Hal yang Dapat Mengganggu User Experience – Website jadi salah satu tools digital favorit untuk kebanyakan pebisnis. Hal ini wajar mengingat website mampu memberikan mereka banyak manfaat. Bisnis yang memiliki website disinyalir akan mampu meningkatkan kredibilitasnya di mata pelanggan.
Ini tentu akan berimbas pada meningkatnya kepercayaan bisnis yang dimiliki. Pebisnis jadi lebih percaya diri untuk melakukan berbagai strategi digital marketing lainnya. Seperti menggunakan website bisnis sebagai tujuan dari Pay Per Click Marketing, ataupun menggunakannya untuk keperluan SEO marketing.
Untuk memiliki website sendiri di era serba digital sekarang ini, bukanlah perkara yang sulit. Kita bahkan bisa dengan mudah mendapatkan website impian hanya dalam hitungan detik, menggunakan bantuan dari web builder berbasis AI (Artificial Intelligence). Kita tidak perlu lagi capai untuk belajar web programming dari 0. Yang perlu kita lakukan adalah fokus untuk merawat website bisnis agar terus perform, membantu meningkatkan brand awareness yang ada.
Sayangnya, untuk bisa merawat website bisnis dengan baik bukanlah perkara yang mudah. Diperlukan pemahaman yang kuat akan desain user experience yang baik. User experience sendiri menjadi salah satu faktor penting pendorong kekuatan faktor ranking website di Search Engine, Page Experience. Faktor ranking ini sudah dikonfirmasi sebagai bagian dari faktor ranking Google.
Baca Juga: Faktor Ranking Google Terbaru
Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mempelajari hal-hal apa saja yang dapat mengganggu user experience pengunjung web. Di dalam artikel ini, MinTiv akan menjelaskan tentang 5 hal yang dapat mengganggu user experience website. Penasaran apa saja?, simak baik-baik artikel ini ya!.
5 Hal yang Mengganggu User Experience Website
1. Navigasi Website yang Sulit
Hal pertama yang dapat mengganggu user experience website adalah navigasi yang begitu sulit untuk dimengerti. Navigasi sendiri adalah alat utama untuk pengunjung dapat dengan mudah menjelajah setiap bagian dari halaman website. Navigasi biasanya ditujukan untuk mempercepat pencarian informasi di dalam website berdasarkan kategori tertentu. Apabila desain navigasi website begitu sulit dimengerti, tentunya pengunjung tidak akan betah berlama-lama di dalamnya.
2. Loading Konten yang Begitu Lama
Kedua, adalah loading konten yang begitu lama. Apabila sebuah website memiliki waktu loading konten lebih dari 3 detik, maka itu jelas akan sangat memengaruhi kenyamanan pengunjung. Waktu loading konten yang begitu lama, akan menyebabkan metrik bounce rate yang didapatkan meningkat.
Bounce rate sendiri adalah metrik yang digunakan untuk menggambarkan seberapa besar persentase pengunjung yang kembali ke SERP (Search Engine Result Page) tanpa melakukan interaksi apapun di dalam website. Semakin tinggi bounce rate, maka semakin rendah pula nilai Page Experience yang didapatkan.
3. Tampilan Iklan yang Menutupi Konten
Ketiga, hal ini penting untuk Anda ketahui terlebih jika tujuan menjalankan website Anda adalah untuk kegiatan monetisasi. Biasanya, kegiatan monetisasi website akan bergantung kepada program Google Adsense dan sejenisnya. Sebisa mungkin untuk pastikan iklan yang tampil tidak menutupi konten yang ada. Iklan yang menutupi konten akan meningkatkan customer effort pengunjung website. Di mana mereka harus memberikan feedback terhadap iklan yang tampil.
Ini jelas akan membuang cukup banyak waktu berharga mereka. Pengalaman buruk seperti ini, akan melahirkan pesan berantai jelek kepada calon pengunjung web lainnya. “Jangan kunjungi web itu, terlalu banyak iklannya”.
4. Terlalu Banyak Pop Up Tidak Terduga
Hal yang dapat mengganggu user experience website berikutnya adalah pop up yang tidak terduga. Biasanya, pop up tidak terduga ini ditujukan untuk kegiatan monetisasi. Meskipun terbukti ampuh untuk menghasilkan cukup banyak cuan, nyatanya iklan pop up ini jadi jenis iklan yang paling dibenci oleh seluruh pengguna internet.
Selain memaksa mereka untuk berpaling dari tujuan awal, iklan pop up juga banyak menyedot kuota internet mereka. Ini tentu saja menyebalkan mengingat informasi yang tampil sebagai pop up tersebut, bukanlah informasi yang mereka cari atau butuhkan.
5. Konten Berkualitas Rendah
Terakhir, adalah konten berkualitas rendah. Di dalam dunia SEO, kita bisa menyebut konten berkualitas rendah ini sebagai thin content. Sebuah konten yang clickbait, tidak memiliki nilai relevansi yang kuat dengan search intent keyword tertarget. Konten seperti ini, cenderung dekat hubungannya dengan Black Hat SEO. Metode SEO yang seluruh langkah-langkahnya menyalahi aturan daripada Google.
FAQ Seputar Konten
- Apakah user experience website memengaruhi performa SEO?. Jelas sekali, terlebih lagi user experience website adalah faktor turunannya dari faktor ranking Google bernama Page Experience.
- Metrik SEO apakah yang berhubungan dengan user experience website?. Bounce rate, loading speed, dwell time, engagements.
Inilah penjelasan tentang 5 hal yang dapat mengganggu user experience website. Apabila Anda berminat untuk mendapatkan Jasa SEO Lengkap, silahkan hubungi Creativism.id.
Baca Juga: Cara Optimasi User Experience Website
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk perorangan, UMKM, UKM, hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda. Hubungi mereka di nomor WhatsApp 6281 22222 7920.




