Apa itu Scale Up – Sebagai seorang pebisnis, Anda pastinya mengharapkan perkembangan bisnis yang sehat. Anda pasti berharap bisnis Anda dapat berkembang menuju ke arah yang lebih baik dan dikenal oleh banyak orang. Harapan ini tentunya harus dibarengi dengan usaha.
Dalam dunia bisnis, usaha tersebut dapat didefinisikan sebagai strategi bisnis.
Nah, salah satu strategi bisnis yang digunakan untuk mengembangkan bisnis adalah scale up. Menurut Tech Nation, Scale up adalah fase pertumbuhan bisnis yang berbeda.
Fase ini menggambarkan posisi bisnis yang banyak mencapai kesuksesan di beberapa poin serta siap berkembang ke tingkat berikutnya.
OECD atau Organisation for Economic Co-operation and Development menjelaskan bahwa bisnis yang alami fase ini dapat diketahui dari nilai pertumbuhannya yang mencapai persentase 20%.
Atau setidaknya menunjukkan kinerja lebih baik dari tahun ke tahun, selama 2 tahun terakhir, serta memiliki jumlah minimal karyawan sekitar 10 orang.
Apa itu Scale Up?
Bila kita coba artikan secara sederhana, scale up berarti meningkatkan sesuatu. Jika ranah yang dibicarakan adalah bisnis, maka yang ditingkatkan tentu saja adalah bisnis.
Richard Branson, pemilik 360 perusahaan di bawah Virgin Group, menjelaskan bahwa scale up adalah strategi ampuh guna menaikkan derajat perusahaan ke kancah yang lebih tinggi.
Strategi ini sangat penting untuk dilakukan terlebih bagi bisnis yang memang sudah siap untuk berkembang. Bisa dikatakan bahwa bisnis tanpa adanya scale up akan mengakibatkan bisnis tersebut ketinggalan zaman dan tidak mampu memahami dengan baik karakteristik konsumen yang terus bertambah.
Pada akhirnya, bisnis yang dijalankan tidak akan mampu bersaing dengan kompetitor, bisnis alami churn rate, dan terparah, bisnis tersebut menjadi rungkad/bangkrut.
Lalu, bagaimana caranya mengidentifikasi bisnis tertentu yang siap untuk scale up atau tidak?.
Ciri-Ciri Bisnis yang Siap Scale Up
- Trafik penjualan bisnis konsisten dan terus meningkat seiring berjalannya waktu.
- Jumlah pelanggan loyal yang terus meningkat, konsumen tidak ragu untuk melakukan pembelian berulang.
- Risiko bisnis yang berhasil ditekan atau bisnis dapat beradaptasi baik dengan risiko bisnis yang ada.
- Bisnis mulai melibatkan banyak campur tangan profesional dalam proses peningkatan mutu produksi & distribusi.
- Ciri terakhir, sekaligus menjadi tanda terbesar perusahaan wajib melakukan scale up adalah terpaksa menolak orderan karena keterbatasan sumber daya.
7 Rumus Jitu Melakukan Scale Up yang Efektif
1. Membuat Perencanaan yang Matang
Yang pertama adalah dengan membuat perencanaan yang matang. Lakukan analisis kekuatan dan kelemahan daripada bisnis Anda. Anda bisa menggunakan metode SWOT untuk bagian ini.
Baca Juga: Cara Melakukan Analisis SWOT
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui brand positioning daripada bisnis Anda. Apakah sudah mencapai tahapan tertinggi daripada brand awareness atau belum.
2. Memahami dengan Baik Budgeting
Kedua, adalah dengan memahami dengan baik budgeting. Bisnis memang tentang mindset yang baik, tapi ingat, bisnis juga butuh modal yang konkret atau nyata berupa uang.
Jadi pastikan bahwa Anda memiliki dana yang cukup. Alokasikan dana yang Anda punya tersebut pada sektor-sektor bisnis yang sekiranya potensial. Anda bisa mengetahuinya dengan melihat jumlah permintaan pelanggan.
Mengenai dana ini, Anda bisa mendapatkannya dari pinjaman ke Bank, mencari investor, capital venture ataupun dari dana hibah.
3. Belajar dari Kompetitor
Rumus jitu berikutnya adalah dengan belajar dari kompetitor. Ya, lakukan riset kompetitor dengan baik.
Data-data mengenai kompetitor pada niche bisnis yang sama ini, tentunya akan membuka cakrawala bisnis Anda lebih luas. Anda jadi tahu bagian mana yang bisa Anda manfaatkan untuk kemudian dikembangkan.
Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan strategi bisnis “licik” dengan mempelajari flank marketing.
4. Mempelajari Nilai Unik Bisnis Anda
Keempat adalah dengan mempelajari nilai unik bisnis Anda.
Ya, Anda bisa mulai mempelajari apa ituunique selling point. Pastikan bahwa Anda selalu membawa nilai unik bisnis tersebut di setiap proses branding.
Konsistensi membawa nilai unik bisnis tersebut dapat membantu pelanggan lebih mudah mengingat brand Anda. Ingat bahwa nilai yang Anda bawa tersebut harus selalu selaras dengan kualitas bisnis yang terus ditingkatkan.
5. Mendirikan Tim yang Solid
Di nomor 5 adalah dengan membangun tim yang solid.
Memang ada opsi bagi Anda untuk menjalankan white label marketing. Tetapi Anda tidak bisa terjun langsung melihat proses produksi brand. Anda tidak dapat menerapkan standar kualitas yang Anda inginkan ke dalam proses tersebut.
Oleh sebab itu, memilih untuk menjalankan bisnis dengan tim sendiri akan lebih memudahkan Anda dalam proses evaluasi produksi. Apabila Anda kesusahan menemukan tim yang profesional, maka Anda bisa menggunakan jasa dari pihak luar layaknya agency digital marketing.
6. Memanfaatkan Outsourcing
Keenam adalah dengan memanfaatkan outsourcing. Outsourcing sendiri adalah penggunaan jasa tenaga kerja yang direkrut dari pihak ketiga untuk mengisi posisi tertentu. Strategi ini sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.
Umumnya yang dicari adalah karyawan berstatus freelance/non-kontrak.
7. Konsisten
Yang terakhir adalah konsisten. Lakukan keenam langkah sebelumnya dengan proses yang konsisten dan juga sistematis. Jangan ragu dalam setiap pengambilan keputusan, dan pastikan Anda sudah membuat SOP yang baik untuk setiap langkah.
Inilah penjelasan lengkap tentang apa itu scale up beserta rumus jitu cara melakukannya. Apabila Anda membutuhkan partner bisnis yang tepat hubungi Creativism.
Pesan Sekarang: Jasa SEO Bulanan Bergaransi
Creativism menyediakan layanan Digital Marketing untuk perorangan, UMKM, UKM, hingga perusahaan besar yang mencari partner untuk menghandle social media, website, SEO, dan menyediakan seluruh kebutuhan promosi hingga IT Solution untuk bisnis Anda. Hubungi mereka di nomor WhatsApp 6281 22222 7920.




