Apa itu Schema Markup – Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk dapat melakukan optimasi website. Anda bisa memulai perjalanan optimasi tersebut dengan mempelajari 4 metode penting dalam SEO.
4 metode tersebut adalah mempelajari SEO On Page, SEO Off Page, Local SEO, dan juga Technical SEO.
Ya, ada banyak cara yang harus Anda pelajari sebelum benar-benar bisa memaksimalkan web marketing Anda.
Saat proses belajar itulah, Anda akan temukan berbagai istilah SEO yang mungkin baru pertama kali Anda dengar atau jarang terdengar. Salah satu dari sekian banyak istilah tersebut mungkin adalah Schema markup.
Schema markup inilah yang membantu crawler dari Google untuk lebih mudah memahami informasi konten website Anda. Lantas apa sih Schema markup itu?. MinTiv akan membahasnya lengkap beserta dengan jenis dan cara mengoptimalkannya di dalam artikel ini. Jadi simak-baik ya!.
Schema markup adalah sebuah kode yang digunakan agar mesin crawler dapat lebih mudah mencari informasi di dalam konten website Anda. Informasi yang dicari tersebut adalah informasi singkat namun informatif. Informasi seperti inilah yang kemudian akan ditampilkan pada SERPs Google.
Baca Juga: Apa itu SERP Google dan Jenis-Jenisnya?
Definisi ini juga selaras dengan definisi schema markup menurut SEMrush. HubSpot mengatakan bahwa schema markup berfungsi sebagai pemandu mesin Google untuk tahu arti data yang ada di dalam website.
Contohnya ketika kita mencari kata “Creativism” di Google, maka mesin crawler Google akan memahaminya sebagai Agency Digital Marketing yang ada di Indonesia, dan bukan “Kreativitas” sesuai arti dari kata ini dari bahasa Inggris.
Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan jika Anda benar-benar mengoptimalkan schema markup ini. Berikut adalah 3 manfaat yang Anda dapatkan jika benar-benar menerapkan schema markup ini;
Ada banyak jenis jenis daripada schema markup. SEMrush mengatakan bahwa schema markup ini terdiri 30 lebih jenis. Di antaranya adalah;
Di sini kita akan membahas 10 schema markup yang memang paling sering kita jumpai di laman pencarian Google. 10 Schema markup tersebut adalah;

Sumber: Google.com
Yang pertama adalah organization schema markup.
Jenis schema yang pertama ini akan menampilkan hasil pencarian terhadap suatu perusahaan seperti contoh di atas. Adapun Anda dapat melihat hasil pencarian seperti ini pada chrome desktop dan terletak pada bagian kanan.
Google akan menampilkan informasi-informasi penting terhadap suatu perusahaan dalam schema markup ini. Mulai dari nama perusahaan, lokasi, informasi kontak dan juga sosial media yang dimilikinya.

Sumber: Google.com
Kedua adalah schema person markup.
Hampir mirip seperti sebelumnya, hanya saja yang ditampilkan merupakan informasi dari sosok terkenal. Seperti nama, tanggal lahir, edukasi, dan juga tentang profil singkat tentang dirinya.

Sumber: Google.com
Jenis schema yang menampilkan hasil pencarian dalam bentuk lokasi bisnis atau peta bisnis dari perusahaan tertentu. Di dalamnya, Anda bisa menemukan informasi perusahaan seperti nomor telepon, alamat, jam operasional dan lain-lain.

Sumber: Google.com
Digunakan untuk memunculkan hasil pencarian terkait dengan penawaran barang atau jasa. Biasanya dilengkapi dengan informasi harga, stok, dan deskripsi produk yang ditawarkan.

Sumber: Google.com
Berikutnya adalah breadcrumbs markup. Hasil pencarian Google yang memperlihatkan halaman-halaman lain yang berhubungan konten utama pada halaman yang berbeda (website tempat konten utama berada).

Sumber: Google.com
Di nomor ada schema article map.
Hasil pencarian Google ini akan menampilkan artikel berita yang paling relevan dengan search intent sebuah keyword. Schema article map ini banyak digunakan oleh media-media berita ataupun blog.
Adapun informasi yang ditampilkan biasanya adalah judul berita, foto atau video yang dimuat, nama website yang menerbitkan artikelnya, dan juga waktu publikasinya, misalnya 1 jam yang lalu.

Sumber: Google.com
Sesuai dengan namanya, schema markup jenis akan menampilkan hasil pencarian dengan menampilkan thumbnail sebuah video di sebelah penjelasan atau deskripsi konten. Google juga akan menjelaskan tentang durasi lamanya video.

Sumber: Google.com
Terkhusus yang memiliki website dengan niche konten memasak, Google akan memberikan markup spesial. Markup atau schema markup spesial yang MinTiv maksud adalah recipe markup.
Hasil pencarian Google seperti ini akan menampilkan informasi spesifik berkaitan langsung dengan resep yang ada.

Sumber: Google.com
Sesuai dengan namanya, schema markup jenis ini akan menampilkan informasi lengkap suatu event dalam bentuk yang sederhana. Anda dapat melihat dengan jelas lokasi, tanggal, serta harga tiketnya. Bahkan Anda bisa menyimpan event yang ada tersebut melalui fitur save yang tersedia.

Sumber: Google.com
Yang terakhir adalah sitelink markup.
Jenis schema markup yang terakhir ini akan menampilkan hasil pencarian suatu website dengan tambahan link navigasi dari halaman yang pada website tersebut. Halaman yang mendapatkan hadiah menjadi sitelink ini biasanya adalah halaman terpenting dari website tersebut.
Contohnya bisa Anda lihat pada gambar di atas, di mana halaman About Us, Contact Us, Portofolio yang merupakan halaman penting dari Creativism ditampilkan sebagai sitelink.
Untuk dapat mengoptimalkan Schema markup di dalam konten website Anda, Anda perlu terlebih memahami 3 kode utama. 3 kode utama inilah yang nantinya akan ditambahkan pada HTML website sebagai petunjuk mesin crawler Google.
Adapun 3 kode tersebut adalah;
<p> Halo Saya MinTiv </p>
<script type=”application/ld+json’>
{
“@content”: “http://schema.org”,
“@type”: “Person”,
“name”: “MinTiv”
}
</script>
Skrip yang ditambahkan sebagai blok data, dan dibuat terpisah dari kode halaman lainnya. Google sendiri merekomendasikan penggunaan skrip/kode jenis ini karena lebih mudah untuk diatur maupun diubah-ubah.
<p itemscope itemtype=”http://schema.org/Person”>
My Name is <span itemdrop=”name”>MinTiv</span>
</p>
Sama seperti JSON-LD, hanya saja berbeda pada format penggunaan. Mikrodata adalah kode yang harus disematkan ke dalam HTML website, dan punya kekurangan untuk sulit diedit.
Contoh kodenya dapat Anda lihat pada kode di atas.
<p vocab=”http://schema.org” typeof=”Person”>
My Name is <span property=”name”>MinTiv</span>
</p>
Bisa dikatakan bahwa RDFa adalah versi tuanya mikrodata. RDFa dapat memudahkan Anda untuk lakukan integrasi dengan aplikasi atau platform lain.
Untuk bisa menghasilkan schema markup tersendiri pada website Anda, Anda bisa gunakan Structured Data Markup Helper dari Google.
Demikian penjelasan lengkap tentang apa itu schema markup. Apabila Anda berminat untuk mendapatkan Jasa SEO Terbaik, silahkan hubungi Creativism.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk perorangan, UMKM, UKM, hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda. Hubungi mereka di nomor WhatsApp 6281 22222 7920.
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk business owner hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda.
© 2026, Designed by Creativism. All Rights Reserved.
[…] Baca Juga: Apa itu Schema Markup dan Cara Optimasinya untuk SEO? […]
[…] Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Schema Markup di dalam Website […]