Apa itu Keyword Density – Pemilihan keyword yang tepat pada teknik SEO sangatlah sakral. Ada banyak materi tentang SEO yang berkaitan dengan keyword. Salah satu istilah yang akan Anda jumpai adalah keyword density.
Keyword density adalah salah satu faktor yang menurut banyak praktisi berpengaruh dalam ranking Google. Lalu apa yang dimaksud dengan keyword density sebenarnya?. Kita dapat AJAR memahami dengan mudah keyword density sebagai kepadatan kata kunci. Artinya seberapa banyak keyword utama disebut atau muncul berulang kali di dalam sebuah konten website.
Apa itu Keyword Density?
Seperti penjelasan sederhana sebelumnya, Keyword density adalah jumlah persentase atau jumlah berapa kali pengulangan sebuah keyword muncul di dalam suatu konten. Keyword density ini sering digunakan oleh banyak praktisi SEO. Ya, rasanya sulit jika Anda tidak memasukkan keyword Anda di dalam konten dengan jumlah tertentu.
Baca Juga: Jenis-Jenis Keyword SEO yang Harus Anda Ketahui!
Terlebih lagi jika Anda menggunakan plugin Yoast SEO di mana plugin ini akan memastikan persentase jumlah keyword yang tepat di dalam konten Anda.
Dengan plugin ini, Anda bisa memastikan persentase kehadiran keyword utama di dalam konten tidak terlalu sedikit dan juga tidak terlalu banyak.
Berapakah Jumlah Keyword yang Tepat?
Anda mungkin akan bertanya-tanya tentang berapakah jumlah kemunculan keyword utama yang tepat pada konten Anda. Berikut adalah cara menghitung keyword density yang tepat.
Keyword density ini dapat dihitung dengan membagikan jumlah keyword dengan jumlah total kata di dalam konten. Hasil pembagian tersebut seterusnya dikalikan dengan angka 100.
Contohnya: Apabila Anda menulis artikel sebanyak 1.000 kata, dan keyword utama tampil sebanyak 26 kali, maka keyword density yang dimiliki adalah sebesar 2,6%.
Plugin seperti Yoast SEO biasanya akan menyarankan Anda untuk menggunakan persentase keyword density di bawah 2,5%.
Pengaruh Keyword Density pada Ranking Google?
Penggunaan keyword density ini sebenarnya ditujukan untuk web content writer agar dapat dengan mudah menghindari keyword stuffing.
Keyword stuffing sendiri dapat kita pahami dengan mudah sebagai spam keyword di dalam konten utama website. Jika keyword utama terlalu banyak digunakan pada sebuah konten, Google akan menganggap upaya tersebut sebagai usaha untuk memanipulasi search ranking.
Ya, inilah tujuan utama daripada penerapan teknik keyword density. Terkait pengaruhnya terdapat ranking Google, kita dapat melihat sendiri pada banyak konten website yang dapat meraih ranking 1 halaman Google, meskipun persentase jumlah keyword utama yang muncul tidak maksimal atau bahkan tidak ditulis sama sekali.
Matt Cutts, mantan dari Head of Webspam dari team Google mengkonfirmasi bahwa tidak ada keyword density yang ideal di mata Google. Ia menjelaskan bahwa hadirnya keyword density lebih kepada kemampuannya untuk Anda bisa hindari keyword stuffing.
Ketika Anda mulai memasukkan banyak keyword, secara keseluruhan itu tidak akan banyak membantu. Ada hasil yang berkurang. Memasukkan keyword hanya memberi manfaat tambahan, tetapi sebenarnya tidak terlalu besar. Dan kemudian apa yang Anda dapatkan adalah, ketika Anda terus melakukan hal yang berulang-ulang, maka Anda berada dalam bahaya keyword stuffing atau omong kosong dan hal-hal yang semisalnya.
Jadi satu atau dua kata pertama yang Anda sebutkan yang mungkin membantu untuk mendapatkan ranking yang baik. Tapi hanya karena Anda bisa menyebutkannya tujuh atau delapan kali, itu tidak berarti akan membantu meningkatkan ranking Anda.
Matt Cutts
Penjelasan dari Matt Cutts ini sudah cukup menjelaskan kepada kita bahwa keyword density memang tidak berpengaruh besar pada ranking Google.
Matt Cutts menyarankan untuk menggunakan LSI Keyword agar artikel yang ditulis lebih natural. Penggunaan LSI Keyword atau gampangnya sinonim dari keyword utama akan mempertahankan atensi user.
Cara Menjaga Keyword Natural
Penggunaan keyword yang natural sangat penting agar konten tetap nyaman dibaca, tidak terkesan dipaksakan, dan tetap memenuhi standar kualitas Google. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memastikan kata kunci menyatu dengan alur tulisan secara alami.
1. Fokus pada Intensi Pembaca
Mulailah dengan memahami apa yang sebenarnya dicari pembaca. Ketika Anda menjawab kebutuhan mereka, keyword akan muncul secara alami dalam penjelasan.
Konten yang berpusat pada solusi cenderung lebih natural daripada konten yang memaksakan kata kunci berulang.
2. Gunakan Variasi Keyword
Jangan terpaku pada satu bentuk kata kunci saja.
Gunakan juga:
-
Sinonim
-
LSI keyword
-
Frasa yang memiliki makna sama
Dengan demikian, konten tetap relevan tanpa terasa repetitif.
3. Tempatkan Keyword pada Bagian Strategis
Gunakan keyword pada lokasi yang biasanya wajar ditemui dalam sebuah artikel, seperti:
-
Judul
-
Subheading
-
Paragraf pembuka
-
Paragraf penutup
-
Alt text gambar
Ini membantu menjaga konteks tanpa memasukkan keyword secara berlebihan.
4. Tulis Terlebih Dahulu, Optimasi Kemudian
Buat konten secara natural terlebih dahulu. Setelah selesai, barulah cek apakah keyword utama sudah muncul pada bagian penting.
Pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding menulis dengan menjejalkan keyword sejak awal.
5. Pastikan Alur Kalimat Tetap Mengalir
Saat memasukkan keyword, pastikan struktur kalimat tetap enak dibaca.
Jika keyword terasa kaku, ubah susunan kalimat atau bentuk frasa agar tetap selaras dengan gaya bahasa Anda.
6. Hindari Keyword Stuffing
Jangan mengulangi keyword utama terlalu sering.
Sebagai acuan: gunakan hanya ketika memang diperlukan untuk memperjelas konteks, bukan untuk memanipulasi ranking.
Inilah penjelasan terperinci mengenai definisi keyword density dan juga pengaruhnya pada SEO website. Apabila Anda membutuhkan Jasa SEO Terbaik yang siap membantu Anda maksimalkan website bisnis yang dimiliki, hubungi Creativism.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk perorangan, UMKM, UKM, hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda. Hubungi mereka di nomor WhatsApp 6281 22222 7920.





[…] Baca Juga: Apa itu Keyword Density […]
[…] Baca Juga: Apa itu Keyword Density? […]
[…] Keyword density. […]