudah bukan rahasia lagi jika kebanyakan pengguna web memakai perangkat mobile. Oleh karena itu, web Anda harus lebih responsif dan adaptif terhadap ukuran layar yang beragam, sehingga hasilnya akan lebih konsisten di semua perangkat. Selain dapat meningkatkan kualitas trafik, aspek ini juga bagus untuk optimasi SEO.
2. Ciptakan Navigasi yang Mudah
Navigasi adalah aspek terpenting pada desain dan pengembangan web untuk memudahkan pengunjung dalam mencari informasi. Gunakan header dan struktur menu yang mudah dimengerti dan konsisten. Pastikan semua tombol dan link yang ada mudah ditemukan dan diklik. Bila perlu, masukkan kolom pencarian tepat pada homepage.
3. Meningkatkan Kecepatan Loading
Seperti yang sudah dijelaskan, kecepatan loading website sangat berpengaruh terhadap bounce rate dan UX. Pengunjung cenderung akan meninggalkan situs jika harus dibuat menunggu, bahkan untuk beberapa detik saja.
Baca Juga: Apa itu PBN dalam SEO Marketing?
Kecepatan loading sendiri bisa ditingkatkan dengan mengompres ukuran gambar yang ada. Selain itu, Anda juga bisa memodifikasi kode CSS, JavaScript, dan HTML agar loadingnya semakin cepat.
FAQ Seputar Konten
- Apakah low quality traffic berpengaruh negatif pada SEO dalam jangka panjang?. Kualitas trafik yang rendah dapat menimbulkan bounce rate yang tinggi serta engagement rate yang rendah dalam jangka panjang. Hal ini menjadi sinyal bagi algoritma bahwa kualitas kontennya cukup diragukan.
- Apakah trafik berbayar selalu berkualitas rendah?. Jika trafik berbayar didatangkan dari kampanye iklan justru akan sangat bagus karena kontennya sejalan dengan target audiens. Yang menjadi masalah adalah jika trafik hanya berupa bot yang dibeli dari jasa pihak ketiga.
- Bagaimana cara mengetahui website yang mendatangkan low quality traffic?. Anda bisa menggunakan Google Analytics untuk menganalisa metrik seperti bounce rate, average session, atau tingkat konversi.
- Haruskah sumber low quality traffic diblokir?. Jika kualitas rendahnya sudah bertaraf ekstrim seperti waktu sesi di bawah 10 detik dengan bounce rate 90%, maka Anda bisa memfilter atau memblokir trafik tersebut.
- Bagaimana A/B testing bisa mengurangi masalah low quality traffic?. A/B testing pada landing page, judul, atau CTA dapat mengidentifikasi pola seperti apa yang bagus dalam menjaga engagement rate.
Baca Juga: Web Designer Adalah: Pengertian, Jobdesc, dan Skill yang Harus Dimiliki
Dapatkan Free Audit
Sebelum kita sampai kepada kesimpulan dari pembahasan “Low quality traffic adalah” ini, MinTiv ingin menginfokan kepada Anda, bahwa Creativism sedang ada jasa Free Audit Website.
Bagaimana cara mendapatkannya?
Anda cukup klik tombol Free Audit, kemudian isi detail formulirnya. Hasil audit akan kami kirim via whatsapp/email.
Kesimpulan
Jika diibaratkan, low quality traffic adalah bola plastik dengan motif mewah. Sekilas terlihat keren karena volumenya tinggi, tapi isinya hampa karena tidak ada manfaat apa-apa. Kesimpulannya, trafik tetaplah penting, tapi yang lebih penting lagi adalah interaksi dan kontribusi positif dari audiens setelahnya.
Artikel ini, dikreasikan oleh Tim Agency SEO Creativism. Agency SEO yang siap berikan pelayanan SEO terbaik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan website klien. Hubungi kami langsung melalui WhatsApp 6281 22222 7920, untuk dapat layanan Jasa SEO Website Terbaik, segera!.



