Jenis-Jenis Risiko Bisnis – Sebagai pebisnis, Anda pasti paham bahwa akan ada risiko yang akan diambil di dalamnya. Bukan hanya risiko yang harus diambil, tapi juga risiko tidak terduga yang mungkin saja datang menghampiri. Dari sekian banyak risiko yang ada, risiko bisnis tidak berkelanjutan atau bangkrut menjadi risiko yang paling dihindari oleh para pebisnis.
Risiko inilah yang kemudian menjadikan banyak pebisnis mengurungkan diri untuk lakukan inovasi lebih dalam bisnisnya. Yang pada akhirnya rasa ketakutan ini justru perlahan-lahan juga akan mematikan bisnis. Ikut serta dalam tren bisnis yang ada, memang akan membantu bisnis Anda untuk berkembang lebih cepat.
Menggunakan viral marketing memang akan membantu bisnis Anda lebih cepat dikenali. Sayangnya, viral marketing sendiri bukan tanpa risiko. Modal yang besar, dan juga pesan yang harus sampai ke audiens menjadi tantangan tersendiri dalam viral marketing. Jika gagal, maka persentase ROI yang didapatkan tentunya tidak sesuai dengan harapan.
Baca Juga: 11 Ide Usaha Minim Modal
Begitu juga ketika Anda ingin menjalankan strategi marketing lain, seperti telemarketing, email marketing dan lain-lain. Semua lini di dalam proses bisnis pasti memiliki risikonya tersendiri. Berbicara tentang risiko bisnis, maka kita akan juga berbicara tentang jenis-jenisnya.
MinTiv akan menerangkannya pada Anda secara terperinci;
Pengertian Risiko Bisnis
Secara umum, risiko bisnis dapat kita pahami sebagai dampak ketidakpastian dari proses bisnis, sehingga memunculkan kerugian. Jika konsekuensi yang didapatkan menguntungkan pebisnis, maka itu adalah keuntungan.
Faktor Risiko Bisnis
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi risiko bisnis. Secara garis besar faktor risiko bisnis dapat dibagi menjadi 2 sifat, yakni bersifat internal dan juga eksternal. Adapun perbedaannya kedua faktor ini adalah siapa yang menyebabkannya.
Jika itu bersifat internal, maka penyebab risiko yang terjadi berasal dari pihak atau hal lain yang terkait dengan bisnis secara langsung. Jika itu bersifat eksternal, maka penyebab risiko yang ada berasal dari pihak atau hal lain yang tidak terkait dengan bisnis. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebab risiko bisnis.

Sumber: Creativsim.id
Faktor Internal Risiko Bisnis
- Human error.
- Kesalahan pengelolaan utang piutang.
- Kehilangan pegawai.
- SOP yang tidak terlaksana dengan baik.
Faktor Eksternal Risiko Bisnis
- Bencana alam.
- Pandemi.
- Masalah ekonomi nasional maupun global.
Jenis-Jenis Risiko Bisnis dan Solusinya
Seperti yang sudah MinTiv katakan sebelumnya, bisnis memiliki berbagai jenis risiko yang ada. Adapun risiko bisnis ini dapat kita klasifikasikan menjadi 6 bagian, yakni risiko pasar, strategi, kredit, operasional, finansial, dan juga legal dan kepatuhan. Berikut penjelasan masing-masing jenis risiko tersebut untuk Anda.
1. Risiko Pasar
Yang pertama adalah risiko pasar. Risiko pasar ini terjadi disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat. Risiko ini tidak dapat dihindari, tetapi bisa Anda kelola untuk kemudian menjadi situasi yang menguntungkan bagi Anda.
Semisal, ada seseorang bernama Andi, lahir di tahun 70an, dan memiliki bisnis wartel. Dia memiliki 10 unit box untuk pengunjung dapat menelepon. Lalu di awal tahun 90an, penggunaan wartel untuk komunikasi mulai ditinggalkan, karena sudah mulai marak penggunaan handphone. Dia yang peka melihat situasi ini dengan cepat menjual seluruh unit yang ada wartelnya.
Lalu Dia membuka bisnis baru yakni jual beli handphone. Apa yang dilakukan oleh Andi sudah termasuk bagian dari memahami risiko pasar. Andi tahu bahwa ketika dia menjalani bisnis yang berkaitan dengan teknologi, terdapat faktor eksternal yang memang tidak bisa ia lawan. Dan faktor tersebut adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Risiko Strategi
Kedua, adalah risiko strategi. Sesuai dengan namanya, risiko ini terlahir dari strategi yang dilakukan oleh pebisnis. Dalam kata lain, risiko ini termasuk ke dalam jenis faktor risiko yang bersifat internal.
Sama halnya seperti contoh sebelumnya, Anda harus dapat menimang dengan baik strategi bisnis yang Anda jalankan, apakah masih relevan di pasaran atau tidak. Bukan hanya itu, Anda harus mempertimbangkan budget yang diperlukan untuk menjalankan suatu strategi bisnis.
Semisal Anda menjalankan iklan di Facebook Ads. Anda harus mengetahui jenis iklan apa yang cocok untuk strategi Anda. Berapa budget minimal yang diperlukan dan lain-lain. Mengukur setiap hasil matriks yang ada di dashboard untuk kemudian dilakukan A/B testing.
Pesan Sekarang: Jasa Facebook & Instagram Ads
Jika Anda menjalankan iklan di Facebook Ads tanpa strategi yang matang, maka iklan Anda hanya akan berujung sedekah ke pihak Facebook.
3. Risiko Kredit
Selanjutnya adalah risiko kredit. Hal ini sering kali menimpa pebisnis yang memiliki opsi pembayaran kredit alias cicilan. Risiko yang mungkin terjadi adalah konsumen tidak mau membayar sampai lunas.
Untuk menghindari hal ini , Anda bisa membuat sistem agunan atau jaminan dari konsumen untuk membayar tepat waktu.
4. Risiko Operasional
Selanjutnya adalah risiko operasional. Sesuai dengan namanya kegiatan ini terjadi pada proses operasional sehari-hari. Seperti kegagalan teknis, salah desain, typo dan lain-lain. Kesalahan-kesalahan ini disebabkan oleh faktor human error, alias bersifat internal.
Untuk meminimalisir kesalahan yang ada, Anda perlu membuat SOP yang jelas untuk karyawan-karyawan Anda.
5. Risiko Finansial
Kelima adalah risiko finansial. Risiko ini mengacu langsung pada finansial perusahaan terutama pada arus kas masuk dan keluar. Rumus sederhana, adalah arus kas masuk tetap harus lebih banyak ketimbang arus kas keluar. Berkaitan erat juga dengan masalah utang piutang.
Semisal Anda memiliki banyak utang, dan sudah jatuh tempo, sementara Anda tidak punya cukup uang untuk membayarnya. Terpaksa Anda mengutang kepada pihak lain untuk bisa membayar hutang tersebut. Utang pertama sukses terbayar, tetapi Anda juga akan dipusingkan karena harus membayar jumlah utang yang sama dengan utang yang sudah dibayar di waktu mendatang. Gali lubang tutup lubang.
Lama-kelamaan bisnis yang dijalankan oleh Anda hanya bertujuan untuk bayar hutang di sana sini.
6. Risiko Legal dan Kepatuhan
Yang terakhir, adalah risiko yang timbul akibat pihak lain yang melakukan pelanggaran. Semisal pelanggaran hak cipta, wanprestasi, tidak mengikuti undang-undang yang berlaku, dan lain sebagainya.
Untuk masalah ini, Anda bisa kontrak kerjasama yang jelas.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Formula Bisnis yang Tepat
Inilah penjelasan rinci tentang jenis-jenis risiko bisnis yang bisa Anda alami kapan saja. Apabila Anda memerlukan partner bisnis yang dapat membantu Anda memahami risiko bisnis dengan baik, hubungi Creativism.id.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk perorangan, UMKM, UKM, hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda. Hubungi mereka di nomor 6281 22222 7920.





[…] Risiko bisnis yang relatif minim. […]
[…] pebisnis, pastinya Anda akan mempelajari tentang apa itu risiko bisnis. Ya, mempelajari tentang risiko bisnis ini sangatlah penting. Terlebih bagi pebisnis yang menjalankan bisnis melalui platform yang […]